SMAN 2 Mataram (29/08/2023) – Dihadiri oleh 4 orang Caketos, 7 orang Anggota Komisioner KPKO, 4 orang Bawaspilketos, masing-masing 2 orang Tim Sukses Caketos, dan lebih kurang 40 anggota OSIS baru Tahun Pelajaran 2023/2024, Rapat Pleno Penetapan Pemenang Pilketos 2023 dilaksanakan setelah proses KBM berakhir di ruang pertemuan SMAN 2 Mataram.
Ketua Bawaspilketos, Bapak H. Shohib Masykuri, S.Pd.I. membuka rapat pleno dan dilanjutkan oleh laporan Sekretaris Bawaspilketos, Bapak Ihdzar Azizi, S.Pd., M.A. TESOl., terkait pelaksanaan Pilketos 2023 yang secara umum berlangsung baik dan lancar.
Selanjutnya Komisioner KPKO yang terdiri dari Ketua, Sekretaris dan 6 anggota membacakan hasil penghitung suara Pilketos 2023 dari TPS 01 dan 02. Hasil penghitungan di TPS 01 dan 02 secara berurutan adalah: Caketos nomor urut 1 memperoleh 117 dan 113 suara, Caketos nomor urut 2 memperoleh 355 dan 257 suara, Caketos nomor urut 3 memperoleh 29 dn 43 suara, dan Caketos nomor urut 4 memperoleh 45 dan 75 suara. Jumlah suara tidak sah di TPSm 01 dan 02 secara berurutan adalah 23 dn 22 suara, sehingga total suara sah dan tidak sah di TPS 01 adalah sebanyak 569 suara, dan di TPS 02 sebanyak 510 suara. Total pemilih yang memberikan hak pilihnya pada pilketos 2023 kali ini adalah sebanyak 1079 orang atau sekitar 81,56% dari total keseluruhan siswa di SMAN 2 Mataram.
Sebelum KPKO mengesahkan hasil penghitungan suara, masing-masing Caketos dan Tim Sukses diberikan kesempatan untuk mengajukan keberatan atau protes dari proses dan hasil Pilketos 2023. Setelah diberikan kesempatan, seluruh Caketos dan Tim Suksesnya tidak ada yang mengajukan keberatan dan menerima hasil penghitungan suara yang dilaporkan oleh KPKO.
Dengan demikian, Caketos nomor urut 2 atas nama Muhammad Naufal Putra Setyawan dari kelas XI.F.SAINKES.1 resmi dinyatakan sebagai pemenang Pilketos tahun 2023 dan menjadi Calon Ketua OSI periode Tahun Pelajaran 2023/2024 yang akan dilantik menjadi Ketua OSIS pada Senin 4 September 2023.
Di akhir acara, Ketua KPKO, Natasya Aulia Putri dan Caketos terpilih, menandatangani Surat Keputusan Penetapan Ketua OSIS Terpilih nomor: 002/PAN.PILKETOS/KPKO/SMAN.02/VIII/2023. Selamat Caketos nomor urut 2!
Jumat, 6 Oktober 2023, SMAN 2 Mataram memperingati Kelahiran atau Maulid Nabi Muhammad SAW. Kegiatan Maulid tahun ini terasa berbeda karena untuk pertama kalinya, SMAN 2 Mataram mengaitkannya dengan tradisi perayaan yang biasa dilaksanakan masyarakat Sasak di Lombok yakni dengan membawa “dulang penamat”. Kepala SMAN 2 Mataram, Abdul Kadir Alaydrus, S.P., M.Pd. menjelaskan bahwa perayaan dengan mengaitkan dengan tradisi Islami ini dimaksudkan untuk menumbuhkan kecintaan pada Nabi sekaligus mengenalkan dan memperkuat tradisi Islami yang telah ada dan mendarah daging dalam masyarakat.
Peringatan Maulid menghadirkan dua narasumber, yakni L. Ibrahim, S.Pd., M.H. (Kepala Bidang Kebudayaan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTB) serta Prof. Dr. TGH. Maimun Zubair, M.Pd. (dosen dan Guru Besar Fakultas Ushuluddin UIN Mataram). Kabid Kebudayaan Dikbud NTB dalam sambutannya menekankan pentingnya siswa mengenal adat dan tadisi, misalnya adat budaya Sasak. “Adat berkaitan dengan nilai-nilai positif dalam budaya dan tradisi, sehingga orang yang beradat akan selalu bersikap baik, memperhatikan etika, dan akan selalu saling menghargai”, ujarnya. Beliau memberi contoh, Gendang Beleq sebagai adat yang bila dilakukan dengan memperhatikan ketertiban umum akan menjadi adat yang baik. Di sisi lain, Kecimol yang dilakukan di jalan raya dan mengganggu ketertiban umum, bukanlah adat, melainkan perbuatan yang tidak menghargai kepentingan masyarakat. Beliau juga memberikan contoh bagaimana adat dalam keluarga yang harus diperhatikan dan ditumbuhkan agar keluarga tetap utuh, harmonis, dan penuh kebahagiaan. Dalam kaitannya dengan tradisi Maulid di Lombok, ditekankan bahwa tradisi Maulid ini adalah tradisi yang baik, tradisi Islami yang menjadi milik masyarakat Islam dan harus terus dipelihara.
Prof. Dr. TGH. Maimun Zubair, M.Pd, dalam ceramahnya menekankan dua hal, yakni pentingnya bersholawat kepada Nabi dan tantangan kaum milineal yang harus dihadapi dengan meneladani Nabi Muhammad SAW sebagai solusi. Guru Besar UIN Mataram ini menjelaskan bahwa Allah dan para malaikat bersholawat kepada Nabi, padahal derajat Allah SWT yang Maha Pencipta, jauh lebih tinggi daripada Nabi SAW. Kalau Allah SWT saja bersholat pada Nabi Muhammad, maka mestinya kita sebagai umat beliau, yang derajat kita jauh di bawah Nabi, sangat wajar untuk bersholawat kepada Nabi Muhammmad SAW. Kecintaan kepada Nabi harus dimulai dari hati, sehinnga untuk mencintai Nabi ‘tidak perlu dalil’, cukup dengan mencintai dengan hati sepenuh hati. Bersholawat pada Nabi akan dapat mengantarkan seseorang untuk masuk syurga Allah SWT.
Dalam konteks kekinian, Prof. Maimun menjelaskan empat fenomena yang harus diwaspadai siswa sebagai kaum milenial. Pertama, show off yakni sikap atau perilaku pamer, yang selalu ingin menunjukkan atau memamerkan diri ke publik terutama melalaui media sosial. Sikap ini menjadi berbahaya karena kaum milineal selalu ingin mendapat perhatian dan pujian dan seolah tidak lagi ingin punya privacy. Hal yng diinginkan adalah terkenal, tanpa memedulikan cara yang ditempuh untuk terkenal. Kedua, nomophobia (no mobile phobia), yaitu ketakutan untuk beraktivitas sehari-hari tanpa gadget atau berada jauh dari ponselnya. Kaum milinela memiliki ketergantungan yang sangat besar pada ponsel dan media sosial sehingga kaum melilenial merasa rugi kalua jauh dari ponsel. Ketiga, phubbing yakni sikap kaum milenial yang asyik denganm ponsel atau gadget dan mengabaikan orang lain atau lingkungan di sekitanya. Keempat adalah adanya efek keyakinan bahwa di ponsel semua informasi yang dibutuhkan dapat diperoleh dengan sangat mudah. Hal ini membuat kaum mileal menjadi malas berliterasi, malas membaca, malas mendapatkan informasi-informasi dari sumber-sumber lain.
