Perpustakaan SMAN 2 Mataram mendapatkan prestasi tertinggi di Nusa Tenggara Barat dalam Lomba Perpustakaan Sekolah Jenjang SMA, MA, SMK Tingkat Provinsi Nusa Tenggara Barat Tahun 2024. Penghargaan atas prestasi sebagai juara I tersebut diterima langsung oleh Kepala SMAN 2 Mataram, Abdul Kadir Alaydrus, S.P., M.Pd. dan Kepala Perpustakaan SMAN 2 Mataram, Herlyana Hasyim, M.A. TESOL di Aula Dinas Perpustakaan dan Kearsipan NTB, Kamis, 25 Juli 2024. Penghargaan berupa piagam, plakat, dan uang pembinaan diserakan oleh Plt. Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan NTB, H. Amir, S.Pd., M.M. Hadir juga dalam penyerahan penghargaan tersebut Deputi Bank Indonesia, akademisi perguruan tinggi di Mataram, seluruh Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan kabupaten dan kota di provinsi NTB, dan para kepala sekolah pemenang lomba. Dalam lomba Lomba Perpustakaan Sekolah Jenjang SMA, MA, SMK tahun ini, juara II diraih SMAN 1 Gunung Sari dan juara III diperoleh SMAN 2 Sumbawa Barat.
Kepala SMAN 2 Mataram, Abdul Kadir Alaydrus, S.P., M.Pd menjelaskan bahwa prestasi SMAN 2 Mataram sebagai juara pertama ini merupakan hasil dari kerja keras pihak sekolah, mulai dari kepala sekolah, kepala perpustakaan, pegawai perpustakan, serta guru-guru yang memfasilitasi dan membenahi perpustakaan, dan peran serta siswa yang memanfaatkan perpustakaan sebagai sumber belajar. “Pembenahan perpustakaan sebagai sumber belajar sebenarnya telah kita lakukan sejak sebelum lomba Perpustakaan Sekolah Jenjang SMA, MA, SMK Tingkat Provinsi Nusa Tenggara Barat Tahun 2024. Kita menyadari bahwa peran perpustakaan memang sangat penting dalam mengembangkan pengetahuan, wawasan, dan karakter siswa, sehingga pembenahan dan peningkatan pelayanan di perpustakaan memang menjadi salah satu fokus kita di SMAN 2 Mataram tahun ini. Saat akan mengikuti lomba kita optimalkan lagi pembenahan dan penataan perpustakaan. Kita membenahi sarana dan prasarana penunjang serta meningkatkan kualitas pegawai dan pelayanan perpustakaan,” ujar beliau seraya menyampaikan terima kasih pada semua pihak yang telah berpartisipasi mengembangkan Perpustakaan SMAN 2 Mataram.
Kepala Perpustakaan SMAN 2 Mataram, Herlyana Hasyim, M.A. TESOL menjelaskan bahwa juara I tingkat provinsi Perpustakaan SMAN 2 Mataram akan mewakili NTB ke Lomba Perpustakaan Tingkat Nasional dan termasuk dalam klaster III bersama dengan beberapa provinsi lainnya dari pulau Kalimantan, Sulawesi, dan NTT. Sesuai dengan jadwal, visitasi juri nasional ke SMAN 2 Mataram akan dilaksanakan tanggal 8 Agustus 2024.
Herlyana Hasyim memaparkan berbagai upaya perpustakaan Smanda sehingga bisa meraih prestasi tertinggi di NTB tahun ini. Selain melakukan kegiatan pelayanan rutin, diadakan pula kegiatan peningkatan dan pengembangan baik untuk staf atau pegawai perpustakaan maupun untuk siswa, misalnya kegiatan pelatihan manajemen digital dengan komputer untuk staf, pelatihan pustakasis, lomba mading digital, kompetisi literasi, pelatihan penulisan karya ilmiah, pelatihan Bahasa isyarat, webinar literasi, dan bedah buku.
SMAN 2 Mataram (8/05/2024) – Tahun pelajaran 2023/2024 untuk siswa kelas XII telah resmi berakhir setelah pada tanggal 6 Mei 2024 pengumuman kelulusan dirilis resmi oleh sekolah. 400 siswa kelas XII Angkatan 42 lulus 100 persen dan resmi menjadi Alumni 47 SMAN 2 Mataram.
Kegiatan pisah-lepas kelas XII pun digelar 2 hari setelah pengumuman. Pisah -lepas tahun ini dirangkai dengan pagelaran seni dan budaya dari beberapa ekstrakurikuler SMAN 2 Mataram seperti, Tari Tradisional, Hipobee, Paduan Suara, dan Grup Band sekolah dan alumni 47. Kegiatan pisah lepas diawali dengan sambutan dan kata-kata pelepasan dari kepala SMAN 2 Mataram, Abdul Kadir Alaydrus, S.P., M.Pd. yang memberikan ucapan selamat dan mengucapkan maaf mewakili bapak Ibu guru serta meminta siswa kelas XII yang telah menjadi alumni untuk menjaga nama baik pribadi, keluarga dan sekolah di manapun berada. Kemudian kata-kata pelepasan dan pesan-kesan juga diberikan oleh perwakilan kelas XII oleh Khalisha Aulia Naila (Ketua OSIS demiisoner) dan perwakilan kelas XI oleh M. Naufal Putra Setyawan (Ketua OSIS aktif).
Acara dilanjutkan dengan penyerahan piagam penghargaan dan bingkisan dari siswa-siswi berprestasi. Penghargaan dibuat dalam 3 kategori yaitu prestasi akademik, non akademik dan dedikasi. 15 siswa terpilih berdasarkan prestasi yang mereka raih selama kurang lebih 3 tahun belajar dan berkegiatan di SMAN 2 Mataram.
Berikut nama-nama siswa kelas XII alumni 47 yang masuk kategori berprestasi dan berdedikasi: Berprestasi MIPA: Juara Umum 1: Hawwa Shakila Abida (XII.MIPA.1), Juara Umum 2: Adrian Dwi Mahendra (XII.MIPA.1), dan Juara Umum 3: Alvyan Ananta Asis (XII.MIPA.1). Berprestasi IPS: Juara Umum 1 Meisya Putri Amaria (XII.IPS.1), Juara Umum 2: Claudia Ivana Vivian Tungga (XII.IPS.4), dan Juara Umum 3: Bernadetta Ardhyana Kusu (XII.IPS.1). Berprestasi Akademik dan Non Akademik T.P. 2023/2024: Olimpiade Bidang Studi Matematika: Kalfin Jefwin Setiawan Gultom (XII.MIPA.1), Jurnalistik: Meisya Putri Amaria (XII.IPS.1), Olahraga Aidil Yoga Saputra (XII.IPS.2), dan Sastra & Literasi: Baiq Khairina Mardiyani (XII.MIPA.3). Sementara itu siswa berdedikasi dalam OSIS Demisioner: Ketua: Khalisha Aulya Naila (XII.MIPA.1), Wakil Ketua I: Natasya Aulia Putri (XII.MIPA.1), Wakil Ketua II: Alvyan Ananta Asis (XII.MIPA.1), Sekretaris: Baiq Chayla Nakeisha (XII.MIPA.1), dan Bendahara: Inayah Irsya Rabbani (XII.MIPA.1).
