Memuat

Semua pos dari ilhamuddin aminullah

22/09/ 2026
“CegahKekerasan pada Perempuan dan Pernikahan Dini”: Pesan Wakil Gubernur NTB pada Siswa Smanda Mataram

Wakil Gubernur NTB, Hj. Indah Dhamayanti Putri, S.E., M.I.P. mengunjungi SMAN 2 Mataram, Senin, 21 September 2026. Kedatangan orang nomor dua di NTB itu disambut oleh Plt Kepala SMAN 2 Mataram, Gunawan, M.Pd. beserta tim manajemen sekolah, perwakilan guru, darma wanita, dan siswa. Kedatangannya merupakan rangkaian dari sosialisasi Pendewasaan Usia Pernikahan Menuju NTB Emas bersama Badan kerjsama Organisasi Wanita (BKOW) NTB.

Dalam pertemuan dengan lebih dari 100 siswa, Indah Damayanti Puteri memberikan pesan-pesan penting terkait perempuan. Wakil Gubernur yang juga menjabat sebagai Ketua BKOW NTB menjelaskan bahwa akhir-akhir ini masih terjadi kasus kekerasan pada perempuan dan pernikahan dini. Kekerasan perempuan tidak hanya terkait tindakan fisik, namun juga menyangkut kekerasan psikis pada perempuan dengan berbagai indikasinya. Sementara itu, pernikahan dini juga pada akhirnya akan menjadikan perempuan sebagai pihak yang menderita. Oleh karena itu, ia mengajak siswa SMAN 2 Mataram untuk mengambil peran penting dalam upaya mencegah kekerasan pada perempuan dan menghindari pernikahan dini. Peran itu dapat dilakoni sejak saat ini, yakni saat menjadi pelajar.

Dalam sesi dialog, wakil gubernur memberikan kesempatan kepada siswa Smanda untuk memberikan pandangannya terkait kekerasan perempuan. Ia juga mendengarkan keluhan dan harapan siswa terkait pembelajaran di sekolah. Di sela sesi dialog ini ia mengajak siswa untuk berani bercita-cita tinggi tanpa harus tergerus oleh isu perbedaan gender. “Perempuan dan laki-laki memiliki hak dan kesempatan yang sama untuk berkembang dan memberikan kontribusi dalam pembangunan,” tegasnya. Di akhir sesi dialog ia memberikan apresiasi kepada sepuluh siswa yang terlibat aktif dalam dialog.

Kedatangan Wakil Gubernur diawali sambutan Plt. Kepala SMAN 2 Mataram, Gunawan. Pada kesempatan itu, Gunawan menyampaikan terima kasih atas kehadiran Wakil Gubernur NTB sekaligus berharap agar kedatangan ini menjadi motivasi bagi siswa untuk sukses. Ia juga mengajak siswa untuk memanfaatkan momentum berharga ini untuk mendapatkan pengetahuan dan pencerahan terkait pencegahan kekerasan pada perempuan dan pernikahan dini. Sementara itu, salah seorang siswa, Muhammad Gibran Al Faqih menyampaikan rasa gembira karena kedatangan Wakil Gubernur NTB ke SMAN 2 Mataram. “Kehadiran beliau dan BKOW telah menambah wawasan dan pengetahun kami tentang betapa berbahayanya kekerasan pada perempuan, kekerasan seksual dengan berbagai bentuknya, juga tentang bahaya pernikahan dini dikaitkan dengan pendidikan dan masa depan,” kata Ketua OSIS SMAN 2 Mataram yang baru dilantik Senin pagi tepat sebelum kedatangan Wagub NTB.

Wakil Gubernur NTB melakukan dialog dan memberikan apresiasi ada siswa SMAN 2 Mataram
28/04/ 2026
31 Tahun Kerja Sama, Rombongan CCG Ikuti Short Term Excange di SMAN 2 Mataram

 

 

 

 

 

 

 

Memasuki usia 31 tahun kerja sama antara SMAN 2 Mataram dengan Christian College Geelong (CCG), Victoria, Australia, sebanyak 15 siswa didampingi 5 guru CCG mengikuti Short Term Exchange di SMA Negeri 2 Mataram. Kegiatan tersebut berlangsung tanggal 18-24 April 2025. Emerson Gillan, Patrick Cooper, Skye Partridge, Charli Pavlenik, Oliver Probert, Ivy Belle Harris, Benjamin Torriero, Tha Nay Dreamer, Poppy Roberston, Namila Mills, Anika Sharma, Tahlia Candy, Shining Moon, Arlo Benjamin Shimada, dan Phoebe Chisholm adalah siswa-siswa yang bersemangat hadir mengunjungi rekan dan sahabat di Indonesia. Mereka didampingi lima guru, yakni Rick Geall (Wakil Kepala sekolah CCG) Jessica Bijaksono, Dianne Kerr, Nazariah Robottom, dan Steve Sullivan.