Rasulullah SAW memebrikan solusi untuk menghadapi empat masalah tersebut yang pada pokoknya adalah membatasi diri dan mengatur penggunaan ponsel dengan penuh kesadaran. Dalam konteks keislaman, mendekatkan diri pada keraian majelis taklim adalah solusi dan menyepi dengan melakukan sholat malam adalah solusi lainnya. Membaca Al-Quran secara teratur dan istiqomah juga menjadi salah satu alternatif.
Peringatan Maulid Nabi yang dipusatkan di halaman tengah Smanda tersebut juga dirangkai dengan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) tema 1 “Bangunlah Jiwa dan Raga”. Karakter sehat jiwa dalam menghayati nilai-nilai keagamaan serta kolaborasi dan gotong royong dalam tim kelas merupakan karakter-karalter yang ingin diperkuat dalam kegiatan ini, selain karakter religius.
Memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-95, 28 Oktober 2023, Darma Wanita UP SMAN 2 Mataram mengadakan kegiatan terbilang unik, yakni Lomba Memasak Antarkelas. Dikatakan unik karena pemuda-pemudi (baca: siwa-siswa) sebagai milenal pada saat ini mungkin jarang yang menggeluti ‘dunia masak-memasak’. Gagasan DW Smanda melaksnakan kegiatan ini bukan tanpa alasan. Ketua DW Smanda, Ny. Syarifah Wahidah Alaydrus menjelaskan bahwa lomba ini dihajatkan sebagai pelaksanaan program pemerintah provinsi NTB mengatasi stunting. “Darma Wanita diminta oleh pemerintah NTB melalui Dinas Dikbud untuk perperan aktif membantu pemerintah mengatasi stunting. Kegiatan Lomba Memasak hanya salah satu di antara beberapa program Darma Wanita Smanda menunjang program tersebut. Kebetulan ini perbarengan dengan perayaan Hari Sumpah Pemuda dan Kompetisi Literasi (KompLit) Smanda 2023, sehingga kita kaitkan lomba ini dengan perayaan tersebut”, imbuh beliau.
Ny. Syarifah Wahidah Alaydrus mengapresiasi antusisme siswa mengikuti lomba ini. Beliau mengatakan tidak menduga bahwa siswa sangat bersemangat dan bergembira dalam lomba memasak. Hal ini nampak dari kerja sama siswa: mereka bahu membahu menyiapkan segala sesuatu yang dibutuhkan, menunjukkan karakter kerja sama dan bertanggung jawab. “Luar biasa semangat mereka. Saya sangat menikmati suasana lomba ini. Mereka antusis. Bahkan ada yang mearik, yakni anggota tim semuanya siswa laki-laki”, ungkapnya. Selanjutnya, beliau menambahkan bahwa masakan itu kemudian dinikmati siswa bersama teman-teman sekelas siswa. Walaupun sebenarnya panitia lomba membatasi biaya untuk lomba, namun ada kelas yang memasak dalam jumlah banyak agar dinikmati bersama. Hal ini juga baik karena masih ada siswa kita yang belum proporsional antara usia dan berat badan mereka.
Koordinator loma memasak yang juga pengurus DW Smanda, Dra. Karsinah menjelaskan beberapa kriteria penilaian lomba, diantaranya berbahan ikan atau telur, maksimal biaya adalah seratus ribu rupiah, tiap tim kelas diwakili 3 siswa, dan peserta harus menuliskan bahan, proses dan deskripsi hasilnya. “Ini sekaligus melatih siswa membuat laporan berdasarkan kegiatan nyata yang dilakukan. Aspek literasi jadi masuk juga selain melatih siswa untuk mandiri dalam memasak”, ujar guru mata pelajaran Sejarah ini.
Lomba menjadi lebih meriah karena juga dihadiri oleh Kepala Cabang Dinas Dikbud Mataram-Lomba Barat beserta beberapa pengurus Darma Wanita Malomba. Mereka hadir langsung untuk menyaksikan model penerapan program kerja DW Smanda dalam mengatasi stunting sekaligus ikut memberikan penilaian terhadap hasil masakan siswa Smanda.
SMAN 2 Mataram meneruskan kerja sama dengan Kantor Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat. Penandatanganan naskah kerja sama dilakukan oleh Kepala SMAN 2 Mataram, Abdul Kadir Alaydrus, S.P., M.Pd. dan Kepala Kantor Bahasa Nusa Tenggara Barat, Dr. Puji Retno Hardiningtyas, S.S., M.Hum hari Senin, 30 Oktober 2023 di Ruang Pertemuan SMAN 2 Mataram. Acara tersebut dihadiri oleh sekitar 20 guru Smanda, perwakilan siswa, dan 3 orang dari Kantor Bahasa NTB.
Dalam sambutannya, Abdul Kadir Alaydrus, S.P., M.Pd. menjelaskan bahwa kerja sama ini telah lama direncanakan karena SMAN 2 Mataram terus mengupayakan peningkatan literasi dan numerasi, baik untuk guru maupun siswa. Hal itu berkaitan dengan upaya peningkatan pengetahuan dan daya nalar sekaligus menunjang peningkatan nilai rapor pendidikan yang aspek-aspek penilaiannya berkaitan dengan literasi dan numerasi tersebut. Kerja sama ini juga secara khusus menyasar siswa program Twin School dan Insan Cendekia.
Kepala Kantor Bahasa Nusa Tenggara Barat, Dr. Puji Retno Hardiningtyas, S.S., M.Hum menyambut baik kerja sama dalam bidang kebahasaan dan kesastraan ini. Ia mengatakan bahwa Kantor Bahasa memiliki kewajiban untuk memfasilitasi peningkatan kesadaran, pemahaman, dan penggunaan Bahasa Indonesia di semua kalangan, termasuk kalangan siswa. Secara khusus, beliau menekankan persiapan pelatihan Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing (BIPA) yang nanti akan didalami bersama siswa program Twin School. Ia juga menyampaikan program inovasi Mandalika-Desa Wisata Literasi (Mandalika-Dewisali) yaitu Desa Wisata Jeruk Manis, Sikur, Kabupaten Lombok Timur dan Desa Wisata Bonjeruk Kabupaten Lombok Tengah. Dalam mendukung desa wisata literasi ini Kantor Bahasa yang akan memfasilitasi pelatihan penggunaan Bahasa Indonesia dan bahasa asing untuk melayani wisatawan asing yang datang ke desa tersebut. Berkaitan dengan layanan UKBI, Puji Retno Hardiningtyas mengatakan bahwa UKBI dilaksanakan gratis untuk siswa, sedangkan untuk guru dalam jumlah terbatas akan ada UKBI gratis saat Hari Guru.
Dalam naskah kerja sama yang ditandatangani tercantum kesepakatan melakukan kerja sama dalam pelaksanaan TOEFL Preparation Class, Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI) Adaptif Merdeka, Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) di Desa Wisata, dan dukungan kegiatan pengembangan literasi didasari asas manfaat bagi kedua belah pihak.
Dalam rangka semakin menguatkan pelaksanaan Kurikulum Merdeka, SMA Negeri 2 Mataram terus melakukan upaya peningkatan kompetensi guru dan tenaga kependidikan. Kali ini dilakukan Workshop Pemanfaatan Platform Merdeka Mengajar dan Asesmen. Kegiatan ini dilakukan hari Senin-Rabu, 6-8 November 2023 setelah pelaksanaan pembelajaran efektif diikuti semua guru SMAN 2 Mataram dan pegawai ASN.