Pisah-lepas kali ini juga dimeriahkan dengan pemilihan King dan Queen Alumni 47 dan beberapa kategori siswa TER (terajin, terdisiplin, termalas, teraktif, tergalak, dan terlucu) dari kalangan siswa kelas XII Angkatan 47. Terpilih melalui voting Angkatan kelas, pemenang Queen atas nama Dinda Rahma Dewi (kelas XII.MIPA.8) dan pemenang King atas nama Edson Miguel Arantes do Nascimento (kelas XII.MIPA.2). King dan Queen terpilih akan menjadi duta Angkatan 47 dan menjadi jembatan penghubung alumni dengan sekolah.
Jelang akhir acara, kepala sekolah secara resmi mengembalikan siswa kelas XII kepada orang tua/wali yang diwakili oleh pengurus Komite SMAN 2 Mataram. Pengurus Komite, menerima dengan penuh hati dan rasa bangga seluruh siswa kelas XII yang telah dibimbing, dibina dan diberikan pelayanan tyerbaik selama 3 tahun menimba ilmu di SMAN 2 Mataram.
Kegiatan diakhiri dengan pisah-lepas dengan wali kelas sekaligus pengalungan Gordon tanda kelulusan siswa kelas XII. Rasa haru dan bangga bercampur aduk di SMAN 2 Mataram. Wali kelas, guru BK dan siswa binaan tidak ingin melewati momen terakhir di sekolah dengan berfoto bersama.
Sukses terus untuk kelas XII alumni 47 SMAN 2 Mataram!
SMAN 2 Mataram (7/05/2924) – Bertempat di SMA Negeri 2 Mataram kegiatan semarak hari Ulang Tahun (HUT) SMA Negeri 2 Mataram ke 47 tahun diawalai dengan jalan sehat tepat pukul 07.00 WITA. Rombongan keluarga besar dilepas secara resmi oleh Kepala SMAN 2 Mataram, Bapak Abdul Kadir Alaydrus, S.P., M.Pd. Rombongan jalan sehat dikomandoi oleh pasukan paskib dan dan diikuti oelh Bapak Ibu guru dan pegawai SMAN 2 Mataram. Sementara itu, seluruh siswa kelas X dan XI mengikuti rombongan dengan memakai kaos atau atribut kelas masing-masing. Selama jalan santai, seluruh peserta dibagikan kupon undian berhadiah yang telah disiapkan oleh panitia. Jeln santai kali ini melewati jalur mengitari sekolah dimulai dari jalan Panji Tilar negara, Jalan Swakarya, Jalan Majapahit, dan Kembali lagi ke Jalan Panji Tilar Negara.
Berbagai rangkaian acara disiapkan untuk menyemarakkan HUT kali ini. Selain undian berhadiah, ada juga hiburan dari beberapa ekstrakurikuler sekolah seperti Paduan suara dan Hipobee. Termasuk juga lomba-lomba menarik bagi guru dan siswa seperti lomba estafet pindah bola, pecahkan balon, balap bakiak dan memindahkankan tepung/papan/sarung yang telah dipersiapkan oleh OSIS SMAN 2 Mataram. Puncak acara HUT ditandai dengan pemotongan tumpeng dan pelepasan burung dara oleh tim manajemen. Bapak ibu guru, pegawai dan siswa kemudian bersama-sama menyanyikan lagu selamat ulang tahun yang menambah kemeriahan acara.
Yang paling menarik, sejak tahun lalu, sekolah juga menyertakan puncak pembelajaran P5 Kurikulum Merdeka yaitu Panen Karya. Tahun ini, siswa kelas X dan XI mendapat kesempatan memamerkan hasil karya P5 mereka di semester genap ini. Hasil karya yang dipamerkan disesuiakan dengan tema P5 antaran lain: tema Berkhebinekaan Global dengan hasil karya miniatur rumah adat dari berbagai daerah di Indonesia dilengkapi dengan deskripsi dalam 2 bahasa (Indonesia dan Asing), tema kewirausahaan dengan hasil karya tote-bag, tema kearifan local dengan hasil karya tarian daerah dan video permainan tradisional, tema bangunlah jiwa raganya dengan hasil karya video senam kreasi, tema suara demokrasi dengan hasil karya simulasi pemilihan umum ketua OSIS dan produk kesenian lain seperti lukisan, fotografi, dan lain sebagainya.
Ulang tahun ke 47 SMAN 2 Mataram tahun ini sangat meriah dan peserta sangat bersemangat mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Semoga di usianya yang ke-47 tahun, SMAN 2 Mataram semakin sukses mencetak lulusan yang berkualitas dan menjadi sekolah unggulan khususnya di provinsi Nusa Tenggara Barat.
Selamat HUT SMAN 2 Mataram ke-47 tahun. Jayalah SMANDA!
Bulan Ramadhan adalah bulan yang istimewa bagi seluruh umat Islam di dunia. Ramadhan penuh keberkahan sehingga kedatangannya selalu ditunggu-tunggu seluruh umat Islam yang bertaqwa. Umat Islam yang berpuasa di bulan Ramadhan dipastikan mendapat banyak keberkahan. Oleh karena itulah, keluarga besar SMAN 2 Mataram setiap tahun menyemarakkan bulan Ramadhan di tengah kesibukan kegiatan pembelajaran di sekolah.
Tahun ini, 1445 H yang bertepatan dengan tahun 2024 M, melalaui panitia yang dibentuk oleh Kepala SMAN 2 Mataram, Abdul Kadir Alaydrus, S.P.,M.Pd., Smanda Mataran mengisi Ramadhan dengan berbagai kegiatan.
Imtaq Pagi
Kegiatan Imtaq Pagi dilaksanakan selama 30 menit yakni dari pukul 07.30 – 08.00 atau 30 menit sebelum kegiatan pembelajaran dimulai. Dalam imtaq pagi ini ada tiga rangkaian acara yakni: (1) pembacaan ayat suci Al-Qur’an secara bersama-sama yang dipandu dari ruang kontrol, (2) pembacaan terjemahan dari ayat –ayat yang sudah dibacakan, dan (3) penyampaiak kultum atau nasihat-nasihat agama. Pembacaan ayat suci Al-Qur’an dilakukan dan dipandu oleh siswa, terjemahannya juga dibaca oleh siswa, sedangkan kultum disampaikan secara bergilir oleh Bapak dan Ibu guru.
Siswa yang nonmuslim juga melaksanakan imtaq dibimbing dan didampingi oleh guru agama masing-masing.
Buka Puasa Bersama
Kegiatan Buka Puasa Bersama dilaksanakan beberapa kali. Buka puasa bersama keluarga besar dilaksanakan 17 Ramadhan 1445 H atau 27 Maret 2024. Pada tahun ini acara buka puasa bersama menjadi lebih berkesan karena juga diikuti oleh 22 siswa dan 4 guru Cristian College Geelong (CCG), Negara Bagian Victoria, Australia, yang sedang mengadakan Kunjungan Singkat selama sepekan di SMAN 2 Mataram. Kegiatan kunjungan ini merupakan realisasi kerja sama SMAN 2 Mataran bersama CCG yang sudah berlangsung selama 30 tahun.