Saat sambutan kedatangan rombongan CCG, Kepala SMAN 2 Mataram, Abdul Kadir Alaydrus, menyebut program ini sebagai bagian dari upaya strategis mencetak generasi yang adaptif dan kompetitif di kancah global. Sedangkan Rick Geall, Wakil Kepala Sekolah CCG, menyebut kehadiran mereka ke Indonesia, khususnya SMAN 2 Mataram, adalah untuk memberikan pengalaman berharga bagi siswa untuk belajar secara langsung tentang kehidupan sosial dan budaya di Indonesia.

Selama berada di Indonesia, 15 siswa  CCG tinggal bersama keluarga angkat (host families) yakni keluarga siswa SMAN 2 Mataram. Bersama host families mereka mengenal budaya keluarga Indonesia, budaya masyarakat, dan melakukan rekreasi bersama. Aktivitas-akivitas tersebut memberikan kesan mendalam tentang sikap saling menghormati, menghargai, dan saling memberi rasa aman.

Siswa CCG mengikuti pembelajaran di kelas untuk mengenal dan merasakan suasana proses belajar mengajar sambil mempelajari dan mempraktikkan kemampuan sederhana mereka dalam berbahasa Indonesia. Di kelas, mereka juga belajar membatik Sasambo (batik khas yang merupakan gabungan motif batik dari tiga suku besar di Nusa Tenggara Barat: suku Sasak di Pulau Lombok, suku Samawa di bagian barat pulau Sumbawa, dan suku Mbojo di bagian timur pulau Sumbawa) dan mengenal sejarah Lombok. Mereka juga mencoba membuat masakan tradisional Sasak saat berkunjung ke Desa Karang Bayan. Pengenalan budaya diperkuat juga dengan kunjungan ke desa tradisional Sasak yakni Desa Ende. Di sini mereka diperkenalkan tentang rumah tradisional, tradisi pernikahan, serta pertandingan tradisional Presean. Beberapa siswa CCG bahkan mencoba pertandingan tradisional ini.

Selain pengenalan budaya, rombongan CCG juga diperkenalkan pada beberapa tempat wisata, seperti Museum Nusa Tenggara Barat, Taman Langit, Pantai Mawun, serta mengunjungi dan merasakan langsung suasana dalam area Sirkuit Internasional Mandalika, Lombok.

Seluruh rangkaian kegiatan ditutup Jumat malam, 23 April 2026. Kegiatan penutupan yang dihadiri seluruh anggota rombongan CCG, siswa twin school SMAN 2 Mataram, serta host families berlangsung secara sederhana namun bermakna. Abdul Kadir Alaydrus sebagai Kepala SMAN 2 Mataram menyatakan bahwa program pertukaran ini telah berjalan dengan sukses dan lancar atas dukungan dan dedikasi  semua siswa dan guru pendamping dari SMAN 2 Mataram dan CCG, serta keterbukaan para host families. Ia berharap ikatan persahabatan dan kesalingpahaman yang terbina akan terus tumbuh kuat di masa depan. Mewakili CCG, Mrs. Jessica Bijaksono menyampaikan rasa bangga dan haru atas aktivitas, pengalaman, dan kenangan indah yang tercipta. Ia mengatakan bahwa rombongan CCG sangat menikmati kesempatan untuk saling mengenal dan mempelajari budaya masing-masing serta sangat bersyukur atas jalinan hubungan yang semakin diperkuat melalui program kunjungan tahun ini. Ia juga menekankan pentingnya membekali siswa, tidak hanya dengan pengetahuan akademik tetapi juga dengan  dengan keterampilan dan pola pikir yang diperlukan untuk berkembang. Dengan menumbuhkan pemahaman lintas budaya dan menghargai keberagaman, CCG dan SMAN 2 Mataram telah memberdayakan siswa untuk menjadi individu yang penuh kasih, empatik, dan memiliki kompetensi budaya, sehingga mampu menghadapi berbagai tantangan di dunia yang terus berubah.

Acara penutupan dimeriahkan dengan lagu barat dan lagu tradisional, aneka kreasi tari tradisional Indonesia oleh ekstrakurikuler tari SMAN 2 Mataram, serta lagu dan gerak dari rombongan CCG.

w

Themes by WordPress