Kepala SMAN 2 Mataram, Abdul Kadir Alaydrus, S.P., M.Pd dalam sambutannya menyampaikan latar belakang pelaksanaan kegiatan ini. Ia menjelaskan bahwa kondisi nyata menuntut guru untuk selalu meningkatkan kompetensi. Data menunjukkan bahwa pemanfaatan PMM oleh guru Smanda belum maksimal. Di sisi lain, hasil tes psikologi juga belum menjadi acuan utama pelayanan pembelajaran siswa. Kondisi-kondisi tersebut mendorong pihak sekolah untuk memperbaiki kondisi dengan menyiapkan guru dan tenaga kependidikan dari aspek pengetahuan dan keterampilan.
Workshop kali ini dibuka oleh Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTB, Jaka Wahyana. Dalam sesi penyampaian materi, Jaka Wahyana, S.Pd. memberikan analogi menarik berkaitan dengan bagaimana guru harus menyesuaikan diri dengan kondisi siswa zaman sekarang. Dengan menganalogikan warga pendatang yang harus menyesuaikan diri dengan warga asli atau warga setempat, beliau menegaskan bahwa guru adalah pendatang poada masa kini dan siswalah yang menjadi pemiliki atau ‘penduduk asli’ zaman ini. Oleh karenanya, guru harus menyesuaikan diri dengan siswa dan zaman mereka. Di samping itu, ia menekankan pentingnya mendidik siswa mengikuti ‘manual atau buku panduan’ dari pencipta siswa atau manusia, yakni mendidik siswa berpedoman pada kitab suci agama-agama.
Terdapat tiga materi pokok dalam workshop yang dilaksanakan dengan pola in-on-in ini. Hari pertama diisi materi Pemanfaatan Platform Merdeka Mengajar (PMM). Narasumber materi ini adalah Samsul Fahrozi, Captain belajar.id Nusa Tenggara Barat. Narasumber menyampaiakn materi-materi pokok tentang pentingnya pemanfaatan berbagai fasilitas yang disiapkan pemerintah termasuk PMM, konten-konten PMM, serta cara pemanfaatannya. Peserta langsung mempraktikkan pemanfaatan PMM, misalnya cara mengunduh bahan ajar, cara memanfaatkan asesmen, cara memanfaatkan modul ajar, dan cara melaksanakan pelatihan mandiri. Hari kedua diisi dengan lanjutan materi PMM khususnya yang berkaitan dengan Pelatihan Mandiri. Materi kemudian dilanjutkan dengan Pengisian SKP yang dipandu koordinator PKG dan PKB SMAN 2 Mataram, Drs. H. Bambang Indrato. Materi ini penting karena sebagaian guru masih belum menyelesaikan pengisian SKP sampai bulan Oktober 2023. Di hari ketiga, workshop diisi materi pemanfaatan hasil asesmen bakat dan minat untuk pembelajaran. Materi disampaikan oleh Drs. Kristian Pake Seko, Pengawas SMA di Cabang Dinas Dikbud Mataram-Lombok Barat yang juga ahli dalam tes psikologi. Materi ini sangat menarik bagi peserta karena narasumber langsung menunjukkan data hasil tes psikologi siswa kelas X dengan berbagai variasi hasil tes yang menantang guru untuk mengelaborasi data tersebut. Guru mengaitkan hasil tes dengan kondisi siswa yang dilihat sehari-hari lalu membahasnya bersama narasumber.
Gunawan, M.Pd. selaku Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum selanjutnya memberikan penguatan tentang pemanfaatan hasil asesmen psikologi, bakat, dan minat untuk menentukan mata pelajaran pilihan siswa di fase F. Ia menjelaskan bahwa pemilihan mata pelajaran pada prinsipnya diserahkan sepenuhnya kepada minat siswa. Sekolah memfasilitasi minat siswa dengan memberikan pertimbangan-pertimbangan pada siswa termasuk hasil asesmen psikologi mereka. Guru Matematika ini juga mengemukakan permasalahan selama ini yang dihadapi dalam kaitannya dengan mata pelajaran pilihan dan ‘penjurusan atau pembagian kelas’. Persoalan utama yang dihadapi sekolah justru dalam kaitannya dengan keinginan orang tua. “Sebagian orang tua memiliki kecenderungan ‘memaksakan keinginan’ pada anak dan sekolah untuk mengikuti kelas atau jurusan yang menurut orang tua sesuai dengan kondisi anaknya. Padahal keinginan orang tua tersebut acapkali bertentangan dengan minat anak”, paparnya. Menghadapi situasi seperti ini, beliau menjelaskan bahwa untuk mengambil keputusan yang tidak merugikan anak, sekolah akan mengundang orang tua untuk membahasnya bersama guru BK, siswa, dan wali kelas.
Workshop selama tiga hari ini dirasakan manfaatnya oleh para guru. Salah seorang guru senior, Dra. Hasinah Martini, mengungkapkan bahwa materi kegiatan kali ini memberikan tambahan wawasan, misalnya tentang pemanfaatan PMM. “Sebelum workshop ini saya tidak begitu mendalami kurikulum merdeka termasuk PMM sebagai pendukungnya. Namun setelah kegiatan ini saya lebih memahami dan ingin memanfaatkan fasilitas PMM untuk mendalami kurikulum merdeka serta penerapan dan pelaksanaannya.” Berkaitan dengan pemanfaatan asesmen psikologi untuk mendukung pembelajaran, Wakasek Kesiswaan SMAN 2 Mataram, Lalu Iskandar, S.Pd. mengungkapkan bahwa hasil asesmen pasikologi yang ada semestinya dimanfaatkan secara tepat untuk melayani dan mengembangkan potensi-potensi siswa. “Elaborasi bersama narasumber menguatkan pemahaman kita bahwa siswa-siswi kita memiliki keunikan, kelebihan, potensi yang terkadang lepas dari pencermatan kita. Guru harus memanfaatkan data hasil asesmen psikologi untuk memaksimalkan pembelajaran berbasis murid”, ujar guru mapel Fisika ini.
Semangat SMAN 2 Mataram (Smanda Mataram) untuk menginternalisasi tema Peringatan Hari Kemerdekaan ke-78 Republik Indonesia tahun 2023 yakni ‘Terus melaju untuk Indonesia maju’ tampak dari keikutsertaan Smanda mengikuti rangkaian kegiatan perayaan momen bersejarah tersebut. Memasuki bulan Agsutus 2023 berbagai kegiatan diikuti seluruh keluarga besar Smanda, baik yang dilaksanakan oleh Kantor Gubernur NTB melalui Dinas Dikbud NTB, Kantor Cabang Dinas Dikbud Mataram-Lombok Barat, maupun yang dilaksanakan dalam lingkungan internal Smanda. Kepala SMAN 2 Mataram, Abdul Kadir Alaydrus, S.P., M.Pd. menjelaskan bahwa peristiwa kemerdekaan Republik Indonesia merupakan peristiwa monumental yang harus terus diingat, dipatri dalam hati, dan nilai-nilainya harus terus diinternalisasi dalam diri setiap generasi. Momen tersebut harus menjadi penyemangat seluruh aktivitas warga SMAN 2 Mataram.
Beberapa kegiatan dilakukan Keluarga Besar Smanda dalam Peringatan Hari Kemerdekaan Ke-78 Republik Indonesia tahun ini.