Kegiatan buka bersama lainnya dilaksanakan oleh masing-masing ekskul SMAN 2 Mataram.
Peringatan Nuzulul Qur’an
Peringatan Nuzulul Qur’an dilaksanakan tanggal 17 Ramadhan 1445 H. Peringatan ini diisi dengan acara pokok yakni uraian hikmah Nuzulul Qur’an yang disampaikan oleh TGH. Muharrar Iqbal, M.A. Acara dihadiri semua komponen keluarga besar Smanda.
Pengumpulan dan Pembagian Zakat Fitrah
Melalui aktivitas siswa-siswa ekskul FSII (Forum Studi Islam Intensif) Smanda melakukan pengumpulan dan penyaluran zakat fitrah. Kegiatan didampingi semua guru Agama Islam. Pengumpulan dilakukan dari guru maupun siswa, sedangkan penyaluran dilaksanakn dengan sasaran siswa-siswa Smanda (yang mendapat KIP dan PKH) serta masyakat yang berhak menerima yang tinggal sekitar sekolah, yakni di 4 lingkungan sekitar Kekalik.
Pembagian Takjil Gratis
Kegiatan Pembagian Takjil Gratis dilakukan beberapa kali. Kegiatan besar dikoordinasikan dan dilaksanakan oleh Pengurus Darma Wanita SMAN 2 Mataram, sedangakn pembagaian takjil lainnya dilaksanakan oleh beberapa ekskulk Smanda.
Halal Bihalal
Kegiatan hala bihala Keluarga Besar Smanda direncanakan saat hariu pertama masuk sekolah pascalbur idul fitri 1445 H.
Abstrak: Penelitian ini bertujuan (1) untuk mengetahui respon peserta didik terhadap pelaksanaan model pembelajaran Problem-Based Learning di kelas X.4 SMA Negeri 2 Mataram (2) untuk mengetahui hasil belajar peserta didik terhadap pelaksanaan model pembelajaran Problem-Based Learning di kelas X.4 SMA Negeri 2 Mataram. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus. Subjek penelitian adalah peserta didik kelas X.4 SMA Negeri 2 Mataram tahun pelajaran 2023/2024 berjumlah 36 peserta didik. Data yang diperlukan dalam penelitian ini adalah 1) respon peserta didik, 2) hasil belajar. Data respon peserta didik dikumpulkan dengan angket respon peserta didik. Data hasil belajar dikumpulkan dengan tes dan penugasan. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa. 1) Respon peserta didik terhadap penerapan model pembelajaran Problem-based Learning pada siklus 1 tergolong cukup positif. Pada siklus II respon peserta didik terhadap model pembelajaran Problem-Based Learning tergolong Positif. 2) Nilai hasil belajar peserta didik siklus I rata-rata nilai hasil belajar peserta didik adalah 88,89% Pada siklus II rata-rata nilai hasil belajar peserta didik adalah 100%. Hasil tersebut menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran Problem-Based Learning dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik kelas X.4 SMA Negeri 2 Mataram tahun pelajaran 2023/2024.
Kata kunci: Model pembelajaran Problem-based Learning, respon, hasil belajar
Abstrak: This research aims (1) to know the students response against the implementation model of learning, Problem-Based Learning in class X.4 SMA Negeri 2 Mataram (2) to know the student achievement of the implementation of the model of learning Problem-Based Learning in class X.4 SMA Negeri 2 Mataram. This research was action class research which was conducted in two cycles. The subject was students of class X.4 SMA Negeri 2 Mataram in the academic year 2023/2024 consisted of 36 students. The data in this study were 1) students response, 2) students achievement. The Data of the students response was collected by using students response sheet. The students achievement data was collected by using tests and assignments. The Data obtained were analyzed by quantitative descriptive. The results of the research showed that. 1) the students response against the application of the learning model of Problem-based Learning in cycle 1 was quite positive. Cycle II students response to model learning Problem-Based Learning was positive. 2) the students achievement score in cycle 1 the average scre of the students achievement was 88,89 % In cycle II, the average scre of the students achievement was 100 %. The results showed that the application of the learning model of Problem-Based Learning could improve the students achievement of class X.4 SMA Negeri 2 Mataram in the academic year 2023/2024.
PENDAHULUAN
Belajar merupakan aktivitas atau proses untuk memperoleh pengetahuan, meningkatkan keterampilan, memperbaiki perilaku, sikap dan mengokohkan kepribadian (Suyono, Hariyanto: 2014). Berbicara masalah pendidikan, pada dasarnya merupakan sarana strategis dalam meningkatkan potensi pengetahuan agar peserta didik dapat mengambangkan kreatifitas, kemampuan individu dan tataran kehidupan masyarakat. Pengembangan sumber daya manusia menjadi tugas dan tanggung jawab pendidik dalam menuntun potensi-potensi tiap peserta didik dengan memfasilitasi kebutuhannya sehingga mampu menyerap dan memahami apa yang disampaikan dan dipelajari untuk mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya.
Identifikasi yang dilakukan menunjukan bahwa pelaksanaan proses pembelajaran masih belum banyak perubahan. Pembelajaran dilakukan dengan menerapkan sistem pembelajaran yang melihat semua peserta didik itu sama, baik dari gaya belajar dan capaian hasil belajar. Hal ini dikarenakan guru tidak melihat keberagaman dan kemampuan peserta didik. Guru seolah-olah mengajari satu orang peserta didik dalam satu kelas, sedangkan dalam satu kelas tersebut terdapat 36 peserta didik yang mempunyai keunikan, kemampuan dan keberagaman pengalaman belajar. Dari keberagaman tersebut guru hanya menggunakan satu treatmen pembelajaran yang bisa dikatakan kurang mengakomodir seluruh kebutuhan peserta didik, sehingga tidak jarang pembelajaran yang disampaikan sulit untuk diterima oleh peserta didik dan menjadikan motivasi belajar kurang. Seorang pendidik haruslah sadar bahwa setiap anak adalah unik. Mereka memiliki karakteristik yang berbeda antara satu anak dengan yang lainnya.
Tahapan atau sintaks model Problem Based Learning (PBL) menurut Mohamad Nur (2006) dalam Sakti 2019 adalah: 1) mengorientasi peserta didik pada masalah 2) mengorganisasi peserta didik belajar 3) membimbing penyelidikan individual maupun kelompok 4) membimbing pengembangan dan penyajian hasil penyelesaian masalah 5) melakukan analisis dan mengevaluasi proses penyelesaian masalah. Pemberian masalah yang autentik dan kontekstual akan meningkatkan minat peserta didik karena sangat relevan dengan lingkungan tempat tinggal dan kejadian yang sering dijumpai oleh peserta didik. Masalah yang kontekstual ini juga akan memeberikan pengetahuan yang konkret sehingga pengetahuan peserta didik tidak abstrak. Dengan demikian, peserta didik akan memperoleh pemahaman yang bermakna dan tidak hanya menghapal materi.penelitian ini mempunyai tujuan untuk untuk menyusun dan mendeskripsikan kajian mengenai:
Bagaimana penerapan pembelajaran menggunakan metode Problem Based Learning (PBL) dalam pelajaran geografi kelas X.4 di SMA Negeri 2 Mataram dilaksanakan ?
