Pusat Asesmen Kemendikbudristek menjadwalkan ANBK secara nasional dilaksanakan tanggal 28 s.d 31 Agustus 2023 untuk tingkat SMA/SMK Setara. Mengikuti jadwal tersebut, SMAN 2 Mataram melaksanakannya mulai hari Senin, 28 Agustus 2023 dan akan berlangsung selama empat hari.
Pada hari pertama tersebut, sebelum mulai pelaksanaan ANBK, Kepala SMAN 2 Mataram, Abdul Kadir Alaydrus, S.P., M.Pd. berkesempatan memberikan motivasi kepada siswa kelas XI yang menjadi peserta. Beliau menyampaikan bahwa siswa yang terpilih oleh Kemendikbudristek sebagai peserta ANBK merupakan wakil dari sekolah, merupakan duta SMAN 2 Mataram yang akan menentukan potret sekolah secara nasional. “Kesungguhan dan keseriusan anak-anakku dalam kegiatan ANBK ini akan memberikan gambaran tentang kualitas sekolah kita, akan menunjukan kompetensi kalian dan teman-teman kalian, kompetensi Smanda kita tercinta”, tutur beliau. Oleh karenanya, beliau menekankan agar peserta mengikuti ANBK dengan penuh semangat dan fokus dalam menyelesaikan soal-soal yang ada.
Sementara itu, Wakil Kepala Sekolah Bidang kurikulum, Gunawan, M.Pd. menjelaskan bahwa sebelum pelaksanaan ANBK 2023 hari ini, telah dilakukan simulasi dan gladi. “Di SMAN 2 Mataram, Simulasi ANBK dilaksanakan tanggal 1 Agustus 2023, sedangkan Gladi dilaksanakan tanggal 23 dan 24 Agustus 2023”, ujar guru Matematika ini. Ia pun menambahkan bahwa tahun ini pelaksanaan ANBK di SMAN 2 Mataram hanya menggunakan satu ruangan sehingga dilaksanakan selama 4 hari yang dimulai pukul 07.30 sampai 12.25 Wita dengan jumlah peserta 50 orang siswa yang terdiri atas 45 peserta utama dan 5 orang peserta cadangan.
ANBK adalah program evaluasi yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) dengan tujuan untuk meningkatkan mutu pendidikan dengan memotret input, proses, dan output pembelajaran di seluruh satuan pendidikan.
Asesmen Nasional dilaksanakan dengan tiga instrumen, yaitu Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) Literasi dan Numerasi, Survei Karakter, dan Survei Lingkungan Belajar. AKM berfungsi untuk mengukur literasi membaca dan literasi matematika atau numerasi murid. Survei Karakter mengukur sikap, nilai, keyakinan, dan kebiasaan yang mencerminkan karakter murid. Sedangkan Survei Lingkungan Belajar mengukur kualitas berbagai aspek input dan proses belajar-mengajar di kelas maupun di tingkat satuan pendidikan.
Darma Wanita UP SMAN 2 Mataram terus bergerak dan menggerakkan anggotanya dalam berbagai aktivitas yang menguatkan nilai-nilai kehidupan. Setelah beberapa waktu lalu melakukan kegiatan yang menyentuh kepekaan sosial melalui kunjungan ke panti sosial, kali ini dengan DW Smanda menebalkan aspek religiusitas dengan menggelar pengajian bertajuk ‘Wanita Surga’. Pengajian yang digagas Ketua Darma Wanita Smanda, Ny. Syarifah Wahidah Alaydrus dilaksanakan hari Jumat, 1 September 2023, sore hari di Masjid As-Syakirin SMAN 2 Mataram.
Pengajian diikuti sekitar 24 anggota Darma Wanita. Hadir sebagai narasumber adalah Ustadzh Rahmah. Cara penyampaian narasumber yang tidak kaku mampu menciptakan suasana yang hidup namun hikmat.
Pengajian diawali dengan pembacaan shalawat dan lantunan ayat suci oleh Ibu Desy Wahyuni yang langsung dilanjutkan dengan materi kajian oleh Ustadzah Rahmah.
Kisah istri Nabi Luth dan istri Nabi Nuh yang mengingkari dan mengkhianati perjuangan suami dalam mendakwahkan ketaatan pada Allah SWT menjadi pembuka kajian. Pengingkaran kedua istri tersebut berbanding terbalik dengan Asiyah, istri dari Fir’aun. Asiyah adalah istri yang sangat beriman pada Allah. Setiap mendapat ujian berupa kelakuan keras dari suami yang melarangnya taat pada Allah SWT, Asiyah hanya berdoa “Ya Allah, tunjukkan hamba rumah di syurga.” Asiyah, meskipun sering mendapat deraan dari suaminya, tidak pernah berpaling dari Allah SWT.
Ada dua kategori wanita syurga, yaitu bidadari yg memang sudah ada di syurga dan wanita di dunia yang beriman. Adapun empat wanita yang bisa diteladani dan diberi predikat wanita syurga adalah: (1) Siti Khadijah, istri Rasulullah, (2) Siti Fatimah, puteri Rasulullah, (3) Asiyah, istri Fir’aun, dan (4) Siti Maryam, ibunda Nabi Isa alaihissalam. Kebaikan dan suri tauladan keempat wanita tersebut bisa membawa muslimah dan para istri untuk menempati salah satu rumah di syurga.
Ustadzah Rahmah selanjutnya menyampaikan beberapa tips untuk menempuh jalan menjadi wanita syurga, antara lain dengan berusaha untuk selalu menyenangkan hati suami misalnya berdandan di hadapan suami, mengurangi celotehan-celotehan yang sebenarnya tidak perlu, serta selalu bersikap menyenangkan hati suami.
Pendalaman materi dilakukan dalam sesi tanya jawab. Sesi ini dimanfaatkan Dra. Hj. Nuraini dan Ibu Rike Budiati, S.Pd. Kedua penanya mencoba mendalami masalah pahala dan dosa dalam rumah tangga, juga cara menghindari diri dari terjebaknya dalam putaran gibah dalam lingkungan kerja. Menaggapi pertanyaan ini, Ustadzah Rahmah menyampaikan bahwa hal yang terpenting adalah bahwa wanita sudah berniat melakukan kebaikan dan menjalankannya dengan baik, kalaupun masih ada kekurangan setiap wanita harus berusaha memperbaikinya. Berkaitan dengan gibah, narasumber menyampaikan bahwa ketika wanita masuk dalam percakapan yang kira-kira akan mengarah pada gibah, sebaiknya segera menghindar atau segera mengalihkan pembicaraan ke topik lain yang lebih bermanfaat. Hal yang juga sangat penting sebagai pengingat adalah bahwa kalau wanita bergibah maka sesungguhnya sama dengan ia sedang memakan bangkai saudara muslimnya dan dosa-dosa orang yang digibahi akan berpindah ke orang yang menggibahi. Dengan mengingat akibat ini, mestinya setiap wanita dan istri akan menghindari gibah.
Pengajian ditutup dengan doa yang dipimpin langsung oleh Ustadzah Rahmah.
