SMAN 2 MATARAM MENJADI LOKASI PENELITIAN MAHASISWA UNESA DALAM PROGRAM PKKM MANAJEMEN PENDIDIKAN 2024

Program Kampus Merdeka (MBKM) yang diluncurkan oleh Kementrian Pendidikan, Kebuidayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) membawa perubahan besar bagi mahasiswa di perguruan tinggi di seluruh Indonesia. Salah satu program unggulannya yaitu Program Kompetensi Kampus Merdeka (PKKM), kini tengah dilaksanakan di SMAN 2 Mataram yang menjadi lokasi bagi mahasiswa Univeristas Negeri Surabaya untuk mengembangkan penelitian sekaligus memberikan kontribusi nyata dalam manajemen pendidikan. Pada tahun 2024 Program Studi S1 Manajemen Pendidikan UNESA telah mengirimkan mahasiswa semester 7 untuk mengikuti program PKKM di SMAN 2 Mataram. Program ini merupakan merupakan magang riset untuk dapat mengembangkan kompetensi mahasiswa serta memberikan kontribusi langsung pada pengelolaan pendidikan di sekolah. Skema Ekstensifikasi Kapasitas Riset Mahasiswa (EKRM) dan Ekstensifikasi Kapasitas Studi Independen Mahasiswa (EKSIM), mahasiswa terlibat dalam berbagai kegiatan yang memberikan dampak siginifikan bagi sekolah serta pengembangan karir mahasiswa.
Mahasiswa Universitas Negeri Surabaya Menerapkan Ilmu Manajemen Pendidikan di SMAN 2 Mataram, lima mahasiswa Program Studi S1 Manajemen Pendidikan yaitu Bayu Caesar Dian Pratama, Daryati Dewi Nur Nadila, Revi Rahmadian Pramesti, Sabrina Fitri Jasmine, Dan Nibras Khansa Nurjannah. Mahasiswa tersebut dipilih mengikuti program PKKM di SMAN 2 Mataram, mereka bertugas dalam dua area utama yaitu riset pendidikan dan manajemen operasional sekolah. Program ini berlangsung selama tiga bulan, dimulai pada bulan September 2024 – November 2024, serta diharapkan memberikan hasil yang dapat meningkatkan kualitas pendidikan di SMAN 2 Mataram. Melalui program ini mahasiswa memiliki kesempatan untuk mengembangkan keterampilan riset dengan topik-topik pendidikan yang relevan. Riset yang dilakukan oleh mahasiswa difokuskan pada peningkatan kualitas pengajaran, pengelolaan sumber daya pendidikan, dan pengevaluasian kurikulum.
Riset dan kontribusi manajerial di SMAN 2 Mataram mahasiswa UNESA tidak hanya melakukan penelitian tetapi terlibat langsung dalam kegiatan pengelolaan sekolah. Kontribusi yang dilakukan oleh mahasiswa meliputi:
1. Observasi lapangan di Sekolah SMAN 2 Mataram: Observasi lapangan di SMAN 2 Mataram memberikan gambaran nyata terkait pelaksanaan proses pendidikan di lingkungan sekolah menengah atas. Dengan dukungan fasilitas yang sangat memadai, guru kreatif, dan memiliki siswa yang aktif di bidang akademik maupun nonakademik


2. Observasi perpustakaan: perpustakaan sebagai pusat belajar yang mendukung akademik siswa, observasi yang dilakukan oleh mahasiswa UNESA di perpustakaan SMAN 2 Mataram menunjukkan fasilitas memadai, koleksi buku yang beragam, dan program literasi aktif yang mendukung pembelajaran serta meningkatkan minat baca siswa.


3. Observasi program Unggulan The Twin School Class: Program Twin School Class di SMAN 2 Mataram mengungkapkan program ini efektif dalam membangun kolabprasi antar sekolah dalam negeri dan luar negeri. Melalui pertukaran pengetahuan dan budaya, program ini dapat meningkatkan kualitas pendidikan dan mengembangkan wawasan siswa terhadap keberagaman dan kerja sama


4. Magang riset: Magang riset yang dilaksanakan lima mahasiswa UNESA program studi S1 Manajemen Pendidikan di SMAN 2 Mataram memberikan wawasan mendalam tentang manajemen sekolah, observasi dan analisis yang dilakukan mencakup pengelolaan kurikulum, pengelolaan perpustakaan, pengelolaan program unggulan dan fasilitas yang mendukung kegiatan proses pembelajaran

5. Asistensi mengajar: Kegiatan yang dilakukan oleh mahasiswa UNESA dalam asistensi mengajar di SMAN 2 Mataram yaitu memebrikan kontribusi nyata dalam mendukung proses pembelajaran seperti perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran untuk meningkatkan efektivitas pengajaran serta menjadi pengalaman mahasiswa dalam memahami dinamika pendidikan di lapangan yang dilakukan di kelas X, XI, XII