Bagaimana peningkatan hasil belajar peserta didik terhadap strategi pembelajaran menggunakan Problem Based Learning (PBL) dalam pelajaran geografi kelas X.4 di SMA Negeri 2 Mataram?
KAJIAN TEORI
Problem Based Learning (PBL)
Model pembelajaran dengan menggunakan problem based learning (PBL) atau pembelajaran berbasis masalah merupakan model pembelajaran student center. Proses pembelajaran dengan PBL menghadirkan masalah yang nyata sebagi sumber belajar sehingga peserta didik dapat memecahkan masalah serta mencari jalan keluarnya. Menurut Peserta didikntoro (Aulia & Budiarti 2022) pembelajaran Problem Based Learning (PBL) adalah suatu model pengajaran yang bercirikan adanya permasalahan nyata sebagai konteks yang diberikan oleh guru untuk peserta didik agar dapat belajar berfikir kritis dan memiliki keterampilan dalam memecahkan masalah, serta memperoleh pengetahuan yang belum diketahui sebelumnya. Penggunaan model pembelajaran sangat dianjurkan guna menimbulkan semangat belajar, motivasi belajar, merangsang peserta didik berperan aktif dalam proses pembelajaran
2. Hasil Belajar
Menurut Sudjana (2005:20) hakikat hasil belajar adalah perubahan tingkah laku individu yang mencakup aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik. Faktor yang datang dari dalam peserta didik terutama kemampuan yang dimilikinya dan memiliki pengaruh yang besar terhadap hasil belajar yang dicapai. Disamping faktor kemampuan yang dimiliki peserta didik, juga ada faktor lain seperti motivasi belajar, minat dan perhatian, sikap dan kebiasaan belajar, ketekunan, sosial ekonomi, factor fisik dan psikis.
Dalam sistem Pendidikan nasional rumusan tujuan Pendidikan, baik tujuan kurikuler, maupun tujuan instruksional, menggunakan hasil belajar dari Anderesen (Darmawan dan Sujoko, 2013:35) yang secara garis besar membaginya dalam tiga ranah yaitu ranah kognitif, ranah afektif dan ranah psikomotorik.
a. Ranah kognitif
Ranah kognitif adalah perubahan perilaku yang terjadi dalam Kawasan kognisi. Secara hirarki tingkat hasil belajar kognitif mulai dari yang paling rendah dan sederhana haitu hafalan sampai yang paling tinggi dan kompleks yaitu evaluasi. Enam tingkatan itu adalah Pengetahuan (C1), Pemahaman (C2), Penerapan (C3), Analisi (C4), Evaluasi (C5), dan Menciptakan (C6).
b. Ranah afektif
Kreatwohl (Purwanto, 2008:51) membagi belajar afektif menjadi tiga tingkatan, yakni penerimaan (merespon rangsangan), organisasi (menghubungkan nilai-nilai yang dipelajari), dan internalisasi (menjadikan nilai-nilai sebagai pedoman hidup). Hasil belajar disusun secara hirarkis mulai dari tingkat yang paling rendah hingga yang paling tinggi..
c. Ranah psikomotorik
Simpson (Purwanto, 2008:52) mengklasifikasikan hasil belajar psikomotorik menjadi enam yaitu persepsi (membedakan gejala), kesiapan (menempatkan diri untuk memulai suatu gerakan), gerakan terbimbing (meniru model yang dicontohkan), gerakan terbiasa (melakukan gerakan tanpa model hingga mencapai kebiasaan), gerakan kompleks (melakukan serangkaian gerakan secara berurutan), dan kreativitas (menciptakan gerakan dan kombinasi gerakan baru yang orisinil atau asli).
Ketiga ranah tersebut menjadi objek penilaian hasil belajar sehingga dapat disimpulkan bahwa hasil belajar adalah perubahan perilaku yang terjadi setelah mengikuti proses belajar mengajar sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan. Manusia memiliki potensi perilaku kejiwaan yang dapat di didik dan perilaku yang dapat diubah meliputi aspek kognitif, afektif dan psikomotorik.
3. Faktor Yang Mempengaruhi Hasil Belajar
Berhasil atau tidaknya seseorang dalam belajar disebabkan beberapa faktor yang mempengaruhi pencapaian hasil belajar. Dalyono (2009:55) mengemukakan faktor-faktor yang mempengaruhi hasil belajar yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal meliputi Kesehatan, intelegensi, dan bakat, minat dan motivasi juga cara belajar. Sedangkan faktor eksternal meliputi keluarga, sekolah, masyarakat, dan lingkungan sekitar.
a. Faktor internal yaitu faktor yang berasal dari dalam diri, meliputi:
Kesehatan
Kesehatan jasmani dan rohani sangat besar pengaruhnya terhadap kemampuan belajar. Bila seseorang tidak sehat dapat mengakibatkan ketidak bergairahan untuk belajar. Demikian pula jika Kesehatan rohani kurang baik dapat dapat mengurangi semangat belajar.
Intelegensi dan bakat
Kedua aspek kejiwaan ini besar sekali pengaruhnya terhadap kemampuan belajar. Seseorang yang memiliki intelegensi tinggi (IQ-nya) tinggi) umumnya mudah belajar dan hasilnya cenderung baik. Sebaliknya orang yang intelegensinya rendah cenderung mengalami kesulitan dalam belajar, lambat berpikir sehingga hasil belajar pun rendah.
Minat dan motivasi
Minat dan motivasi adalah dua aspek psikis yang besar pengaruhnya terhadap hasil belajar yang akan dicapai. Seseorang yang belajar dengan motivasi yang kuat, akan melaksanakan semua kegiatan belajarnya dengan sungguh-sungguh, penuh gairah dan semangat. Kuat lemahnya motivasi belajar seseorang turut mempengaruhi hasil belajar. Minat dan motivasi belajar ini dapat juga dipengaruhi oleh cara guru dalam menyampaikan materi pembelajaran.
Cara belajar
Cara belajar seseorang juga mempengaruhi capaian hasil belajar. Belajar tanpa memperhatikan Teknik atau faktor fisiologis, psikologis, dan ilmu Kesehatan akan memperoleh hasil belajar yang kurang memuaskan. Cara belajar tiap anak berbeda-beda. Ada anak yang dapat dengan cepat menyerap pembelajran dengan metode visual atau melihat objek sebagai media pembelajarannya.
b. Faktor eksternal, yaitu faktor yang berasal dari luar diri, meliputi:
Keluarga
Keluarga sangatlah besar pengaruhnya terhadap keberhasilan peserta didik dalam belajar. Tinggi rendahnya pendidikan orang tua, besar kecilnya penghasilan, cukup atau kurang perhatiandan bimbingan orang tua, kerukunan antar anggota keluarga, hubungan antar anak dengan anggota keluarga yang lain, situasi dan kondisi rumah juga mempengaruhi hasil belajar.
Sekolah
Keadaan sekolah tempat belajar mempengaruhi keberhasilan belajar. Kualitas guru, metode mengajar, kesesuaian kurikulum dengan kemampuan peserta didik, keadaan fasilitas di sekolah, keadaan ruangan belajar, jumlah peserta didik perkelas, pelaksanaan tata tertip sekolah, dan lain sebagainya. Semua hal ini mempengaruhi hasil belajar peserta didik. Metode mengajar dengan model kooperatif learning misalnya, mengajar peserta didik belajar berkelompok sehingga dapat merangsang untuk terjadinya interaksi dengan teman lainnya.