Selepas pengajian, salah seorang anggota DW yang hadir, Ibu Yulita Ratna Widiyanti, S.Pd. menyampaikan bahwa pengajian ini memberikan manfaat sekaligus sebagai penyegaran pemahaman tentang penerapan nilai-nilai keagaamaan dalam praktik kehidupan, khususnya sebagai wanita dan istri. “Saya jadi harus kembali mengintrospeksi diri, baik sebagai wanita maupun sebagai istri. Kadang-kadang kita merasa sudah melakukan kebaikan-kebaikan, namun setelah dingatkan melaui kajian-kajian seperti ini ternyata yang sudah kita lakukan itu masih ada kekurangannya,” tutur guru Bahasa Inggris ini, seraya mengharapkan agar pengajian seperti ini dijadikan sebagai program rutin, paling tidak sekali dalam sebulan.
Menindaklanjuti hasil pertemuan dengan semua orang tua siswa kelas X SMAN 2 Mataram tahun pelajaran 2023/2024 yang telah dilaksanakan pada Rabu, 30 Agustus 2023, Pengelola Program Insan Cendekia (IC) SMAN 2 Mataram mengundang 40 orang tua siswa yang putera puterinya dinyatakan lulus dalam seleksi penerimaan siswa program tersebut. Pertemuan khusus ini dilksanakan pada Sabtu, 2 September 2023 bertempat di Ruang Pertemuan Smanda.
Dalam pertemuan tersebut, Kepala SMAN 2 Mataram, Abdul Kadir Alaydrus, S.P., M.Pd. kembali menekankan arah pendidikan siswa SMA yakni melanjutkan perguruan tinggi. Untuk itu, SMAN 2 Mataram melakukan berbagai upaya untuk mengantar siswa agar sebanyak-banyaknya bisa melnajutkan ke jenjang pendidikan tinggi. “Program Insan Cendekia merupakan salah satu program prioritas untuk mengantar anak-anak kita mencapai kesusksesan masuk perguruan tinggi sesuai dengan arah, keinginan, dan cita-cita mereka. Di program IC, anak-anak kita akan digodok sedemikian rupa agar bisa masuk perguruan tinggi negeri. Target utama tentu bisa masuk perguruan tinggi melalui jalur prestasi atau Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP). Namun jika karena persaingan yang memang sangat ketat di jalur tersebut anak-anak kita tidak lolos, kita semaksimal mungkin akan menyiapkan mereka untuk bisa masuk lewat jalur tes atau SNBT”, tegasnya. Beliau juga menambahkan bahwa siswa-siswi di IC juga disiapkan untuk memperoleh prestasi-prestasi akademik misalnya dalam olimpiade dan lomba-lomba lainnya. Oleh karena itu, Abdul Kadir Alaydrus mengharapkan terjadinya kerja sama dan kolaborasi intensif antara orang tua dan sekolah, dan menekankan adanya perhatian serius orang tua pada anak-anak, khususnya komunikasi berkaitan dengan arah dan keinginan anak-anak mereka ke perguruan tinggi. Hal tersebut harus dibangun sejak awal sehingga sekolah dapat mendukung melalui proses pendidikan selama tiga tahun ke depan.
Bagaimana IC akan memfasilitasi siswa dan siswi Smanda dijelaskan secara rinci oleh Koordinator IC, Gusti Afifah, S.Pd. Pada awal pemaparannya, Bu Afifah, demikian beliau sering dipanggil, menyebutkan sejarah singkat pembentukan IC tahun 2012. Program ini terus dilaksanakan dan sempat jeda satu tahun pada masa covid-19. Pasca covid, IC bergulir kembali dan tahun ini telah menerima 40 siswa terseleksi. “Putera dan puteri Bapak dan Ibulah yang terseleksi tersebut, dan mereka akan berkesempatan mendapatkan pelayanan belajar tambahan yang akan mendukung cita-cita mereka”, ujarnya.
Selanjutnya, Gusti Afifah merinci program IC di hadapan 38 orang tua yang berkesempatan hadir. Ia menjelaskan bahwa tujuan Program Insan Cendekia adalah: (1) meningkatkan kualitas akademik, nonakademik, serta lifeskill lainnya, (2) mempersiapkan peserta didik dalam lomba-lomba akademik dan nonakademik, (3) mempersiapkan peserta didik dalam perolehan hasil maksimal pada ujian sekolah, (4) meningkatkan kualitas output dan outcome peserta didik sehingga dapat kompetitif untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya, dan (5) mewujudkan jati diri SMA Negeri 2 Mataram sebagai lembaga pendidikan yang unggul dan berkualitas. Peserta didik dalam program ini merupakan peserta didik terbaik di kelas/tingkat sebelumnya yang memiliki kemampuan akademik yang dipersyaratkan berdasarkan hasil tes potensi akademik dan nilai rapor, lulus seleksi yang diselenggarakan sekolah, memiliki minat dan motivasi belajar tinggi, serta didukung oleh orang tua/wali siswa. Proses rekrukmen siswa kelas X dilakukan melalui seleksi nilai raport SMP, tes tertulis tiga mata pelajaran (Matematika, IPA, dan Bahasa Inggris), pengisian angket, dan wawancara.
Lebih lanjut, Gusti Afifah menjelaskan tentang pelaksanaan pembelajaran bagi siswa yang mengikuti program ini, yakni pembelajaran di kelas lebih memperhatikan tingkat kemampuan dan kebutuhan peserta didik (esensialitas, eskalasi, enrichment dan penguatan teori maupun praktek), pemberian tambahan waktu belajar di luar jam tatap muka formal (sore hari) 60 menit per satu mata pelajaran, pemberian jam tambahan 3-4 hari dalam seminggu, serta pembelajaran dengan modul/LKS. Di samping pemberian pembelajaran tambahan, siswa program IC juga berkesempatan melaksanakan out bond MQ (Manajemen Qolbu), studi wisata, English Speaking, pembinaan Karya Tulis Remaja, kegiatan belajar tambahan menjelang Penilaian Harian Bersama (PHB) dan Penilaian Akhir Tahun (PAT), pengenalan pola baru SNMPTN/SNBP dan SBMPTN/SNBT dan pengenalan model tes, serta layanan psikologi untuk memotivasi dan meningkatkan komitmen belajar peserta didik.
Pemaparan program IC mendapat sambutan hangat dan antusis dari para orang tua. Berbagai respon berupa pertanyaan, tanggapan, dan harapan disampaikan mereka dalam sesi tanya jawab. Secara umum, para orang tua menyatakan bahwa program IC sangat positif untuk menunjang cita-cita anak dan mendukung harapan orang tau yang menginginkan kesuksesan anak-anak mereka. Orang tua kemudian menyampai beberapa hal, misalnya berkaitan dengan peluang anak-anak untuk masuk perguruan tinggi negeri jalur SNBP jika nilai mereka relatif sama, fasilitas belajar yang dapat membuat siswa nyaman karena mereka belajar tambahan siang sampai sore hari, hingga bagaimana menentukan kegiatan ekstrakurikuler yang diikuti siswa IC. Respon orang tua tersebut kemudian ditanggapi kembali oleh kepala sekolah, kordinator IC, serta diperkuat oleh Wakil kepala Sekolah Bidang Kurikulum, Gunawan, S.Pd., M.Pd.
Rombongan Program Kunjunagn Pertukaran Jangka Pendek (The Short Term Exchange Visit Program) Tahun 2023 dilepas kepala SMAN 2 Mataram, Drs. H. Arofiq, M.M.