Dampak positif untuk SMAN 2 Mataram dan Mahasiswa. Program PKKM ini membawa banyak dampak positif bagi SMAN 2 Mataram dan juga Mahasiswa UNESA. Bagi sekolah, kehadiran mahasiswa UNESA sebagai bagian dari pengelolaan pendidikan membantu memberikan perspektif baru yang dapat digunakan untuk pengambilan kebijakan pendidikan yang lebih tepat. Sementara itu, bagi mahasiswa, program ini menjadi wadah untuk mengaplikasikan teori yang dipelajari di kampus dalam situasi dunia nyata. Pengalaman magang di SMAN 2 Mataram memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengembangkan keterampilan manajerial dan interpersonal mereka, serta memperkaya pengalaman riset di lapangan. Dengan keterlibatan langsung dalam manajemen pendidikan dan riset, mahasiswa memperoleh wawasan yang lebih luas mengenai tantangan yang dihadapi oleh lembaga pendidikan di tingkat sekolah.
Keterlibatan SMAN 2 Mataram dalam Program PKKM dengan UNESA ini diharapkan tidak hanya memberikan manfaat langsung dalam jangka pendek, tetapi juga membangun hubungan jangka panjang antara perguruan tinggi dan sekolah. Program ini juga menjadi model bagi institusi pendidikan lainnya untuk mengembangkan kolaborasi yang dapat meningkatkan kualitas pendidikan secara nasional. Dengan adanya sinergi antara SMAN 2 Mataram dan UNESA, diharapkan dapat tercipta lebih banyak inovasi dalam bidang pendidikan yang dapat diterapkan di sekolah-sekolah lain, serta menciptakan lulusan yang tidak hanya siap di dunia akademik, tetapi juga memiliki keterampilan praktis yang dibutuhkan di dunia kerja dan masyarakat.
Penulis: Nibras Khansa Nurjannah, Sabrina Fitri Jasmine, Bayu Caisar Dian Pratama, Daryati Dewi Nur Nadila, Revi Dian Pramesti
Sumber: Universitas Negeri Suranbaya dan SMAN 2 Mataram.

























Peringatan Hari Guru Nasional 2024 di SMAN 2 Mataram berlangsung meriah walaupun dalam kondisi sederhana. Acara berlangsung selama dua hari ini, yakni Sabtu, 23 November 2025, dan Senin, 25 November 2024.
Pada hari Sabtu, kegiatan diisi dengan aneka lomba yang menumbuhkan suasana gembira penuh kebersamaan, baik antarguru maupun antara guru dan siswa. Lomba diawali estafet walassiswa, yakni kolaborasi wali kelas dengan siswa binaannya. Siswa menggigit sendok untuk membawa bola pingpong yang kemudian harus dimasukkan ke gelas berisi air. Wali kelas meniup bola pimpong ke beberapa gelas yang tersedia. Tiga siswa lain masuk ke satu sarung dan berlari ke pos berikutnya. Setelah sampai, sarung dibuka lalu dilipat oleh siswa lainnya untuk membawa gelas berisi air. Di pos terakhir, wali kelas menunggu air dalam gelas tersebut untuk ditumpahkan ke dalam botol. Kelas yang botolnya lebih dahulu penuh ditetapkan sebagai pemenang.
Lomba berikutnya adalah sepak bola dangdut antara tim gabungan guru pegawai melawan siswa. Para pemain menggunakan sarung dan pada saat pertandingan berjalan seru, musik dangdut akan menjedakan pertandingan dan pemain harus berjoget bersama.
Lomba estafet tepung mempertandingkan guru-guru antarrumpun mata pelajaran. Delapan guru serumpun duduk berderet ke belakang sambil memegang piring yang akan diisi tepung. Tepung berasal dari guru yang duduk terdepan yang kemudian akan menumpahkannya ke guru di belakangnya dengan posisi membelakangi. Demikian seterusnya sampai peserta yang duduk paling belakang. Tepung dari guru terakhir tersebut akan ditimbang. Tim dengan tepung terberat ditetapkan sebagai pemenang.
Lomba merias wajah dengan mata ditutup menjadi lomba yang lucu dan heboh. Seorang guru perempuan yang matanya ditutup harus merias wajah seorang guru perempuan lainnya dari rumpun mata pelajaran yang sama. Setelah lima belas menit lomba dinyatakan selesai. Pemenang adalah tim dengan riasan terbaik.
Sesi lomba terakhir adalah lomba arisan yang juga mempertemukan guru antarrumpun. Dalam lomba ini, peserta harus menjawa sejumlah pertanyaan atau melakukan gerakan sesuai arahan host, Rike Budiati. Lomba ini terdiri atas beberapa subjenis, seperti eja huruf dalam kata, jawab cepat, tebak kata, tebak gambar, dan jawaban sehati. Suasana meriah dan lucu terjadi saat peserta salah dalam menjawab pertanyaan karena kehilangan fokus.
Puncak perayaan Hari Guru Nasional 2024 di SMAN 2 Mataram adalah pada hari Senin, 25 November 2024. Kegiatan hari itu diawali upacara bendera dengan semua petugas upacara adalah dari guru, termasuk pasukan pengibar bendera. Selaku pembina upacara adalah Kepala SMAN 2 Mataram, Abdul Kadir Alaydrus, S.Pd., M.Pd.
Setelah upacara bendera, dilakukan resepsi yang disi dengan berbagai acara seperti potong tumpeng oleh kepala sekolah dan guru yang akan purnabakti, pelepasan burung merpati oleh kepala sekolah dan guru-guru senior, persembahan lagu dan tari dari tim guru, serta aneka persembahan siswa untuk guru-guru mereka.
Acara di akhiri dengan acara kelas, yakni wali kelas dan siswa binaan melaksanakan acara di kelas masing-masing. 