Masyarakat
Kondisi masyarakat disekitar lingkungan tempat tinggal peserta didik juga dapat mempengaruhi hasil belajar. Bila di sekitarnya merupakan merupakan masyarakat yang terdiri dari orang-orang yang berpendidikan, akan mendorong peserta didik lebih giat lagi dalam belajar. Sebaliknya jika lingkungan sekitar tempat tinggal peserta didik banyak anak-anak yang nakal, pengangguran, tidak bersekolah maka akan mengurangi semangat belajar sehingga motivasi dan hasil belajar berkurang.
Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa banyak faktor yang menyebabkan tingkat hasil belajar peserta didik. Selain faktor dari dalam lingkungan sekolah, terdapat juga faktor dari luar lingkungan sekolah yang keseluruhannya dapat membawa dampak baik maupun buruk untuk peserta didik. Metode pengajar yang di terapkan oleh guru adalah salah satu faktor penting untuk meningkatkan kemampuan dan capaian hasil belajar peserta didik. Jika seorang guru berhasil dalam memberikan pembelajaran yang menyenangkan dan bermakna pada peserta didik, maka mereka akan termotivasi untuk meningkatkan hasil belajar mereka.
4. Manfaat Hasil Belajar
Hasil belajar bermanfaat untuk mengetahui capaian dari proses pembelajaran yang telah dilalui oleh peserta didik. Menurut Sudjana dan Ibrahim (2009:3) mengatakan bahwa hasil belajar pada hakekatnya adalah perubahan tingkah laku seseorang, yang mencakup kemampuan kognitif, afektif dan psikomotorik setelah mengikuti suatu proses belajar mengajar tertentu. Pendidikan dan pengajaran dikatakan berhasil apabila perubahan-perubahan yang tampak pada peserta didik merupakan akibat dari proses belajar mengajar yang dialaminya dan merupakan proses yang ditempuh melalui program dan kegiatan yang dirancang dan dilaksanakan oleh guru dalam proses pengajarannya.
Hasil belajar harus menunjukan perubahan keadaan menjadi lebih baik, sehingga bermanfaat untuk: a) menambah pengetahuan, b) lebih memahami sesuatu yang belum diketahui sebelumnya, c) lebih mengembangkan keterampilannya, d) memiliki pandangan baru atas sesuatu hal, e) lebih menghargai sesuatu dari pada sebelumnya. Sehingga dapat disimpulkan bahwa hasil belajar yang di capai oleh peserta didik tudak hanya berkaitan dengan materi yang telah di kuasai, tetapi juga perubahan dari segi sikap dan ketemapilan.
5. Metode Pembelajaran Problem Based Learning (PBL)
Problem based learning adalah model pembelajaran yang mengutamakan seberapa aktif peserta didik dalam selalu berpikir kritis dan selalu terampil ketika dihadapkan pada penyelesaian suatu permasalahan. Proses dari alur bagaimana peserta didik belajar ini tergantung dari seberapa kompleks permasalahan yang dihadapinya. Problem based learning diperkenalkan pertama kali pada tahun 1969, dari sebuah sekolah kedokteran bernama McMaster University, Hamilton, Kanada. Setelahnya banyak sekolah hingga universitas di seluruh dunia yang memakai metode pembelajaran dan masih dipakai sampai saat ini terus dikembangkan. Metode ini mengarahkan peserta didik dalam mendapatkan ilmu baru, menggunakan analisis dari berbagai pengetahuan serta pengalaman belajar yang dimiliki. Setelah itu menghubungkan apa yang dimiliki dengan permasalahan belajar yang diberikan para guru. Pada intinya pembelajaran berbasis masalah ini dikembangkan untuk memberi pengalaman belajar pada peserta didik.
Penerapan pada pembelajaran geografi di kelas X.4 mengacu pada proses pembelajaran yang menggunakan metode diskusi secara kelompok. Metode ini merupakan penyuluhan yang berbentuk penugasan LKPD, dengan tujuan menggunakan media pembelajaran problem based learning (PBL) peserta didik akan lebih kreatif, dan inovatif yang berbasis teknologi dalam menunjang kegiatan pembelajaran di kelas pada materi tenaga eksogen dimana peserta didik diharapkan dapat mengidentifikai dan mengelompokan macam-macam tenaga eksogen. Juga menumbuhkan rasa ingin tahu dan peka terhadap peristiwa disekitar sehingga berpengaruh terhadap peningkatan hasil belajar. Peningkatan motivasi belajar peserta didik melalui mengembangkan model pembelajaran Project Based Learning dipaparkan pada table di bawah ini:
Tabel 1.1 Indikator PBL terhadap Upaya Peningkatan Hasil Belajar Peserta didik
No
Langkah- langkah PBL
Aspek Tiap Tahap yang Diamati
Peningkatan Hasil Belajar
1
Orientasi peserta didik kepada masalah
Guru menanyangkan sebuah video mengenai konsep geografi Peserta didikmenganalisis dari video yang di tayangkan mengenai materi- materi konsep geografi
Menunjukan semangat peserta didik dalam kegiatan mencari informasi dari internet maupun bukuMengidentifikasi sumber-sumber yang berkaitan dengan materi yang berkaitan dengan projekMemilih informasi yang relevan
2
Mengorganisasikan peserta didik
Gurumembagi peserta didik menjadi 5 kelompok, setiap kelompok terdiri atas 4 peserta didik Peserta didikPeserta didik membuat kelompok secara heterogen dengan bimbingan dari guru
Mendesain perencanaan dengan metode diskusiPembagian kelompok secara heterogen
3
Membimbing penyelidikan individu dan kelompok
Guru meminta peserta didik mencari informasi mengenai konsep geografi dan jawaban-jawaban dari pertanyaan yang diajukan melalui kajian pustaka maupun internet. Peserta didik mencari dan mengolah informasi mengenai konsep geografi dan jawaban dari pertanyaan yang diajukan serta menuliskannya pada buku tugas
Peserta didik mencari informasi dari berbagai sumber sesuai dengan pembagian tugasnyaPeserta didik mulai mengerjakan dengan batas waktu
4
Mengembangkan dan menyajikan hasil karya proyek
Guru meminta kelompok untuk menyampaikan hasil diskusi dan jawaban pertanyaan yang dibuatnya di depan kelas Peserta didik menyampaikan hasil diskusi dan jawaban pertanyaan yang dibuatnya di depan kelas
a. Masing- masing kelompok unjuk hasil dengan cara mempresentasi hasil LKPD didepan kelas secara bergantian b. Kelompok lain menanggapi dan memberikan umpan balik, baik bertanya c. Menyimpulkan hasil secara bersama
5
Menganalisa dan mengevaluasi proses pemecahan masalah
Guru melakukan tanya jawab mengenai materi konsep geografi Peserta didik melakukan tanya jawab dengan guru berkenaan dengan materi konsep geografi
a. Masing- masing kelompok unjuk hasil dengan cara mempresentasikan LKPD hasil didepan kelas secara bergantian b. Kelompok lain menanggapi dan memberikan umpan balik, baik bertanya c. Menyimpulkan hasil secara bersama
6
Evaluasi dan rencana tindak lanjut
Guru dan Peserta didik melakukan refleksi terhadap aktifitas dan hasil LKPD yang sudah dilakukan serta menanyakan pengalaman yang dirasakan pada peserta didik selama proses pembelajaran berlangsung.