SMAN 2 Mataram (26/02/2023) – Kepala SMAN 2 Mataram, Drs. H. ARofiq, M.M., secara sederhana melepas rombongan peserta Pertukaran Jangka Pendek SMAN 2 Mataram ke Christian College Geelong (CCG) di lobby depan sekolah pada Minggu 26 Februari 2023.
15 peserta telah tiba di halaman parker depan SMAN 2 Mataram bersama orang tua, wali dan keluarga besar untuk mengantarkan para duta sekolah, NTB dan Indonesia yang mengemban misi pertukaran bahasa dan budaya ke CCG di Victoria Australia. Sebelum berangkat ke 15 peserta diberikan briefing singkat oleh penanggung jawab program, Bapak Lalu Iskandar, S.Pd., kemudian dilanjutkan dengan pengarahan dan pesan-pesan dari Kepala Sekolah.
Briefing dan Pengarahan kepada seluruh peserta
Kepala sekolah mengingatkan kepada seluruh peserta dan 2 guru pendamping untuk menjaga nama baik pribadi, sekolah daerah dan bangsa; menyelesaikan hambatan yang muncul selama kegiatan dengan cepat dan tepat; serta menjaga kesehatan selama berkegiatan. Briefing dan arahan singkat diakhiri dengan doa bersama sebelum rombongan berangkat.
Tepat pukul 10.00 WITA rombongan peserta meninggalkan sekolah menuju Bandara Internasional Lombok. Tahun ini rute perjalanan peserta adalah melalui Lombok ke Denpasar dan Denpasar ke Melbourne. Rombongan diperkirakan akan tiba di Denpasar Bali pada pukul 13.00 WITA namun delay akibat cuaca buruk sehingga pesawat akhirnya mendarat dengan selamat di Bandara Ngurah Rai tepat pukul 15.50 WITA.
Rombongan tiba di Bandara Ngurah Rai, Denpasar-Bali
Di Bali, peserta dan pendamping menikmati santapan yang disediakan dan fasilitas bandara sambil menunggu waktu keberangkatan ke Melbourne. Pukul 18.00 WITA, rombongan melakukan cek-in dan mulai mengikuti rangkaian pemeriksaan petugas imigrasi. Alhamdulillah dengan persiapan yang baik seluruh peserta mendapat clearance untuk berangkat menuju Melbourne.
Selepas melakukan ibadah sholat Maghrib dan Isya, seluruh peserta berjalan cepat menuju Gate 6B karena last call penerbangan nomor 6003 dengan tujuan Melbourne telah diumumkan. Seluruh peserta berhasil boarding tepat pukul 20.00 WITA. 20 menit kemudian, pesawat yang membawa rombongan tinggal landas. Penerbangan ke Melbourne berlangsung selama 5 jam dan 50 menit. Pagi hari waktu Australia, sekitar pukul 06.00 Waktu Melbourne, seluruh proses pemeriksaan Imigrasi dan Bea Cukai Australia terlewati dengan baik.
Rombongan tiba di Bandara Tullamarine Melbourne-Australia
Kepala Program Pertukaran Australia-Indonesia CCG, Ibu Jessica Bijaksono dan anggota timnya, Ibu Hani Smith sudah menunggu rombongan di pintu keluar bandara Tullamarine-Melbourne. Perpisahan selama 5 tahun akhirnya bersatu kembali pada tahun 2023. Geelong, Kami datang!
Foto bersama di Cunningham Pier-Waterfront Geelong
Geelong (27/02/2023) – Pukul 06.00, Bandara Tullamarine Melbourne terasa hangat sekali dengan sambutan dan senyum lebar penuh semangat dari Kepala Program Pertukaran Australia-Indonesia, Ibu Jessica Bijaksono dan staf senior, Ibu Hani Smith.
Seperti yang telah diinformasikan oleh pihak Christian College Geelong (CCG), setiba di Melbourne, peserta harus melakukan Covid-19 tes. Alhamdulillah, seluruh peserta dan guru pendamping dinyatakan negatif. Ini berarti kegiatan bisa dimulai!
Peserta meninggalkan bandara sekitar pukul 08.00 waktu Melbourne atau pukul 05.00 WITA. Bus CCG yang dikemudikan oleh pak Mark membawa peserta yang sudah sangat kelaparan menuju tempat makan terdekat. Tantangn pertama peserta adalah memesan makan siang mereka sendiri dengan Bahasa Inggris. Hasilnya? Mereka memesan layaknya warga lokal!
30 menit kemudian, peserta melanjutkan perjalanan menuju pusat kota Geelong. Namun di tengah perjalanan, bus mampir sebentar di Highton Campus, sekolah untuk siswa kelas 7 sampai dengan 9. Anak-anak sungguh takjub melihat kemegahan kampus Highton.
Kampus Highton
Tiba di Geelong, peserta dipandu oleh pak Mark dan Ibu Hani sambil melihat-lihat bangunan lama dan baru di Geelong. Rombongan pun berhenti dan menikmati keindahan Waterfront. Siswa berjalan-jalan santai menghilangkan jet-lag setelah penerbangan yang cukup melelahkan. Hujan gerimis menghiasi jalan-jalan peserta namun tidak menyurutkan semangat mereka untuk mengelilingi area Waterfront.
Setelah menikmati pemandangan pesisir Geelong dan cuaca yang lumayan dingin berangin, peserta pun menghangatkan diri dan masuk ke pusat perbelanjaan, Westfield Mall tepat di belakang Waterfront. Beberapa siswa menghabiskan waktu di food court, yang lain mengikuti guru pendamping mencari SIM card baru untuk akses internet dan telepon.
Waktu berjalan cepat, dan jam menunjukkan pukul 14.00 waktu Geelong. Peserta pun berangkat menuju Campus Senior – sekolah SMA dan disambut di kelas dan bangunan baru. Meskipun semua peserta capai, namun keindahan dan sambutan Geelong membuat peserta merasa seperti di rumah sendiri. Mereka semua sangat senang dan bersemangat!
Bersama hosts dan siswa kelas 10 Kampus Senior CCG
Bel pulang pun berbunyi, saudara angkat (host) peserta mulai berdatangan ke kelas dan menjemput peserta satu persatu. Seluruh peserta dan pendamping harus berpisah dan akan bertemu kembali keesokan harinya untuk acara pembukaan, the Welcome Service – Acara penyambutan dan pembukaan. Geelong, rumah kedua, kami siap!
Serah terima kenang-kenangan dari SMAN 2 Mataram (Pak Gunawan, kiri) kepada Christian College Geelong (Pak Daryl Riddle, kanan)
Geelong (28/02/2023) – Pukul 08.30 waktu Geelong, satu persatu peserta tiba di kelas Bahasa Senior Campus (SMA) Christian College Geelong (CCG). Siswa SMAN 2 Mataram sangat bersemangat bercerita tentang hari pertama bersama host mereka masing-masing. Sambil menikmati bekal sarapan yang dipersiapkan oleh orang tua angkat, mereka bergantian menunjukkan hal-hal yang ada di rumah baru mereka.
Hari Selasa ini, kegiatan akan diawali dengan belajar Bahasa Inggris bersama Pak John, pengajar Bahasa Inggris dan Indonesia di CCG. Pelajaran berlangsung selama 1 jam dan berakhir tepat pukul 10.10. Setelah itu, Pak Yuji Nakayama, ketua program pertukaran Jepang memanggil peserta dan guru pendamping untuk sesi foto individu. Beliau sangat ramah dan hasil fotonya bagus sekali!