Upacara Peringatan Hari Kemerdekaan Ke-78 Republik Indonesia
Upacara Peringatan Hari Kemerdekaan Ke-78 Republik Indonesia merupakan puncak dari seluruh rangkaian acara perayaan Kemerdekaan Indonesia tahun 2023. Upacara dilaksanakan dengan hikmad di halaman SMAN 2 Mataram, diikuti seluruh warga Smanda. Selaku Pembina Upacara adalah L. Iskandar, S.Pd. (Wakasek Kesiswaan), menggantikan Kepala Sekolah yang mengikuti upacara di Kantor Gubernur Nusa Tenggara Barat. Dalam kesempatan ini, L. Iskandar membacakan Teks Pidato Gubernur NTB yang antara lain menekankan pada ajakan untuk melaju bersama menggelorakan semangat perjuangan, memberikan kontribusi sesuai bidang masing-masing untuk daerah dan negara, serta memupuk optimisme serta kolaborasi membangun masa depan gemilang bagi Nusa Tenggara Barat. Pelaksana upacara sepenuhnya oleh Paskib Smanda yang dibina Dra. Nuraini. Sedangkan lagu-lagu kebangsaan dan nasional dilantunkan dengan merdu bersemangat oleh Tim Paduan Suara Darma Wanita SMAN 2 Mataram.
Menjadi Bagian Petugas Pelaksanaan Upacara Bendera di Kantor Gubernur NTB, Kantor Walikota Mataram, dan Kantor Dikbud NTB
Paduan Suara SMAN 2 Mataram yang dibina oleh Dra. Hj. Nurlaila dan Drs. Petrus Lexy mendapat kepercayaan sebagai regu penyanyi dalam Upacara Peringatan Hari Kemerdekaan Ke-78 Republik Indonesia di Kantor Gubernur Nusa Tenggara Barat. Kepercayaan yang diberikan Pemerintah Provinsi NTB ini tidal lepas dari penampilan tim padus yang sangat apik dan baik selama ini. Sementara itu, 4 siswa anggota Paskib mendapat kehormatan mengibarkan bendera di Kantor Walikota Mataram, serta 3 lainnya di Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Nusa Tenggara Barat. Menurut Pembina Paskib Smanda, Dra. Nuraini, terpilihnya anggota Paskib tersebut merupakan sebuah kebangaan, kehormatan, dan juga merupakan hasil dari latihan keras dan rutin yang dilakukan anggota Paskib Smanda selama ini.
Lomba-Lomba di Sekolah
Kemeriahan perayaan Hari Kemerdekaan ditandai pula dengan aneka lomba yang diikuti siswa, guru, dan pegawai Smanda. Aneka lomba yang dilaksanakan untuk siswa antara lain lomba makan kerupuk, estafet paku sedotan, estafet balon kerupuk, tarik tambang, dan lomba fotografi antarkelas bertema kecintaan pada Indonesia. Selain lomba meriah gembira tersebut, dilaksanakan pula lomba yang mengasah ketajaman berpikir dan berargumen logis, yakni Lomba Debat Bahasa Indonesia. Lomba dibuka secara remsi oleh KepalaSMAN 2 Mataram, Abdul Kadir Alaydrus, S.P., M.Pd, yang ditandai pemukulan gong pada tanggal 16 Agustus 2023.
Mengikuti Lomba Gerak Jalan
Semangat Smanda sangat tampak pada Lomba Gerak Jalan yang dilaksanakan KCD Dikbud Mataram Lombok Barat, hari Ahad, 13 Agustus 2023. Dalam lomba yang mengambil rute Islamic Centre – Halaman Kantor Gubernur NTB tersebut Smanda menyertakan grup Darma Wanita UP Smanda yang bergabung dengan DW beberapa sekolah, grup guru dan pegawai (puteri) Smanda, serta grup siswa putera dan puteri. Aneka variasi gerak menarik diperagakan semua grup dan menarik perhatian para penonton serta juri. Latihan yang hanya beberapa hari tidak menyurutkan semangat mereka untuk tampil maksimal. “Demi Indonesia!”, kata mereka.
Mengikuti Gerak Jalan Santai
Gerak jalan santai juga menjadi bagian perayaan HUT Kemerdekaan yang diikuti lebih dari 200 siswa Smanda yang didampingi beberapa kepala sekolah, wali kelas, dan tim kesiswaan. Kegiatan yang dilaksanakan hari Jumat, 11 Desember 2023 tersebut juga diinisiasi oleh KCD Dikbud Mataram Lombok Barat.
Rangkaian kegiatan yang diikuti tersebut menunjukan semangat Keluarga Besar SMAN 2 Mataram untuk menjadikan peringatan Hari Kemerdekaan RI sebagai momentum untuk menumbuhkan semangat mengoptimalkan pelayanan pendidikan, mewujudkan visi dan misi untuk mencapai tujuan pendidikan. Internalisasi nilai-nilai perjuangan dan kemerdekaan akan menjadi sumber energi positif untuk melaju menuju Smanda Unggul, NTB Gemilang, dan Indonesia Maju.
“Salah satu inti Kurikulum Merdeka adalah pembelajaran yang berbasis pada siswa. Hal itu bermakna keseluruhan proses pendidikan hendaknya perpusat pada kebutuhan siswa. Untuk memahami kebutuhan dan potensi siswa, sangat penting untuk terlebih dahulu mengetahui bakat dan minat mereka.” Demikian ungkap Kepala SMAN 2 Mataram, Abdul Kadir Alaysdrus, S.P., M.Pd. ketika sekolah ini akan menyertakan siswanya dalam Asesmen Bakat dan Minat (ABM) yang dilaksanakan oleh Balai Pengelolaan Pengujian Pendidikan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (BP3 Kemendikbud Ristek). Beliau kemudian menjelaskan bahwa Asesmen Bakat dan Minat adalah tes yang mengukur potensi setiap peserta didik untuk memprediksi kemampuan dan ketertarikannya di bidang-bidang tertentu. Potensi yang dimaksud berkaitan dengan bidang pendidikan maupun pekerjaan. “Kita menginginkan sekolah, orang tua, dan siswa sendiri benar-benar memahami bakat dan mintanya, sehingga pendidikan yang dilaluinya sesuai dengan bakat dan minat tersebut, dan hal itu akan berkaitan dengan bagaimana mereka menyiapkan masa depan mereka,” imbuh beliau.
Wakil Kepala Sekolah Bisang Kurikulum SMAN 2 Mataram, Gunawan, S.Pd., M.Pd. menjelaskan secara teknis pelaksanaan Asesmen Bakat dan Minat. “Sekolah kita telah meyiapkan diri setelah mendapatkan informasi dari kementerian. Kita mengambil waktu periode kedua tanggal 13-16 November 2023, dan tanggal tersebut kita juga telah melaksanakan sosialisasi dan simulasi.” Berkaitan persiapan dan pelaksanaan, Gunawan menjelaskan bahwa oleh karena ABM 2023 dilaksanakan dengan tes berbasis komputer secara online (CBT Online) maka sekolah menyiapkan sarana dan prasarana pendukung serta tim kecil pelaksana kegiatan. ABM 2023 di SMAN 2 Mataram dilakukan dalam beberapa sesi setiap harinya. Hal itu berkaitan dengan ketersediaan ruangan dan juga untuk memberikan kesempatan kepada semua siswa kelas 12 mengikuti tes ini.
Selanjutnya, senada dengan kepala sekolah, Gunawan menjabarkan bahwa Asesmen Bakat Minat merupakan tes yang berfungsi mendeteksi bakat yang dimiliki seseorang dan kecenderungan minatnya. Bakat dan minat peserta didik ini akan dipetakan berdasarkan sejumlah aspek yang terukur. ABM tidak sama dengan tes prestasi yang mengukur level kemampuan akademik. Sebab, Asesmen Bakat Minat tidak dirancang mengikuti silabus mata pelajaran tertentu. Kualitas jawaban dalam ABM akan bergantung pada daya nalar peserta tes.