Merefleksi aktifitas dan pengalaman yang dirasakan peserta didik selama proses pembelajaran langsung
METODE PENELITIAN
Meode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif. Desain penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas. Mulyasa (2009:35) menyatakan bahwa penelitian Tindakan kelas adalah penelitian yang bertujuan untuk mendapatkan kebenaran dan manfaat praktis dengan melakukan Tindakan secara kolaboratif dan partisipasif, yang melibatkan beberapa pihak yaitu guru, kepala sekolah maupun pihak dari luar dalam waktu yang bersamaan. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini adalah instrumen utama dan instrumen pendukung. Instrumen utama adalah siswa dan guru, sedangkan instrumen pendukung adalah tes tulis, lembar observasi, dan lembar refleksi diri. Subjek pada penelitian ini adalah siswa kelas X.4 SMAN 2 Mataram yang berjumlah 36 orang. Data yang diperlukan dalam penelitian ini adalah 1) respon peserta didik, 2) hasil belajar. Data respon peserta didik dikumpulkan dengan angket respon peserta didik. Data hasil belajar dikumpulkan dengan tes dan penugasan. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif yaitu untuk memecahkan masalah atau menjawab permasalahan yang dihadapi dan kualitatif untuk menggambarkan dengan kata-kata atau kalimat yang dipisahkan dengan kategori analisis data deskriptif kualitatif yaitu analisis data yang tidak dapat diukur melalui perhitungan dengan angka-angka melainkan dengan menggunakan kara-kata atau kalimat.
Berikut adalah tabel KKTP untuk mata pelajaran Geografi.
Tabel 1.2 Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP)
No
Nilai KKTP
Predikat
1
94
Amat Baik
2
87-94
Baik
3
80-87
Cukup
4
80
Kurang
HASIL DAN PEMBAHASAN
Deskripsi Kondisi Awal
Sebelum melakukan penelitian dengan menerapkan siklus pembelajaran, peneliti melakukan kegiatan pra siklus (pre test) dengan materi tenaga eksogen. Pra siklus dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui kondisi awal peserta didik sebelum dilaksanakan tindakan siklus I. Hasil data yang diperoleh dari kondisi awal hasil belajar peserta didik kelas X.4 SMA Negeri 2 Mataram pada tes pra siklus diperoleh hasil sebagai berikut:
Tabel 1.3 Hasil Tes Pra Siklus
No
Nilai KKTP
Jumlah Peserta didik
Presentase %
Keterangan
1
≥ 94
0
0
Amat Baik
2
87-94
2
5,55%
Baik
3
80-87
11
30,56%
Cukup
4
<80
23
63,89%
Kurang
Jumlah
36
100%
Dari pemaparan data di atas dapat diketahui bahwa tidak ada peserta didik yang mendapatkan nilai amat baik, 2 orang peserta didik atau 5,55% mendapatkan nilai baik, 11 peserta didik atau 30,65% mendapat nilai cukup dan 23 peserta didik atau 63,89% mendapat nilai kurang. Berdasarkan data tersebut diketahui bahwa ketuntasan belajar secara klasikal diperoleh 63,89% dimana persentase ini masih kurang dari indikator nilai standar kriteria ketercapaian tujuan pembelajaran yaitu 80.
Deskripsi Hasil Siklus I
Dari hasil tes pra siklus yang dilakukan peneliti, ditemukan masih banyak peserta didik yang belum mencapai target kriteria ketercapaian tujuan pembelajaran (KKTP), oleh karena itu peneliti mengambil tindakan pada siklus I dengan menggunakan pembelajaran Problem Based Learning (PBL) yang membantu peserta didik untuk meningkatkan hasil belajar pada materi Geografi mengenai tenaga eksogen. Dari siklus I diperoleh hasil pada pemaparan table di bawah ini:
Tabel 1.4 Hasil Tes Siklus I
No
Nilai KKTP
Jumlah Peserta didik
Presentase %
Keterangan
1
≥ 94
2
5,56%
Amat Baik
2
87-94
12
33,33%
Baik
3
80-87
18
50%
Cukup
4
<80
4
11,11%
Kurang
Jumlah
36
100%
Berdasarkan data di atas, diperoleh bahwa hasil belajar peserta didik pada materi Geografi materi tenaga endogen mengalami peningkatan dimana 2 peserta didik atau 5,56% mendapatkan nilai amat baik, 12 peserta didik atau 33,33% mendapatkan nilai baik, 18 peserta didik atau 50% mendapatkan nilai cukup, sedangkan peserta didik yang mendapatkan nilai kurang berjumlah 4 orang atau 11,11%. Oleh karena itu, peneliti berupaya untuk lebih meningkatkan hasil belajar peserta didik pada materi Geografi materi tenaga eksogen menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) pada siklus ke II sesuai dengan usulan observer (rekan sejawat) dan hasil belajar yang diperoleh pada siklus I.
Deskripsi Hasil Siklus II
Pelaksanaan pembelajaran pada siklus II memiliki alur yang sama dengan Siklus I sama dengan skenario pembelajaran siklus I dengan menerapkan kembali pembelajaran Problem Based Learning dengan melibatkan seluruh peserta didik untuk aktif dalam pembelajaran. Hal tersebut diharapkan dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik. Pada siklus II perbaikan-perbaikan dilakukan dengan seoptimal mungkin untuk mendapatkan hasil terbaik sehingga diperoleh hasil seperti terlihat pada table 1.5 di bawah ini.
Tabel 1.5 Hasil Tes dalam Siklus II
No
Nilai KKTP
Jumlah Peserta didik
Presentase %
Keterangan
1
≥ 94
9
25%
Amat Baik
2
87-94
22
61,11%
Baik
3
80-87
5
13,89%
Cukup
4
<80
0
0
Kurang
Jumlah
36
100%
Berdasarkan data tersebut dapat diketahui bahwa hasil belajar peserta didik pada materi Geografi Tenaga Endogen mengalami peningkatan. Dari 36 peserta didik yang menjadi sampel penelitian, terdapat 9 peserta didik atau 25% mendapatkan nilai amat baik, 22 peserta didik atau 61,11% mendapat nilai baik, terdapat 5 peserta didik atau 13,89% dengan nilai cukup, sedangkan tidak ada peserta didik yang mendapatkan nilai kurang. Dari data tersebut menunjukan bahwa pencapaian hasil belajar mengalami kenaikan dengan presentasi mencapai 100% dengan standar kriteria ketercapaian tujuan pembelajaran 80. Hal ini dapat disimpulkan bahwa pembelajaran dengan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik secara signifikan.
Dari data penelitian di atas, peneliti menyajikan hasil belajar peserta didik melalui komparisasi penilaian yang dimulai dengan pra siklus, siklus I, siklus II pada table 1.6 dan diagram di bawah ini.