Kelas Bahasa Inggris bersama Pak John
Di balik keceriaan peserta, mereka sedikit tegang karena kurang dari 2 jam mereka akan tampil memperkenalkan diri dalam Bahasa Inggris, menyanyikan mars SMAN 2 Mataram dan menarikan tarian kontemporer berjudul Kembang Kipas di depan CEO, Pak Daryl Riddle, Kepala Sekolah SMA, Pak Rick Geall, Kepala Sekolah SMP, Pak Adam, dan Kepala Sekolah lain dari Campus CCG, Ketua Program Bahasa Indonesia, Ibu Nani Thomas, Ketua Program Pertukaran Indonesia-Australia, Ibu Jessica Bijaksono, Tim Bahasa Indonesia, siswa kelas 10, 11, dan 12 Senior Campus.
Acara Welcome Service dimulai pukul 12.20 WITA. Pak Riddle, Pak Geall, Pak Ihdzar dan Pak Gunawan memasuki auditorium seni dan music CCG diikuti oleh seluruh siswa SMAN 2 Mataram. Acara dibuka dengan penampilan tim paduan suara Senior Campus yang menyanyikan Hymne CCG. Yang lebih membanggakan bagi peserta dari SMAN 2 Mataram adalah tim paduan suara menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya! Seluruh peserta dengan bangga turut bernyanyi.
CEO CCG, Pak Daryl Riddle
CEO CCG, Pak Daryl Riddle, kemudian memberikan pidato sambutannya. Beliau sangat senang akhirnya kegiatan pertukaran Indonesia-Australia berlangsung kembali. Beliau juga berterima kasih kepada hosts family (keluarga angkat) yang telah meluangkan waktu, tenaga dan biaya untruk mendukung program CCG dan SMAN 2 Mataram. Terakhir, beliau berharap rombongan SMAN 2 Mataram akan menikmati waktu kunjungannya belajar dan bertukar budaya bersama siswa dan keluarga Australia di Geelong.
Setelah sambutan singkat dari CEO CCG, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, Bapak Gunawan, S.Pd., M.Pd., memberikan pidato sambutan dan diterjemahkan oleh Bapak Ihdzar Azizi, S.Pd., M.A. TESOL, Ketua Program Pertukaran Indonesia-Australia. Bapak Gunawan menyatakan sangat gembira dengan berlangsungnya kembali kegiatan ini setelah sempat terhenti selama 2 tahun. Beliau menambahkan rasa terima kasih yang mendalam atas dukungan seluruh pihak di CCG dan keluarga angkat yang dengan tulus hati menerima siswa dan guru pendamping selama berada di Geelong.
Respon dan Sambutan SMAN 2 Mataram oleh Pak Ihdzar (kiri) dan Pak Gunawan (kanan)
Bapak Gunawan juga berharap bahwa kegiatan pertukaran ini akan memberikan rasa tanggung jawab dan toleransi tinggi dari seluruh peserta terutama dalam menghadapi perbedaan baik budaya, bahasa, agama, latar belakang sosial, dan lain-lain. Bagi guru, beliau berharap akan banyak kesempatan untuk bertukar pengalaman dalam mengajar, belajar dan mengelola Pendidikan. Terakhir beliau meneruskan pesan dari Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTB, Bapak Dr. H. Aidy Furqan, M.Pd., di mana beliau sangat senang akhirnya kedua sekolah bisa berhubungan kembali dan sangat menanti kedatangan CCG ke Lombok tahun depan.
Acara dilanjutkan dengan serah terima kenang-kenangan dari kedua sekolah dan perkenalan dari seluruh peserta SMAN 2 Mataram dalam Bahasa Inggris. Ke 15 peserta dan 2 guru pendamping dengan penuh percaya diri memperkenalkan diri. Mereka kemudian menerima kenang-kenangan dan bahan belajar selama di CCG.
Perkenalan diri peserta dalam Bahasa Inggris
Tiba saatnya pertunjukan dari siswa SMAN 2 Mataram. Pertunjukan pertama, 15 siswa peserta dengan bangga menyanyikan Mars SMANDA dan membuat kagum penonton yang hadir. Kemudian, kelompok tari siswa perempuan terdiri dari Baiq Khairina, Leila, Anastasya, Chyntia, Inayah, dan Zeska telah bersiap dengan kostum merah dan kipas kertas yang cantik untuk menarikan tari Kembang Kipas. Gerakan gemulai dan formasi ombak yang diciptakan dari tarian ini sekali lagi berhasil membuat decak kagum para tamu undangan dan penonton yang hadir.
Tari Kembang Kipas
Acapun diakhiri dengan doa bersama yang dipimpin oleh Kepala Campus Senior, Bapak Rick Geall. Dalam doanya beliau berterima kasih atas berkah dan kesempatan yang telah diberikan sehingga kedua sekolah bisa berhubungan kembali dan berharap seluruh peserta dalam keadaan sehat dan dapat mengikuti kegiatan dengan baik.
Foto bersama di depan Campus Senior
Acarapun berakhir dan rombongan peserta bersama keluarga angkat bergegas ke halaman depan Senior Campus untuk melakukan sesi foto bersama. Semua merasa Bahagia dan senang acara welcome service berjalan lancar dan secara resmi kegiatan pertukaran di mulai!
Hari Rabu, 30 Agustus 2023, SMAN 2 Mataram mengadakan pertemuan dengan orang tua dan wali siswa kelas X tahun pelajaran 2023/2024. Sesuai dengan tema kegiatan yakni “Silaturrahmi dan kolaborasi untuk meningkatkan prestasi”, kegiatan ini dihajatkan untuk membangun hubungan dan saling pengertian yang semakin erat antara orang tua siswa dengan pihak sekolah, meningkatkan komitmen orang tua dalam mendukung program sekolah , dan mendapatkan umpan balik dari komite/orang tua/wali sebagai dasar perbaikan program sekolah pada masa mendatang. Hadir dalam pertemuan ini Pengurus Komite SMAN 2 Mataram, Tim Manajemen Sekolah, wali kelas X, serta lebih dari 300 orang tua/wali murid. Di awal pertemuan, Rike Budiati selaku pembawa acara memperkenalkan 14 wali kelas X yang semuanya hadir dalam pertemuan tersebut.
Dalam sambutannya, Ketua Komite SMAN 2 Mataram, Prof. Dr. Ir. H. Farid Hemon, M.Sc. menyampaikan harapan besar kepada pihak sekolah agar intens memberikan pelayanan terbaik bagi siswa, menciptakan kondisi yang mendukung sekolah ramah anak, serta menguatkan karakter siswa dengan mengenali mereka secara mendalam, sehingga dalam tiga tahun belajar dididik di SMAN 2 Mataram, siswa-siswi tersebut memiliki keunggulan dan kemampuan bersaing. Guru Besar Fakultas Pertanian Universitas Mataram ini juga mengajak orang tua untuk aktif berkomunikasi dengan putera dan puteri mereka sehingga benar-benar mengetahui potensi anak-anak tersebut. Di akhir sambutannya, Prof. Farid menekankan harapannya agar terjadi peningkatan jumlah siswa SMAN 2 Mataram yang akan melanjutkan ke perguruan tinggi. “Tolok ukur keberhasilan siswa di tingkat SMA dan tentu di SMAN 2 Mataram ini adalah jumlah siswa yang melanjutkan ke perguruan tinggi. Berapa anak-anak kita yang bisa masuk perguruan tinggi? Pertanyaan itulah yang harus dijawab oleh kita semua, kemudian ditindaklanjuti khususnya oleh sekolah ini”, tegas beliau.