Memperhatikan Juknis Asesmen Bakat Minat 2023, Asesmen Bakat Minat 2023 dipilah menjadi dua macam tes yakini tes bakat dan tes minat. Tes bakat terdiri atas 140 butir soal yang harus dikerjakan maksimal selama 120 menit. Terdapat 7 subtes dalam asesmen bakat, yakni verbal, kuantitatif, penalaran, figural, mekanikal, penggunaan bahasa, dan klerikal. Selanjutnya, tes minat tersaji dengan 108 butir soal yang harus dikerjakan paling lama 30 menit. Tes ini setidaknya terbagi menjadi 3 aspek, yakni minat dasar, minat metodis, dan minat praktis.
Asesmen Bakat Minat (ABM) kelas 12 merupakan program Kemdikbudristek. Pelaksanaan ABM melibatkan Balai Pengelolaan Pengujian Pendidikan Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan. Tujuan Asesmen Bakat dan Minat (ABM) adalah mengumpulkan informasi tentang potensi murid di bidang-bidang tertentu berdasarkan sejumlah aspek yang terukur. Informasi tadi akan disampaikan kepada murid, sekolah, dan orang tua/wali sehingga bisa menjadi petunjuk untuk pengembangan diri setiap peserta didik. Dengan adanya petunjuk yang jelas, proses pengembangan diri peserta didik akan lebih terarah dan terencana. Hasil Asesmen Bakat dan Minat dapat membantu peserta didik saat akan memilih jenjang pendidikan yang lebih tinggi (semisal kuliah) atau mengembangkan potensi di lingkungan dan situasi baru.
Dimintai komentarnya tentang kreikutsertaan dalam Asesmen Bakat dan Minat, salah seorang siswa, Cheryl Nathania Salsabila mengatakan bahwa ia mendapatkan pengalaman baru berkiatan dengan model tes minat yang diikuti. “Model tes minat berbeda dengan yang kami kenal selama ini. Barangkali karena memang bukan dimaksudkan untuk mengetes kemampuan kademik siswa.” Siswa kelas XII Mipa-1 ini juga menyatakan tes bakat maupun minat ini akan membantu siswa menentukan pilihan ke perguruan tinggi. Alasannya, selama ini banyak siswa yang tidak memahami atau belum menyadari bakat dan minat mereka yang sebenarnya. Dengan mengetahui hasil tes ini, siswa akan terbantu menentukan pilihan jurusan di jenjang pendidikan selanjutnya.
Narkoba dan kekerasan adalah musuh bersama yang harus dijauhi. Hal itulah yang terus disuarakan dari, oleh, dan kepada warga SMAN 2 Mataram. Oleh karena itu pulalah, SMAN 2 Mataram memberi kesempatan kepada siapaun atau pihak manapun yang ingin memberikan kontribusi bagi tercapainya tujuan dan tekad selalu menjauhkan warga Smanda dari ancaman narkoba dan tindak kekerasan.
Pada pertengahan November 2023, BNN Provinsi NTB melalui Bapak Irfan M. Noor, mendatangi SMAN 2 Mataram untuk menyampaikan program Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba Berbasis Sekolah. Setelah komunikasi intensif disepakati waktu dan bentuk kegiatan yang akan dilakukan di sekolah, yakni Apel Pagi Smanda Antinarkoba dan Antikekerasan. Senin, 20 November 2023, SMAN 2 Mataram kegiatan tersebut diwujudkan. Barat. Tim BNN Provinsi Nusa Tenggara Barat dipimpin oleh Kepala Bidang Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat, Drs. H. Nur Rachmat, Apt. mewakili Kepala BNN NTB. Apelpagi pun dilaksanakan. Acara inti apel pagi tersebut adalah: (1) Pembacaan Ikrar Pelajar NTB Antinarkoba dan Antikekerasan, (2) Amanat Pembina Apel tentang sikap antinarkoba, dan (3) menyanyikan Mars BNN secara bersama-sama.
Pembacaan Ikrar Pelajar NTB Antinarkoba dan Antikekerasan dilakukan oleh Alfian Ananta Asis, Siswa SMAN 2 Mataram yang menjadi Duta Pelajar Nusa Tenggara Barat 2023. Pembacaan ikrar kemudian diikuti seluruh siswa Smanda yang berjumlah 1.320 orang. Pembacaan ikrar ini menunjukkan tekad seluruh siswa SMAN 2 Mataram untuk menjauhi narkoba dan tindak kekerasan, baik di sekolah maupun luar sekolah.
Sebagai Pembina Apel, Drs. H. Nur Rachmat, Apt. mengawali amanat dengan menjelaskan latar belakang pentingnya kehadiran BNN ke sekolah-sekolah, yakni kasus terbaru narkoba yang melibatkan 19 siswa di sebuah SMA negeri di NTB. Mereka, berdasarkan pemeriksaan BNN, positif menggunakan narkoba. Drs. H. Nur Rachmat, Apt. menekankan agar kasus seperti ini jangan sampai terjadi lagi. Oleh karenanya beliau menggarisbawahi dan menekankan beberapa hal yang harus dilakukan oleh sekolah dan siswa untuk mencegah dan menjauhkan siswa dari narkoba, menjadi sekolah yang bebas dari narkoba. “Sekolah harus mendengarkan keluhan-keluhan masalah siswa. Suara siswa harus didengar. Selanjutnya, OSIS dan ekstrakurikulerharys difasilitasi untuk dapat melakukan kegiatan positif. Sekolah juga harus melakukan kolaborasi dengan berbagai pihak untuk bergerak bersama mencegah penyalahgunaan narkoba”, ujarnya.
Selanjutnya, Kepala Bidang Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat BNN NTB ini menekan tiga hal yang harus dilakukan siswa. Pertama, mengembangkan self regulation, yakni regulasi diri yang memungkinkan siswa mengontrol diri, mengendalikan emosi, sera menyalurkan emosi dan potensi pada aktivitas-aktivitas positif. Self regulation sangat penting dimiliki siswa karena dengan memiliki sikap ini jika suatu saat siswa menghadapi masalah, siswa tidak akan lari kepada narkobakarena mereka tahu bahwamenggunakan narkoba bukanlah jalan keluar, melainkan malah akan mendatangkan masalah baru. Kedua, mengembangkan self-awareness yakni kemampuan individu untuk bisa mengidentifikasi dan memahami dirinya secara utuh, baik dari sifat, karakter, emosi, perasaan, pikiran dan cara adaptasi dengan lingkungan. Sifat ini akan berkaitan dengan assertiveness yaknikemampuan siswa untuk mengutarakan secara langsung apa yang diinginkan dan tidak diinginkan kepada orang lain secara tegas. Kata kuncinya adalah bagaimana mengkomunikasikan kebutuhan pribadi dengan tegas namun tetap menghargai orang lain. Sikap ini akan memungkinkan siswa menolak secara tegas jika ada yang mencoba menawarinya narkoba. Ketiga mengembangkan reaching out yakni kemampuan untuk meningkatkan ‘keterhubungan’ dengan orang lain. Jika siswa menghadapi ada tekanan yang menyebabkan dorongan untuk mencoba narkoba, siswa harus memanfaatkan komunikasi dengan orang yang dipercaya untuk berbagi dan bercerita, misalnya dengan guru, guru BK, orang tua, dan sahabat yang selalu berpikir positif.