Tabel 1.6 Komparisasi Persentase Hasil Belajar Antar Siklus
Nilai KKM
Persentase Hasil Belajar
PRA SIKLUS
SIKLUS I
SIKLUS II
≥ 94
0
5,56%
25%
87-94
5,55%
33,33%
61,11%
80-87
30,56%
50%
13,89%
<80
63,89%
11,11%
0
Gambar 1.1 Diagram Komparisasi Hasil Belajar Peserta Didik
Berdasarkan data pada table 1.6 dan diagram 1.1 komparisasi di atas dapat dielaborasikan bahwa:
Hasil belajar peserta didik materi Geografi tenaga eksogen dengan nilai amat baik pada pra siklus sebanyak 0%, sementara pada siklus I sebanyak 5,56% dan siklus II sebanyak 25%.
Hasil belajar peserta didik materi Geografi tenaga eksogen dengan nilai baik pada pra siklus sebanyak 5,55%, sementara pada siklus I sebanyak 33,33% dan siklus II sebanyak 61,11%.
Hasil belajar peserta didik materi Geografi tenaga eksogen dengan nilai cukup pada pra siklus sebanyak 30,56%, sementara pada siklus I sebanyak 50% dan siklus II sebanyak 13,89%.
Hasil belajar peserta didik materi Geografi tenaga eksogen dengan nilai kurang pada pra siklus sebanyak 63,89%, sementara pada siklus I sebanyak 11,11% dan siklus II sebanyak 0%.
Berdasarkan data di atas dapat di simpulkan bahwa hasil belajar peserta didik mengalami peningkatan dari kondisi awal pra siklus diperoleh 36,11% menjadi 88,89% pada siklus I dan menjadi 100% pada siklus II dengan standar kriteria ketercapaian tujuan pembelajaran (KKTP) 80.
Hasil Non Tes
Hasil non tes mencakup hasil yang diperoleh dari hasil refleksi pembelajaran dan observasi. Hasil tersebut menunjukan bahwa peserta didik merasa senang, termotivasi dan kreatif sehingga lebih semangat dalam proses pembelajaran dan mendapatkan hasil belajar yang lebih baik.
Berdasarkan hasil refleksi pembelajaran menggunakan lembar refleksi yang telah direduksi bahwa peserta didik merasa senang belajar Geografi tenaga eksogen dengan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL). Beberapa hal yang diperoleh dari data hasil reduksi bahwa peserta didik mengetahui tenaga eksogen.
Selanjutnya, berdasarkan data yang diperoleh dari lembar refleksi tentang hal yang telah dikuasai pada materi Geografi tenaga eksogen diperoleh data dari hasil reduksi data bahwa peserta didik mampu mempresentasikan hasil LKPD.
Hal terakhir diperoleh data dari hasil reduksi data tentang hal yang tidak menarik dalam pembelajaran peserta didik memberikan respon bahwa mereka menikmati pembelajaran tersebut karena menggunakan metode yang berbeda yang belum pernah mereka dapatkan selama mereka melakukan pembelajaran geografi sehingga pembelajaran tersebut sangat menarik perhatian mereka.
Berdasarkan pemaparan di atas dapat disimpulkan bahwa peserta didik merasa senang terhadap pembelajaran geografi dilakukan menggunakan cara pendekatan dengan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) pada materi Geografi tenaga eksogen sehingga meningkatkan hasil belajar peserta didik.
Pembahasan
Penelitian yang dilakukan pada kelas X.4 SMA Negeri 2 Mataram diperoleh bahwa hasil belajar peserta didik menggunakan cara pendekatan dengan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) pada materi Geografi tenaga eksogen ketuntasan belajar mengalami peningkatan dari kondisi awal pra siklus diperoleh 36,11% menjadi 88,89% pada siklus I dan 100% pada siklus II dengan standar kriteria ketercapaian tujuan pembelajaran 80. Hal ini diartikan bahwa terjadi sebuah perubahan yang signifikan pada hasil belajar peserta didik yang mencakup pada aspek kognitif, afektif dan psikomotorik pada teori penelitian tentang hasil belajar (Sudjana, 2005:20).
Era transformasi pendidikan pada kurikulum merdeka menekankan pada bagaiamana guru memfasilitasi proses pembelajaran yang berpusat pada peserta didik serta guru dapat melihat perbedaan kemampuan capaian hasil belajar yang dimiliki peserta didik juga gaya belajar setiap anak agar bisa disesuaikan saat proses belajar mengajar berlangsung. Pembelajaran yang berpusat pada peserta didik telah di sajikan dalam bentuk video presentasi, video rekaman presentasi visual, rekaman suara dan aktivitas pembelajaran https://drive.google.com/file/d/1NZycJMml2KromWu-SCAROKbG2X9-EdKe/view?usp=drive_link. Hal ini sesuai dengan penuturan Wijayanti, 2011 mengatakan bahwa perubahan paradigma dalam proses pembelajaran yang tadinya berpusat pada guru (teacher centered) menjadi pembelajaran yang berpusat pada peserta didik (learning centered) diharapkan dapat mendorong peserta didik untuk terlibat secara aktif dalam membangun pengetahuan, sikap dan perilaku. Dalam proses pembelajaran yang berpusat pada peserta didik, maka mereka memperoleh kesempatan dan fasilitas untuk membangun sendiri pengetahuannya sehingga mereka akan memperoleh pemahaman yang mendalam (deep learning) dan pada akhirnya akan meningkatkan mutu dari peserta didik itu sendiri.
Peningkatan hasil belajar yang signifikan dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya eksternal dan internal pada peserta didik. Adapun faktor eksternal yang mempengaruhinya diantaranya: kompetensi pedagogic maupun professional guru mata pelajaran, konten materi pembelajaran yang mudah di pahami oleh peserta didik, proses pembelajaran yang sistematis, lingkungan kelas yang aman dan nyaman, serta dukungan komunitas belajar peserta didik yang saling berkerjasama antar datu dengan yang lainnya. Selain itu beberapa faktor internal yang terdapat pada peserta didik antara lain : ketekunan, semangat, kerja sama, dan kreativitas mereka yang mendukung antar satu dengan lainnya (Dalyono, 2009).
KESIMPULAN DAN SARAN
Berdasarkan hasil pembahasan, dikemukakan kesimpulan sebagai jawaban pada rumusan pertanyaan peneliti diantaranya:
Penerapan pembelajaran cara pendekatan dengan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) pada materi Geografi tenaga eksogen di kelas X.4 SMA Negeri 2 Mataram tahun pelajaran 2023/2024 berjalan dengan baik dan sesuai dengan apa yang telah di rancang dalam rancangan proses pembelajaran yang telah di susun
Peningkatan hasil belajar melalui cara pendekatan dengan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) pada materi Geografi tenaga eksogen menggunakan model pembelajaran Project Based Learning dapat terlihat dari meningkatnya rasa senang, semangat dan motivasi peserta didik dalam memahami materi geografi materi tenaga eksogen.
Ada beberapa saran dari hasil penelitian, pembahasan dan kesimpulan penelitan ini diantaranya:
Bagi guru mata pelajaran geografi hendaknya perlu mengaplikasikan pembelajaran Problem based learning (PBL) yang di kombinasikan dengan model maupun metode manapun saat proses pembelajaran sebagai upaya untuk memberikan pembelajaran yang berkualitas untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik.