Merespon harapan Ketua Komite tersebut, Kepala SMAN 2 Mataram, Abdul Kadir Alaydrus, S.P., M.Pd. terlebih dulu menyampaikan data bahwa pada tahun 2023 persentase siswa yang melanjutkan ke perguruan tinggi adalah 86% dan menargetkan tahun 2024 bisa mencapai 90%. Selanjutnya,setelah memperkenalkan Tim Manajemen SMAN 2 Mataram, Abdul Kadir Alaydrus memaparkan capaian-capain prestasi SMAN 2 Mataram dalam dua tahun terakhir serta rencana pengembangan sekolah untuk tiga tahun ke depan. Di antara capaian tersebut adalah lolosnya Kalfin Jefwin Setyawan Gultom, siswa kelas XII IPA-1 yang mewakili Provinsi Nusa Tenggara Barat dalam Olimpiade Nasional untuk mata pelajaran Matematika (bidang akademik) serta terpilihnya Alvian Ananta Asis, juga kelas XII IPA-1, sebagai Duta SMA Provinsi Nusa Tenggara Barat yang lanjut bersaing di tingkat nasional (nonakademik). Hal yang tak kalah hebatnya adalah terpilihnya 41 siswa SMAN 2 Mataram mewakili Nusa Tenggara Barat dalam POPNAS 2023 di Palembang. Jumlah itu melebihi setengah dari total atlet pelajar NTB yang berlaga di ajang tersebut yakni 72 atlet. Abdul Kadir Alaydrus selanjutnya juga menyampaikan prestasi-prestasi lain yang, misalnya perolehan medali emas, perak, maupun perunggu pada Olimpiade Sains Nasional yang dilaksanakan oleh beberapa perguruan tinggi di Sumatera dan Jawa, serta prestasi-prestasi lain tingkat nasional, provinsi, dan kabupaten/kota terutama di bidang olahraga.
Pemaparan berikutnya berkaitan dengan program unggulan sekolah seperti Insan Cendekia (penguatan di bidang akademik) Twin School (kerjasama SMAN 2 Mataram dengan Christian College Geelong, Australia), program penguatan akhlak dan karakter, serta program-program lain yang menjadi aktivitas rutin. Abdul Kadir Alaydrus menutup paparannya dengan menyampaikan bahwa capain dan program-program sekolah ini diikhtiarkan untuk menyeimbangkan prestasi akademik dan nonakademik pada siswa SMAN 2 Mataram sehingga mereka akan menjadi siswa-siswa yang pintar, kreatif, dan smart yang merupakan pengejawantahan program Gubernur melalui Dinas Dikbud NTB.
Pertemuan dengan orang tua siswa (parenting) kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang memberikan kesempatan pada orang tua untuk menyampaikan harapan dan pertanyaan. Poin-poin penting yang menjadi konsern yang disampaikan para orang tua meliputi: (1) upaya-upaya sekolah dalam menjaga karakter atau akhlak siswa, (2) penguatan koordinasi sekolah dengan orang tua, (3) pendekatan dalam penanganan masalah siswa, (4) program Twin School, (5) program Insan Cendekia, dan (6) pelaksanaan Kurikulum Merdeka termasuk layanan pembelajaran dan asesmen.
Menanggapi pertanyaan dan harapan orang tua tersebut, Kepala SMAN 2 Mataram menjelaskan bahwa sekolah telah melaksanakan berbagai upaya penguatan karakter siswa baik dalam program kurikuler (melalui integrasi karakter dalam mata pelajaran), kokurikuler (misalnya melalui pelaksanaan P5 dalam Kurikulum Merdeka), dan dalam kegiatan-kegatan ekstrakurikuler. Selain itu, kegiatan imtaq pagi dan imtaq siang untuk semua siswa sesuai dengan agama dan keyakinan masing-masing siswa juga menjadi program prioritas yang rutin dijalankan setiap hari.
Merespon pertanyaan berkaitan dengan Program Twin School, Ihdzar Azizi, MA.TESOL selaku koordinator program ini menjelaskan bahwa kerja sama antara SMAN 2 Mataran dengan Christian College Geelong, Australia telah berjalan selama 28 tahun dan telah diperpanjang kembali. Pada bulan Ferbruari-Maret 2023, 15 siswa berangkat ke Australia dalam mewujudkan program kerjasama tersebut dan tahun 2024 nanti SMAN 2 Mataram akan menerima kunjungan balasan dari siswa-siswa Australia. Siswa kelas X yang berminat dalam program ini telah menjalani seleksi bulan Agustus 2023 dan akan diumumkan awal September 2023. Pihak sekolah akan mengundang orang tua dari siswa yang lolos seleksi untuk pematangan program-program Twin School.
Koordinator Program Insan Cendekia (IC), Gusti Afifah, S.Pd., mendapat kesempatan menjelaskan salah satu program unggulan dan menjadi icon Smanda tersebut. Guru senior mata pelajaran Fisika ini mengemukakan bahwa IC mewadahi siswa yang memiliki keinginan kuat untuk terus belajar untuk mencapai kemajuan dan kesuksesan. Dalam program ini, siswa diberikan pembelajaran tambahan sepulang sekolah pada hari Selasa, Rabu, dan Kamis mulai pukul 14.45 s.d. 17.00. Di kelas ini pulalah dijaring siswa-siswa yang akan mengikuti kegiatan lomba-lomba akademik seperti OSN. Pada tahun ini, seleksi untuk kelas X telah dilaksanakan bulan Agustus dan akan diumumkan hasilnya bulan September 2023, dan selanjutnya siswa terseleksi akan mulai mengikuti pembelajaran tambahan.
Pelaksanaan Kurikulum Merdeka di SMAN 2 Mataram djelaskan langsung oleh Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, Gunawan, S.Pd., M.Pd. Ia menjelaskan bahwa SMAN 2 Mataram memasuki tahun kedua penerapan Kurikulum Merdeka dan memilih kategori Mandiri Berubah. Dalam penerapan Kurikulum Merdeka, sekolah memperhatikan adanya asesmen diagnostik yakni penilaian/asesmen kurikulum merdeka yang dilakukan secara spesifik dengan tujuan untuk mengidentifikasi atau mengetahui karakteristik, kondisi kompetensi, kekuatan, kelemahan model belajar peserta didik. Pembelajaran oleh guru-guru Smanda kelas X dan XI dirancang sesuai dengan kompetensi dan kondisi peserta didik yang beragam termasuk memperhatikan hasil asesmen diagnostik. Sebenarnya, asesmen diagnostik telah dilaksanakan sejak tahun beberapa tahun lalu, dan penerapan Kurikulum Merdeka mempertegas pentingnya pelaksanaan asesmen tersebut. Guru Matematika ini juga memaparkan tentang linieritas mata pelajaran kelas XI dengan persiapan siswa menempuh program studi di perguruan tinggi.