Menyanyikan Mars BNN merupakan rangkaian berikutnya dari apel pagi tersebut. Dengan mengikuti Tim Padus Smanda, semua siswa bersama-sama menyanyikan mars tersebut dengan penuh semangat. Acara diakhiri dengan pemberian kenangan atau bingkisan dari BNN NTB kepada keluarga besar Smanda.
Kepala SMAN 2 Mataram, Abdul Kadir Alaydrus, S.P., M.Pd., menyampaikan apresiasi tinggi kepada BNN Provinsi NTB yang telah memberikan eduksi kepada semua siswa. “Program BNN NTB dengan masuk ke sekolah-sekolah kita rasakan memberikan dampak positif dalam upaya menumbuhkan kesadara siswa untuk menjauhkan diri dari narkoba. Sekolah memang tidak bisa berjalan sendiri. Sangat perlu adanya kolaborasi dan dukungan pihak lain untuk membangun kesadaran siswa untuk menjga keselamatan dirinya dari bahaya narkoba, karena narkoba bukanlah masalah kecil dan local melainkan maslaah besar dan global. Jadi, sekali lagi, terima kasih kepada BNN Provnsi NTB. Saya berharap BNN NTB juga nanti akan masuk ke sekolah-sekolah lain sehingga NTB akan aman dari narkoba karena generasi mudanya sadar akan bahaya zat aditif tersebut,” pungkas beliau.
Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat, melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Nusa Tenggara Barat menyelenggarakan Indonesia Education Career Festival (IECA FEST) 2024. Kegiatan ini dimaksudkan untuk membagikan informasi dan memberikan wawasan kepada para siswa kelas XII untuk memilih perguruan tinggi sesuai dengan minat mereka. Hal ini dimungkinkan karena IECA Fest memberikan kesempatan kepada 20 perguruan tinggi untuk memaparkan berbagai program unggulan lembaga mereka.
SMAN 2 Mataram menjadi salah satu di anatara 5 lokasi penyelenggaraan di Pulau Lombok. Kepala Dinas Dikbud NTB, Dr. H. Aidy Furqan, M.Pd. dalam pembukaan kegiatan menyampaikan agar semua peserta memanfaatkan kesempatan ini untuk mempertimbangkan pilihan perguruan tinggi yang akan dimasuki. Kegiatan ini harus maksimal dimanfaatkan untuk mendapatkan informasi lengkap tentang perguruan tinggi yang diinginkan. Beliau juga menyampaikan agar setelah kegiatan ini, siswa mengomunikasikan dengan orang tua tentang pilihan perguruan tinggi dan jurusan yang dimasuki agar ketika mengikuti pendidikan tinggi tersebut akan dapat berjalan dengan sukses.
Sementara itu, Kepala SMAN 2 Mataram, Abdul Kadir Alaydrus, S.P., M.Pd., menyampaikan bahwa seluruh siswa kelas XII SMAN 2 Mataram mengikuti kegiatan ini. “Alhamdulillah, siswa-siswi kita antusis mengikuti kegiatan ini, bukan hanya karena informasi yang diterima dalam IECA Fest ini penting, melainkan juga karena mereka dapat bertemu dan membersamai siswa-siswa dari sekolah lain di Lombok Barat yang hadir di SMAN 2 Mataram”, tutur beliau. Memang, kegiatan di SMAN 2 Mataram ini diikuti lebih dari 1000 siswa dari SMAN 2 Mataram (432 siswa)dan SMA-SMA lain dari Kabupaten Lombok Barat, yakni SMAN 1 Lembar (85), SMAN 3 Lembar (30), SMAN 1 Sekotong (50), SMAN 1 Gerung (100), SMAN 2 Gerung (30), SMAN 1 Kuripan (85), SMAN 1 Kediri (30), SMAN 1 Lingsar (100), SMAN 1 Labuapi (50), dan SMAN 2 Labuapi (50).
Koordinator kegiatan di SMAN 2 Mataram, Lalu Iskandar, S.Pd. menjelaskan persiapan dan pelaksanaan kegiatan. Ia menuturkan bahwa sejak ditunjuk oleh Dinas Dikbud NTB sebagai pelaksana IECA Fest, SMAN 2 Mataram mempersiapkan berbagai hal untuk menyukseskan kegiatan. “Kami menyiapkan 18 ruangan dan lokasi pameran agar dapat memfasilitasi kegiatan ini sampai sukses. Kami bertekad mendukung kegiatan yang memang bermanfaat untuk anak-anak kita dan anak-anak NTB untuk mendapat pendidikan jenjang tinggi.”
Para peserta festival menyambut baik kegiatan ini. Mereka mengatakan mendapatkan informasi yang lebih lengkap mengenai beberapa perguruan tinggi. Namun demikian, terselip harapan besar agar di tahun mendatang Dikbud NTB mengundang perguruan tinggi ternama. Siswa kelas XII Mipa-1 SMAN 2 Mataram, Muhammad Firqie Putra Priambodo, misalnya menyampaikan harapan agar PTN-PTN ternama dapat diundang dalam kegiatan di tahun mendatang, misalnya Univesitas Indonesia, Universitas Gadjah Mada, ITB, IPB, Airlangga, juga Universitas Mataram.
Rangkaian kegiatan IECA Fest diakhiri di Hotel Vaganza Mataram, Sabtu 20 Januari 2024. Siswa kelas XII juga menghadiri kegiatan tersebut didampingi para wali kelas XII serta Kepala SMAN 2 Mataram, Abdul Kadir Alaydrus, S.P., M.Pd.
SMA Negeri 2 Mataram – Sabtu, 24 Februari 2024, tepat pukul 08.00 WITA, 38 siswa the Twin School Class (TSC) dan 5 guru pendamping SMAN 2 Mataram dilepas oleh Wakil Kepala Sekolah bidang Kesiswaan, Lalu Iskandar, S.Pd., menuju lokasi Field Study Tahun 2024. Kegiatan Field Study adalah kegiatan lapangan di mana peserta program TSC mengaplikasikan hasil belajar mereka di luar kelas khususnya keterampilan Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia Bagi Penutur Asing termasuk observasi lingkungan belajar, interview dan interaksi dengan masyarakat sekitar, mengambil data, dan melaporkan hasil temuan mereka di lapangan.
Pada tahun 2024 ini, TSC bekerjasama dengan Kantor Bahasa Provinsi NTB mengunjungi sebuah desa wisata yang merupakan mitra Kantor Bahasa dalam pengembangan implementasi Bahasa Indonesia untuk Penutur Bahasa Asing, yaitu Desa Wisata Bilebante Kediri , Lombok Barat. Hal ini sejalan dengan salah satu tujuan program TSC yaitu pertukaran jangka pendek (short-term program) di mana siswa sekolah kembar SMAN 2 Mataram, Christian College Geelong Victoria Australia, akan tinggal dan belajar budaya dan Bahasa Indonesia bersama siswa SMAN 2 Mataram/TSC. Kegiatan Field Study kali ini dirancang sebagai evaluasi awal kegiatan pembelajaran di kelas dan sebagai pra-aktivitas dan gladi/latihan sebelum siswa TSC menerima kunjungan saudara kembar mereka dari Australia.
Dalam kegiatan ini, peserta program dibagi menjadi 3 kelompok terdiri dari 12-13 orang. Setibanya di lokasi, peserta langsung mendapat welcome drink dan snacks berupa kopi/teh, jamu dan jajanan tardisional khas Lombok, kue serabi. Makanan, jami dan minuman ini adalah hasil produksi warga desa Bilebante. Setelah menikmati kudapan, peserta langsung melakukan kegiatan ice-breaking bersama pengelola desa Wisata Bilebante. Grup C yang diketua Muhammad Faiq, berhasil membawa Timnya Juara dalam kegiatan tersebut.