Masa SMA memang menjadi momen yang tidak akan terlupakan. Banyak kenangan manis, suka dan duka yang tentunya pernah terukir di masa ini dan berkumpul di sekolah kembali bersama teman seangkatan, menjadi hal yang sangat dinanti setelah perpisahan panjang menggapai cita-cita.
Pagi ini, Jumat (3/03/23) SMAN 2 Mataram kedatangan Alumni Bio 4 Angkatan 93. Kedatangan para alumni ini dalam rangka menjalin silaturahmi dengan Kepala Sekolah, Guru dan juga sharing kepada adik – adik angkatannya yang masih duduk di kelas XII dalam bentuk Sosialisasi dan Bakti sosial.
Kunjungan silaturahmi yang diketuai oleh Wiwin Setyo Subagio ini mendapat sambutan hangat oleh Bapak Drs. H. Arofiq, MM beserta jajarannya di ruangannya. Pada kesempatan tersebut, para alumni bernostalgia tentang masa-masa mereka bersekolah di SMA Ampenan yang sekarang telah berubah nama menjadi SMAN 2 Mataram. Selain bernostalgia, para alumni juga menyampaikan rencana untuk mengadakan reuni akbar karena selama ini reuni sekolah hanya diadakan perangkatan. Rencana ini didukung oleh Kepala sekolah yang juga sebelumnya memiliki program untuk melakukan pendataan alumni dan besar harapan kedepannya akan terjalin hubungan yang sinergis antara sekolah dan alumni.
Setelah mengobrol santai di ruang Kepala Sekolah, acara dilanjutkan dengan sosialisasi yang dirangkaikan dengan bakti sosial di ruang meeting dengan menghadirkan perwakilan siswa kelas XII. Sosialisasi ini diisi dengan pemaparan tentang daur ulang sampah yang dibawakan oleh Vera, salah satu alumni yang merupakan motivator dan ingin membagi inovasinya dalam pengelolaan sampah. Dalam penjelasannya, Ia mengajukan pertanyaan tentang 3 langkah pengelolaan sampah dan pengertian dari efek rumah kaca yang dapat dijawab benar oleh siswa kelas XII, dan yang menjawab benar diberikan bingkisan hadiah. Vera juga memaparkan tentang pentingnya mengelola sampah organik untuk menyelamatkan bumi, salah satu contohnya dengan membuat pupuk kompos.
Setelah itu, acara dilanjutkan dengan sharing dan games pertanyaan lagi yang dibawakan oleh Agus Shopian. Ia meminta semua yang ada di ruangan untuk fokus mendengarkan agar bisa menjawab pertanyaannya. Agus menyampaikan beberapa hal untuk memotivasi adik-adik angkatannya yang kini duduk dibangku kelas XII yang sebentar lagi akan lulus. Berbekal dari pengalamannya sekolah di Ampenan lalu merantau ke Bandung dan sekarang tinggal di Jakarta bersama keluarganya, Agus menyampaikan beberapa point penting yang dapat kita simak bersama.
Yang pertama, Sumber informasi yang sudah sangat mudah di akses harusnya bisa menjadi semangat untuk belajar karena tidak sesusah dulu yang mau mencari jawaban harus datang dan membaca di perpustakaan selain itu juga harus bersyukur dengan sistem pendidikan sekarang dimana sekolah sudah menerapkan program ramah anak. Guru tidak bisa sewenang wenang memberikan hukuman fisik kepada siswa, berbeda dengan jaman dulu dimana kekerasan menjadi hal yang biasa dalam dunia pendidikan namun juga tidak dipungkiri membentuk mental yang tangguh pada lulusannya. Apapun yang di ajarkan guru di sekolah pasti untuk kebaikan siswa-siswanya. Semoga dengan program ramah anak, bisa mencetak lulusan yang lebih percaya diri, mandiri, kompetitif dan positif.
Kedua tentang value, bagaimana nilai seseorang tidak ditentukan oleh orang lain, melainkan dirinya sendiri. Jadi bagaimana kita yang berasal dari sekolah yang sama dan setelah lulus menjadi seseorang dengan nilai yang berbeda di masyarakat. Apakah kita ingin di nilai baik atau buruk, itu hanya bisa ditentukan oleh diri kita sendiri.
Selanjutnya tentang mental health yang diumpamakan dengan seorang supir dan penumpang. Apakah mental kita sebagai penumpang yang hanya akan menurut saja ? ataukah ingin menjadi supir yang menentukan sendiri tujuan kita akan kemana. Dari sharing ini, semoga bisa memberi pemahaman dan motivasi untuk siswa kelas XII yang akan lulus dan membantu mereka menentukan keputusan dengan lebih mandiri dikemudian hari.
Acara ini ditutup dengan sesi foto bersama dan bakti sosial berupa penyerahan bingkisan dan pelakat yang diterima langsung oleh Bapak Arofiq.
Foto bersama kegiatan Sosialisasi Pencegahan Pernikahan Dini Usia Anak oleh Dharma Wanita SMAN 2 Mataram
Mataram — Menduduki posisi tertinggi kedua di ASEAN sebagai negara dengan jumlah pernikahan dini terbanyak tentunya bukan suatu prestasi yang membanggakan bagi Indonesia. Badan Pusat Statistik (BPS) 2021 mencatat sekitar 1.220.900 anak di Indonesia mengalami perkawinan usia anak, ini belum termasuk praktik perkawinan anak di bawah tangan (nikah siri). Di dalam data tersebut, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) masuk dalam tujuh besar angka kasus perkawinan anak tertinggi di Indonesia. Berdasarkan data dari Dinas Pemberdayaan Perempuan, Anak, Pengendalian Penduduk Dan Keluarga Berencana (DP2AP2KB) Provinsi NTB, angka pernikahan dini meningkat setiap tahun. Data dispensasi perkawinan di Pengadilan Tinggi NTB dengan persentase pada 2019 sebesar 370 kasus, 2020 sebesar 875 kasus, 2021 sebesar 1132 dan awal tahun 2022 sebesar 153 kasus dan akan masih terus bertambah mengikuti perkembangan data terbaru hingga tahun 2023.
Pernikahan dini tentunya memberikan dampak buruk yang mnyebabkan tercurinya hak seorang anak. Hak-hak itu antara lain hak pendidikan, hak untuk hidup bebas dari kekerasan dan pelecehan, hak kesehatan, hak dilindungi dari eksploitasi, dan hak tidak dipisahkan dari orangtua. Berkaitan dengan hilangnya hak kesehatan, seorang anak yang menikah di usia dini memiliki risiko kematian saat melahirkan yang lebih tinggi dibandingkan dengan wanita yang sudah cukup umur. Kondisi ekonomi yang tidak stabil dan kurangnya kesiapan dalam mengasuh anak juga bisa ,menyebabkan anak yang dilahirkan akan mengalami stanting. Selanjutnya, seorang anak perempuan yang menikah akan mengalami sejumlah persoalan psikologis seperti cemas, depresi, bahkan keinginan untuk bunuh diri. Di usia yang masih muda, anak-anak ini belum memiliki status dan kekuasaan di dalam masyarakat. Mereka masih terkungkung untuk mengontrol diri sendiri. Terakhir, pengetahuan seksualitas yang masih rendah meningkatkan risiko terkena penyakit infeksi menular seperti HIV.
Kekhawatiran ini menjadi latar belakang Dharma Wanita di SMA Negeri 2 Mataram mengadakan Sosialisasi Pencegahan Pernikahan Dini usia Remaja yang diadakan pada hari Sabtu (11/03/2023) di Ruang Meeting SMAN 2 Mataram dan diikuti oleh perwakilan OSIS dan anggota ekstrakurikuler lainnya. Sosialisasi ini dilakukan dengan tujuan memberi edukasi kepada remaja khususnya siswa-siswi SMAN 2 Mataram untuk mencegah pernikahan dini dengan memberi pemahaman tentang dampak dari pernikahan pada usia dini yang dapat merugikan remaja. Sosialisasi ini menghadirkan narasumber Ibu Suci Apriani selaku ketua KPAD. Beliau membuka acara dengan memberikan pengertian bahwa perkawinan anak merupakan perkawinan yang dilakukan oleh seseorang yang berada dibawah umur atau 19 tahun sesuai UUD perkawinan yang berlaku. Beliau berkata bahwa hal ini merupakan suatu bentuk kekerasan kepada anak, karena dapat mencabut 4 hak dasar anak, yakni hak hidup, hak hidup tumbuh kembang, hak mendapatkan perlindungan, dan hak berpatisipasi. Beliau juga memaparkan tentang permasalahan perkawinan dini dengan memberikan informasi terkait penyebab, dampak, dan apa yang bisa dilakukan untuk pencegahan pernikahan dini ini. Dari kegiatan ini diharapkan siswa dan siswi Smanda lebih memahami pentingnya memiliki kesiapan mental dan finansial sebelum memutuskan untuk berumah tangga apalagi di usia muda. Karena menikah bukan hanya perkara acara 1 hari 1 malam, tapi akan berlangsung seumur hidup.
Geelong (01/03/2023) – Pagi yang sedikit mendung di Geelong hari ini, namun semangat peserta untuk mengunjungi Surf Coast Campus tak Surut. Hari ini, Rabu, 1 Maret 2023, rombongan akan bertolak ke Surf Coast Campus dan bertemu dengan siswa siswi kelas 5 yang mengambil mata pelajaran Bahasa Indonesia.
Ibu Debby, Kepala Surf Coast Campus, sudah siap menyambut peserta di Surf Coast Campus dengan Morning Assembly (apel pagi) bersama seluruh siswa kelas 1 s.d. 5. Kegiatan diawali dengan doa bersama dan menyanyikan lagu Indonesia Raya oleh seluruh siswa dan guru yang hadir di ruang assembly. Kemudian siswa kelas 5 memperkenalkan diri dalam Bahasa Indonesia dan menyanyikan lagu sederhana menyapa peserta dari Lombok. “Selamat Pagi, Selamat Pagi!”, mereka bernyanyi penuh semangat. Kegiatan dilanjutkan dengan perkenalan diri oleh seluruh peserta rombongan dari SMAN 2 Mataram dalam Bahasa Inggris.
Siswa Smanda kemudian mendapat kesempatan untuk menampilkan 2 tarian di hadapan seluruh peserta Assembly. Tarian pertama Kembang Kipas dan tarian kedua, Tari rudat. Seluruh penonton terhibur dan senang dengan kehadiran rombongan Smanda. Di akhir pertunjukan seluruh peserta rombongan diberikan bingkisan berupa bendera Australia dan boneka koala yang diserahkan langsung oleh beberapa siswa Surf Coast Campus.
Setelah acara penyambutan, siswa dibagi menjadi 2 kelompok untuk mengikuti pembelajaran musik dan olahraga bersama siswa kelas 4 dan 5. Siswa Surf Cast sangat bersemangat menari, bermain musik dan berolahraga dengan siswa SMAN 2 Mataram. Kegiatan diakhiri dengan menyantap kudapan berupa buah dan roti yang disiapkan oleh staf Surf Coast Campus.
Tepat pukul 11.00, Rombongan bertolak ke Deakin University di Waurn Ponds. Dalam perjalanan rombongan sempat mampir di tempat makan cepat saji untuk menikmati makan siang. Tiba di Universitas Deakin, peserta disambut oleh staf yang langsung menunjukan beberapa fasilitas dan ruang-ruang kelas yang ada di Deakin University.
Siswa peserta dan guru pendamping sangat kagum dengan fasilitas dan budaya perkuliahan di Deakin University. Mereka mengembangkan riset terkait aktifitas fisik bagi mereka yang tertarik dengan dunia olahraga. Deakin percaya bahwa keterampilan bisa dikembangkan melalui sains atau ilmu pengetahuan. Jadi, universitas tidak hanya menyediakan pengembangan bakat alami namun juga bisa mencetak keterampilan tertentu berdasarkan hasil riset dan ilmu pengetahuan.
Kegiatan hari ini diakhiri dengan kembali ke kampus senior CCG. Tepat pukul 15.30, seluruh peserta dijemput oleh host mereka masing-masing. Sungguh pengalaman yang luar biasa. Beberapa siswa peserta sampai mebulatkan tekad akan melanjutkan Pendidikan tinggi mereka di Australia.
Geelong (02/03/2023) – Kamis pagi yang cerah namun suhu 15 derajat celsius menyambut kami di Kampus Senior Christian College Geelong (CCG). Seluruh peserta dan guru pendamping sudah berkumpul di kelas Bahasa Indonesia tepat pukul 08.50. Kegiatan hari ini akan dilaksanakan selama sehari penuh di Kampus Back Creek; kampus di mana siswa kelas 9 Middle School CCG melakukan praktek lapangan selama 5 pekan.
Tepat pukul 09.00 kami menaiki bus sekolah yang dikemudikan pak Mark. Perjalanan menuju ke Kampus Back Creek memakan waktu sekitar 60 menit. Sepanjang perjalanan kami menikmati hamparan lahan pertanian dan peternakan yang ada di sekitar Geelong. Tak terasa rombongan tiba di halaman parkir Back Creek.
Ibu Kim, Kepala Kampus Back Creek, memberi briefing singkat kegiatan peserta di Kampus.
Seorang guru pendamping Back Creek menyambut kami dengan hangat dan memastikan kami mengenakan sepatu bot/sepatu khusus untuk area perkebunan. Tidak lupa kami diminta memakai jaket tambahan karena suhu yang semakin dingin dan cuaca yang sedikit berangin.
Peserta dipandu menuju ke ruang penerimaan tamu yang langsung tergabung dengan dapur di mana siswa kelas 9 melakukan aktifitas memasak selama mereka tinggal di Back Creek. Ibu Kim, Kepala Kampus menawarkan seluruh peserta untuk menikmati kopi atau teh hangat. Hari ini adalah hari terakhir kelompok siswa laki-laki kelas 9 dari Middle School CCG mengikuti kegiatan praktek lapangan. Salah satu ketua grup, John, memperkenalkan diri dan mulai bercakap-cakap dengan seluruh peserta.
Sekitar 20 menit kemudian, Ibu Kim meminta seluruh peserta keluar ruangan dan memberikan briefing singkat kegiatan hari ini. Siswa kelas 9 CCG diminta memimpin grup dan menjelaskan kegiatan rutin mereka dari pagi hingga siang hari. Hal pertama yang dilakukan adalah memberi makan beberapa binatang ternak dan peliharaan yang ada di Back Creek. Terdapat beberapa ekor marmut, ayam, kambing dan domba yang ada di lokasi pagi itu.