Setelah itu, peserta dibagi Kembali ke dalam 2 kegiatan; pertama, mengitari keindahan desa Bilebante dengan cidomo, sepeda dan ATV, dan kedua, wisata desa berjalan kaki melihat peternakan sapi, tanaman traditional yang digunakan untuk obat-obatan dan sayur-mayur serta melihat kebun herbal. Peserta yang berjalan kaki tiba lebih dahulu di Desa Pancingan yang memiliki area pemancingan, danau, panggung pertunjukkan, beberapa beruga dan pohon besar yang membuat suasan lebih alami.
Peserta kemudian melanjutkan kegiatan di kebun herbal. Di sini, peserta diperlihatkan beraneka ragam jenis tanaman yang dirawat dan dimanfaatkan sebagai tanaman obat. Pesertapun antusias bertanya mengenai jenis dan khasiat tiap-tiap tanaman. Menutup kunjungan di kebun herbal, peserta diberikan tantangan menanam benih pohon yang telah disediakan pengelola di sekitar area kebun. Grup A, B dan C berlomba-lomba menanam benih pohon sebanyak-banyaknya.
Tepat pukul 10.30 WITA, seluruh peserta berkumpul di area beruga desa Pancingan. Kali ini mereka mendapat ilmu membuat wadah kue tradisional, cerorot. Ketiga grup ditantang membuat wadah dengan cepat, tepat dan rapih. 3 warga desa menemani setiap grup menyelesaikan tugas mereka. Setelah wadah selesai, mereka mendapat ilmu membuat kue cerorot. Peserta sangat antusias melihat dan mencoba langsung proses pembuatan kue cerorot.
Tak terasa waktu makan siangpun tiba. Peserta menikmati suasana hutan yang masih alami dan menikmati santap siang di area berkumpul. Sebagian peserta menunaikan ibadah sholat Dzuhur. Tepat pukul 13.30 Wita, peserta beramai-ramai menikmati cerorot hasil masakan mereka sambil menikmati hiburan lagu-lagu dari salah satu siswa TSC, Ni Made Meivi Karina N., yang memiliki suara yang sangat merdu.
Kegiatan di Bilebantepun diakhiri tepat pukul 14.00 WITA. Peserta berkumpul di aula desa dan melakukan sesi foto bersama. Ketua Program Twin School, Ihdzar Azizi, mengatakan kegiatan hari ini sangat bermanfaat dan bermakna bagi siswa TSC. Mereka bisa belajar dan langsung mempraktekkan penggunakaan Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia Bagi Penutur Asing kepada warga dan salah satu sukarelawan asal Prancis yang mengajar Bahasa Inggris di sana. Dia menambahkan, kegiatan serupa akan dilaksanakan pada bulan Maret 2024 dengan membawa saudara kembar dari CCG Australia. “Siswa TSC nanti akan menjadi pemandu bagi saudara-saudaranya dari Australia dan akan berbagi infromasi mengenai bahasa dan budaya, khususnya di Bilebante Lombok Barat.”
Rombongan pesertapun menikmati sisa waktu akhir pekan yang indah menuju kawasan Ekonomi Kreatif Kuta Mandalika. Disana siswa mendapaat kegiatan outbound yang dipimpin Bapak Herman. Kegiatan pun dilanjutkan dengan penyerahan hadiah bagi grup pemenang lomba dan tantangan selama kegiatan Field Study berlangsung. Grup A dinyatakan sebagai pemenang, sementara grup C dab B meraih juara 2 dan tiga. Selamat ya Farrel dan kawan-kawan!
Sebelum bertolak Kembali ke Mataram, peserta mampir untuk menunaikan sholat Azhar di Masjid Agung Nurul Bilad. Peserta dan guru pendampingpun tiba tepat pukul 18.00 WITA di SMA Negeri 2 Mataram. Di akhir kegiatan, peserta diinggatkan Kembali untuk membuat laporan kegiatan Field Study kali ini secara digital dalam bentuk digital wall-magazine dua Bahasa yang akan menceritakan seluruh keseruan kegiatan yang telah mereka lalui!
Tahun 2023 menjadi salah satu tahun yang akan diingat warga SMAN 2 Mataram dalam hal prestasi akademik. Bagaimana tidak, salah satu siswanya, Kalfin Jefwin Setiawan Gultom, mewakili Provinsi Nusa Tenggara Barat ke Olimpiade Sains Nasional pada mata pelajaran Matematika yang akan dilaksanakan di Bogor, Jawa Barat, tanggal 27 Agustus – 2 September 2023.
Kesukaan pada Matematika, aku Kalfin, dimulai sejak Sekolah Dasar. Guru Matematikanya di SDK Cakranegara memberikannya soal-soal yang ‘seru’ dan itu membuat Kalfin kecil senang menyelesaikan soal-soal tersebut. Apalagi soal itu berkaitan dengan konteks nyata dengan model soal cerita. Kesukaan itu terus berlanjut di SMP sehingga ia sempat ikut kegiatan olimpiade, namun keluar setelah beberapa kali pertemuan. Ia menyeriusi olimpiade saat bergabung dengan kelompok olimpiade Matematika di SMAN 2 Mataram. ‘Ngobrol’ dan diskusi dengan kakak kelas di olimpiade membuatnya ‘lebih asyik’ dan membuatnya betah di kegiatan olimpiade. Bimbingan guru membuat siswa kelas XII IPA-1 tahun pelajaran 2023/2024 ini lebih terarah fokus mengerjakan soal-soal latihan olimpiade.
Pembimbing Kalfin di SMAN 2 Mataram, Ilhami Sukmaningsih, S.Si. mengakui bahwa Kalfin memiliki daya nalar dan logika yang kuat. Hal itu menjadi modal dan kekuatan utama Kalfin dalam menyelesaikan soal-soal olimpiade. Kekuatan lagika itulah yang membuatnya memilih Kalfin untuk mewakili SMAN 2 Mataram di olimpiade tingkat Kota Mataram dan Provinsi NTB ketika ia kelas X (tahun pelajaran 2021/2022). “Saat itu formasi olimpiade adalah 5 orang persekolah. Saya hanya memiliki 3 anggota kelas XI sehingga saya berkoordinasi dengan guru-guru Matematika Smanda mencari bibit-bibit yang bisa memperkuat Tim Olimpiade Matematika Smanda. Kami menemukan dua siswa kelas X yakni Kalfin dan Adrian. Setelah saya tes, mereka memiliki nalar yang kuat sehingga saya ikutkan mereka mewakili SMAN 2 Mataram pada KSN Kota Mataram tahun 2022. Mereka berdua lolos ke KSNP bersama satu siswa kelas XI”, ujar alumni Fakultas MIPA Universitas Mataram.
Kegagalan menembus tingkat nasional tahun 2022 justru memicu semangat Kalfin untuk makin bersungguh pada KSNP 2023. Dari SMAN 2 Mataram, tahun ini hanya Kalfin yang lolos ke KSNP (Provinsi) dan yang hebat adalah Kalfin bisa lolos ke tingkat Nasional. Sekali lagi, tutur Ilhami, kekuatan nalar menjadi modal utama Kalfin. “Di olimpiade, tidak hanya kekuatan pemahaman materi dan rumus yang diutamakan, melainkan juga kekuatan logika. Hal itu dimiliki Kalfin”, ujar guru yang mengawali karier pengabdiannya sebagai guru honorer di SMAN 2 Mataram tahun 2016 ini. Ilhami pun menyampaikan kisah menarik ketika ditanya persiapan diawal keikutsertaan Kalfin KSN 2023. Saat itu, kisah Ilhami, dalam pertemuan awal di ruang kepala sekolah (waktu itu dijabat Drs. H. Arofiq, M.M), kepala sekolah menanyakan persiapan semua tim olimpiade Smanda. Kalau tim olimpiade lain menyatakan siap 70 atau 80 persen, Kalfin menjawab polos bahwa persiapannya hanya 40 persen. “Jawaban itu mengagetkan kepala sekolah. Tapi Kalfin memang polos dan jujur mengukur kemampuannya saat itu. Saya pun sebenarnya merasa bahwa kami belum begitu siap. Tetapi saya percaya pada kemampuan nalar Kalfin, dan kepercayaan itu yang terus mendorong saya menyertainya dalam tahap-tahap persiapan berikutnya”, pungkas guru yang baru dua tahun membimbing olimpiade Matematika Smanda ini.
Sementara itu, Kepala SMAN 2 Mataram, Abdul Kadir Alaydrus, S.P., M.Pd., menyatakan rasa syukur dan kegembiraan yang luar biasa atas prestasi Kalfin. “Saya menyampaikan rasa bangga dan syukur atas prestasi ananda Kalfin, karena dia tidak hanya mewakili SMAN 2 Mataram melainkan mewakili Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat dan semua siswa di Nusa Tenggara Barat di ajang Olimpiade Sains Nasional. Saya juga berharap akan muncul Kalfin-Kalfin lain yang akan mengharumkan Smanda dan NTB di tingkat nasional”, ujar mantan guru Fisika yang baru menjabat sebagai Kepala SMAN 2 Mataram pada pertengahan Juli 2023 ini. Untuk mencapai hal itu, beliau mengemukakan stategi yang akan dilakukannya adalah memperkuat aspek internal dengan koordinasi dan kolaborasi sehingga potensi-potensi guru akan lebih kelihatan dan guru-guru inilah yang diharapkan akan jeli melihat potensi-potensi siswa yang barangkali selama inni belum terdeteksi. “Kita akan terus bergerak melakukan koordinasi dan menyiapkan aspek-aspek pendukung, sehingga kita juga nanti akan menciptakan situasi yang memungkinkan siswa-siswa kita menjadi siswa yang pintar, kreatif, dan smart seperti yang diinginkan Gubernur NTB melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTB”, tutur mantan Kepala SMAN 2 Gerung ini.
Caketos Pilketos 2023 foto bersama Bawaspilketos. Ki-Ka: Ihdzar Azizi, Baiq Indrya Aulia Zahrani, Baiq Vivia Gilda Callista, Lalu Iskandar, Muhammad Naufal Putra Setyawan, Rizwanda Pratama, Yulidar Anisa Fitri, Muammar Zaidy A.
𝐒𝐌𝐀 𝐍𝐞𝐠𝐞𝐫𝐢 𝟐 𝐌𝐚𝐭𝐚𝐫𝐚𝐦 – Bertempat di ruang pertemuan SMAN 2 Mataram, Sabtu 19 Agustus 2023, empat Calon Ketua OSIS (Caketos) SMA Negeri 2 Mataram, Baiq Indrya Aulia Zahrani (XI.SAINKES.3), Baiq Vivia Gilda Callista (XI.SOSTEK.1), Muhammad Naufal Putra Setyawan (XI.SAINKES.1), dan Rizwanda Pratama (XI.SAINTEK.1) menghadiri Rapat Pleno Terbuka Pengundian dan Penetapan Nomor Urut Calon Ketua OSIS SMAN 2 Tahun 2023. Dua orang perwakilan tim sukses (timses) dari setiap caketos hadir dalam rapat tersebut dan telah mendaftarkan secara resmi caketos yang mereka usung. Hadir juga dalam kesempatan kali ini, Badan Pengawas Pemilihan Ketua OSIS (Bawaspilketos) dari unsur Pembina OSIS dan Tim Kesiswaan, Komisi Pemilihan Ketua OSIS (KPKO) dari unsur OSIS kelas XII, dan seluruh anggota OSIS baru Tahun Pelajaran 2023/2024 sejumlah 50 orang.
Rapat Pleno dipimpin langsung oleh Ketua dan Sekretaris Bawaspilketos, Bapak Lalu Iskandar, S.Pd. dan Ihdzar Azizi, M.A. TESOL., serta Ketua dan Sekretaris KPKO, Natasya Aulia Putri (XII.MIPA.1) dan Baiq Chayla Nakeisha (XII.MIPA.1). Rapat diawali dengan pembukaan dan pengantar dari Ketua Bawaspilketos yang sekaligus mewakili Kepala SMAN 2 Mataram. Beliau berpesan agar dalam pelaksanaan Pilketos 2023 semua unsur yang terlibat bekerja sesuai tugas pokok dan aturan yang ditetapkan oleh KPKO agar perhelatan Pilketos Tahun 2023 berjalan lancar. Beliau manambahkan, siapapun yang terpilih nantinya, diharapkan mampu menjalankan tugas dan amanah dengan sebaik-baiknya dan memberikan kontribusi yang lebih baik dari kepengurusan sebelumnya.
Caketos Baiq Indrya Aulia Zahrani (XI.SAINKES.3) dan perwakilan Tim Sukses.Baiq Vivia Gilda Callista (XI.SOSTEK.1) dan perwakilan Tim Sukses.
Acara dilanjutkan dengan pembacaan tata tertib pengundian nomor urut dan penandatanganan berita acara tata-tertib. Tepat pukul 14.30 WITA, kegiatan pengundian dilaksanakan. Dipimpin langsung oleh Ketua KPKO, pengambilan nomor urut dilakukan oleh Caketos sesuai urutan abjad nama depan masing-masing. Dalam pengundian tahun 2023 ini, Dua orang Caketos laki-laki, Rizwanda Pratama dan Muhammad Naufal Putra Setyawan, masing-masing mendapat nomor urut satu dan dua. Sementara itu, dua Caketos perempuan, Baiq Vivia Gilda Callista dan Baiq Indrya Aulia Zahrani, secara berurutan mendapat nomor urut tiga dan empat.
Muhammad Naufal Putra Setyawan (XI.SAINKES.1) dan perwakilan Tim Sukses.Rizwanda Pratama (XI.SAINTEK.1) dan perwakilan Tim Sukses
Kegiatan pengundian diakhiri dengan penandatanganan Pakta Integritas Komitmen Caketos bahwa dalam setiap tahapan Pilketos Tahun 2023, seluruh Caketos dan timsesnya akan mengikuti dan melaksanakan semua proses dengan tertib dan aman. Seluruh dokumen penetapan kemudian disahkan oleh Ketua dan Komisioner KPKO SMAN 2 Mataram. Prosesi dilanjutkan dengan foto bersama Caketos dengan nomor urut masing-masing serta pembacaan Surat Keputusan penetapan nomor urut, pembacaan tata tertib Kampanye Mandiri, dan ketentuan Debat Terbuka oleh Ketua dan Sekretaris KPKO.
Empat Calon Ketua OSIS Periode Kepengurusan 2023/2024 siap bersaing secara sehat dalam PILKETOS Tahun 2023!
Kampanye Pilketos Tahun 2023 sendiri akan berlangsung selama 1 pekan mulai Senin 21 Agustus 2023 dan akan diakhiri dengan Debat Terbuka pada Sabtu 26 Agustus 2023 yang akan disiarkan secara langsung melalui kanal Youtube dan Instagram SMAN 2 Mataram/OSIS SMAN 2 Mataram.