Peserta dari SMAN 2 Mataram berebut untuk memegang marmot, memberi makan kambing dan Ayam serta mengatur domba-domba agar tetap berada di dalam area kandang mereka. Kegiatan sederhana namun sangat bermakna karena siswa secara langsung melakukan kegiatan merawat dan memberi makan hewan-hewan yang lucu dan terawat dengan baik.
Kegiatan kemudian dilanjutkan ke kandang sapi perah. Siswa peserta bermain bersama beberapa ekor sapi kecil yang senang menjilati tangan peserta. Sedikit geli, namun peserta suka dengan pengalaman baru ini. Kegiatan memerah sapi sayangnya tidak dapat dilakukan peserta karena setiap hari, sapi diperah tepat puul 05.00 pagi dan susu hasil perahan akan didistribusikan sekitar pukul 09.00-10.00. Namun, peserta tetap dapat melihat ruang dimana sapi-sapi tersebut diperah susunya dan secara langsung memegang beberapa alat yang digunakan untuk membantu prosesnya.
Fasilitas tempat perah susu sapi di Kampus Back Creek
Sebelum waktu makan siang, seluruh peserta diajarkan cara membelah batang-batang kayu dengan kapak yang disediakan di area perkebunan. Kayu-kayu ini akan digunakan untuk menyalakan alat pemanas air yang ada di Back Creek. Jika peserta kelas 9 lupa menyalakan mesinnya, maka tidak ada air hangat untuk mereka nikmati selama tinggal di sana.
Peserta dari SMAN 2 Mataram sangat antusias dan mencoba memecah beberapa batang kayu. Hasil potongan mereka langsung dimasukkan sendiri ke dalam tungku mesin pembakaran. Kemudian mereka menikmati hangatnya air yang dihasilkan dari pembakarann kayu tersebut.
Tibalah waktunya makan siang. Seluruh makan siang dipersiapkan oleh siswa kelas 9. Ada sosis yang terbuat dari sayur-sayuran bagi mereka yang vegetarian, dan ada juga sosis yang terbuat dari daging sapi. Kemudian beberapa lapis roti tersedia dengan sayur-sayuran lain sebagai isianya. Peserta dengan lahap menyantap hidangan yang disediakan. Kegiatan dilanjutkan dengan membuat roti panggangan yang dibaluri dengan selai hasil produksi Kampus Back Creek. Sungguh hari yang menyenangkan. Belajar berkebun, bertani, beternak dan mempersiapkan bahan-bahan makanan langsung dari perkebunan untuk dinikmati bersama.
Tepat pukul 14.00, rombongan peserta bertolak menuju ke kampus senior CCG. Tampak seluruh peserta tertidur sepanjang perjalanan karena mengikuti kegiatan seharian di Kampus Back Creek. Sungguh pengalaman yang tak terlupakan!
Foto bersama di lobby depan Kampus Highton. Tampak siswa SMAN 2 Mataram berbaur dengan siswa dari Kampus Highton dan Bellarine
Geelong (06/03/2023) – Senin pagi ini kegiatan peserta diawali dengan membuat kartu ucapan terima kasih untuk keluarga angkat atau host family masing-masing. Selama kurang lebih 1 jam, peserta menulis ucapan terima kasih dan menghias kartunya seindah mungkin. Kemudian peserta menyelipkan foto mereka masing-masing.
Kegiatan awal pekan ini akan dipusatkan di Middle School, lebih tepatnya Highton Campus. Siswa kelas 7- 9 belajar di kampus ini. Setelah selesai menulis dan menghias kartu ucapan, peserta bersama-sama berjalan menuju kampus Highton yang memang lokasinya tidak terlalu jauh dari Kampus Senior. Hal ini dilakukan juga agar peserta tahu budaya dan aturan berjalan kaki di jalan raya sekaligus menikmati lingkungan yang bersih dan indah di sepanjang jalan Waurn Ponds.
Persiapan penari Kembang Kipas
Siswa tiba di kampus Highton sekira pukul 10.00. Setibanya di sana, siswa perempuan dan laki-laki yang akan mempertunjukkan tarian mempersiapkan diri memakai kostum tari mereka. Nampaknya di lokasi sudah ada 3 orang siswa kelas 9 yang menyambut peserta dan menggunakan pakaian adat nusantara. Mereka terlihat cantik sekali.
Yang lebih mengejutkan, ada 3 siswa perempuan kelas 7 yang sudah siap menggunakan pakaian adat Aceh dan direncanakan akan mempertunjukkan tarian di depan peserta dari SMAN 2 Mataram dan tamu undangan. Pukul 11.00 Peserta digiring ke Chapel atau gereja kecil yang ada di dalam kampus Highton. Acara penyambutan resmi kampus Highton kepada 17 peserta dari SMAN 2 Mataram resmi dimulai.
Siswa kelas 7 Kampus Highton yang akan menarikan tari Aceh dalam acara sambutan resmi di chapel Highton
Kegiatan dibuka dengan doa dan tarian selamat datang oleh ketiga siswi kelas 7. Kemudian pemutaran video sambutan yang telah dipersiapkan oleh guru, staf dan siswa kampus Highton. Kepala Kampus Highton, pak Adam, memberi sambutan dalam 2 bahasa, Indonesia dan Inggris sehingga seluruh peserta dapat merasakan atmosfer Indonesia yang kental dalam ruangan. Pidato balasan dari SMAN 2 Mataram disampaikan oleh Pak Gunawan dan diterjemahkan oleh Pak Ihdzar.
Acara kemudian dilanjutkan dengan tukar menukar cendera mata dari kedua sekolah. Tiba saatnya penampilan dari peserta SMAN 2 Mataram. Siswa perempuan menarikan tarian Kembang Kipas dan siswa laki-laki menarikan Tari Rudat. Semua orang merasa gembira dengan sambutan yang begitu hangat dari masyarakat kampus Highton. Akhirnya, seluruh peserta acara sambutan menuju lobby depan sekolah dan melakukan foto grup.
Setelah acara sambutan dan foto grup, peserta dibagi ke dalam kelompok-kelompok kecil terdiri dari 5 orang dan segera bergabung ke 3 kelas Bahasa Indonesia bersama siswa kelas 8 dan 9 dari kampus Highton dan Kampus Bellarine. Siswa SMAN 2 Mataram merasakan langsung suasan belajar bersama saudara-saudara mereka dari CCG. Ada yang belajar di kelas, ada yang belajar di luar kelas, dan ada yang belajar melalui permainan tradisional di lapangan sekolah.
Guru-guru pendamping juga tidak lepas dari kegiatan di kampus Highton. Pak Gunawan dan Pak Ihdzar mendapat tantangan bermain bulu tangkis melawan kepala Highton, Pak Adam dan Wakil Kepala Sekolah CCG, Pak Scott, di auditorium olahraga Highton. Tim Indonesia menang atas tim Australia dengan skor tipis 21-23.
Kegiatan satu hari penuh di Highton berakhir dengan santap siang makanan Indonesia dan sambal cabai khasnya. Seluruh peserta SMAN 2 Mataram dan guru pendamping melakukan foto bersama di area belakang kampus Highton. Rombongan pun berjalan bersama kembali menuju kampus senior dan mengakhiri kegiatan seru dan menyenangkan hari ini tepat pukul 15.30 waktu Geelong.