Sekolah perlu untuk terus mensosialisasikan pembelajaran paradigma baru yang berpusat pada peserta didik agar kecakapan guru dalam mengajar bisa relevan dengan perubahan jaman yang terjadi saat ini.
DAFTAR PUSTAKA
Dalyono, M. (2009). Psikologi Pendidikan. Rineka Cipta. Jakarta
Darmawan, P.A dan Sukojo. E. (2013). Revisi Taksonomi Pembelajaran Benyamin. S. Bloom: Satya Widya, Vol. 29, No. 1. Juni 2012: 30-39
Dedi Iskandar (2021). Peningkatan Hasil Belajar Peserta didik Pada Materi Report Text Melalui Pemblejaran Berdiferensiasi di Kelas XI. A SMPN 1 Sape Tahun Pelajaran 2020/2021. Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI), 1(2), 129-138
Hamalik, O. (2001). Proses Belajar Mengajar. Bumi Aksara: Jakarta
Landasan, dan Implementasinya pada Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Kencana: Jakarta
Meningkatkan Hasil Belajar Peserta didik pada Mata Pelajaran IPA Pokok Bahasan
Monta Tahun Pelajaran 2020/2021. Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI), 1(2), 80-94.
Mulyasa, E. (2009). Praktik Penelitian Tindakan Kelas. PT. Remaja: Bandung
Nurlimah Sugiarti (2022). Strategi Pembelajaran Berdiferensiasi dalam Pelajaran Bahasa Indonesia kelas IV SD Insan Mulya Kota Baru Driyorejo Gresik. Bapala : Vol. 9. No. 9. 2022, 157-164
Rosdakarya. Purwanto. (2008). Evaluasi Hasil Belajar. Pustaka Pelajar: Bandung
Sinar Baru Algesindo: Bandung
Sudjana, N dan Ibrahim. (2009). Penelitian dan Penilaian Pendidikan.
Sudjana, N. (2005). Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar. Remaja Rosdakarya: Bandung
Sunismi, Werdianingsih, D., Wahyuni, S (2022). Pembelajaran Berbasis Proyek (Project Based Learning). CV. Literasi Nusantara Abadi: Malang
Suparwoto. (2004). Kemampuan Dasar Mengajar. FIP Universitas Negeri Yogyakarta: Yogyakarta
Suwartiningsih, S. (2021). Penerapan Pembelajaran Berdiferensiasi untuk
Tanah dan Keberlangsungan Kehidupan di Kelas IXb Semester Genap SMPN 4
Sumaatmadja, N. dkk. (2007). Konsep Dasar IPS. Jakarta: Depdiknas UT
Tomlinson, Caarol Ann & Moon, T. (2014). Assessment in a differentiated classroom. Proven Programs in Education. Classroom Management and Assessment, 1-5
Trianto. (2011). Mendesain Model Pembelajaran Inovatif-Progresif: Konsep,
Wiwik Wijayanti. (2011). Student Centered; Paradigma Baru Inovasi Pembelajran: Majalah Ilmiah Pembelajaran, Vol.7, No. 1. Mei 2011: 65-69
Upacara Peringatan Hari Pahlawan, 10 November 2024, berlangsung khidmat di SMAN 2 Mataram. Walaupun pelaksanaan upacara pada hari Ahad (sesuai instruksi Kadis Dikbud NTB melalui surat No. 232/8470.UM/Dikbud), waktu tersebut tidak mengurangi semangat guru dan siswa SMAN 2 Mataram mengikuti upacara secara tertib.
Sesuai dengan arahan Kepala SMAN 2 Mataram, Abdul Kadir Alaydrus, S.P., M.Pd., yang bertindak sebagai pembina upacara adalah Dra. Nurul Asyifa, guru PKN SMAN 2 Mataram, sedangkan sebagai petugas upacara adalah Tim Paskib Smanda.
Mengawali penyampaian amanat pembina upacara, Dra. Nurul Asyifa menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada pertugas upacara yang menjalankan tugas dengan sangat baik. Apresiasi juga diberikan kepada tim paduan suara yang telah mempersiapkan diri dan memberikan penampilan terbaik dalam upacara ini. Selanjutnya, Niril Asyifa membacakan amanat Menteri Sosial RI, Syaifullah Yusuf, dalam Upacara pringatan Hari Pahlawan 10 November 2024. Beberapa poin yang menjadi perhatian menteri antara lain tema Peringatan Hari Pahlawan Tahun 2024 adalah “Teladani Pahlawanmu, Cintai Negerimu”. Tema ini mengandung makna yang dalam. “Teladani Pahlawanmu”, berarti bahwa semua olah pikiran dan perbuatan harus senantiasa diilhami oleh semangat kepahlawanan. Adapun “Cintai Negerimu” mengandung makna bahwa apa pun bentuk pengabdian kita harus memberikan sumbangsih yang berarti bagi kemajuan bangsa Indonesia. Kesadaran akan perjuangan pahlawan harusm embuka kesempatan bagi seluruh bangsa Indonesia untuk berbuat yang terbaik dalam koridor menjadikan NKRI sebagai bangsa yang bermartabat dalam pergaulan global. Diharapkan setiap momen Peringatan Hari Pahlawan akan muncul semangat baru, muncul sosok warga negara Indonesia yang berhasil mengeluarkan inovasi baru untuk mengimplementasikan nilai kepahlawanan sesuai dengan tantangannya saat ini.
Pelaksanaan upacara berlangsung khidmat dan hening. Hal itu menambah kedalaman makna peringatan Hari Pahlawan kali ini. Hal ini cukup membekas pada siswa yang menghadiri upacara. Setelah pelaksanaan upacara, siswa menyampaikan pandangannya. Chelsea Gloria NH, misalnya, mengatakan bahwa hari Minggu mestinya ia gunakan untuk ibadah, namun ia mnyempatkan diri untuk mengikuti upacara karena peringatan Hari Pahlawan penting sebagai media mengenang perjuangan pahlawan. Siswa kelas X-7 ini menyampaikan bahwa siswa yang hadir pada upacara hari ini menunjukkan bahwa mereka mau meluangkan waktu untuk mengenang bersama sesuatu yang sangat penting yakni jasa luar biasa dari pahlawan bangsa. “Jika kita bisa menghargai pahlawan, itu pertanda bahwa kita akan bias menjadi negara yang maju dalam semangat perjuangan para pahlawan,” imbuhnya. Siswa lainnya, Muhammad Rayhan Hibatullah, mengatakan bahwa ia merasa wajib hadir memperingati Hari Pahlawan karena ia bangga menjadi anak Indonesia. Siswa kelas X ini mengaku mengenal para pahlawan melalui media sosial. “Saya mengenal Bung Tomo, Bung Karno, Bung Hatta dan pahlawan lainnya mellau media sosial. Saya menyimak dan membaca perjuangan mereka sehingga saya paham bagimana belia-beliau berjuang,” ujarnya sambal menekankan pentingnya siswa sebagai generasi muda untuk selalu bersemangat dalam persatuan.
Setelah meraih Juara 2 Perpustakaan Terbaik Tingkat Nasional 2024, Perpustakaan SMAN 2 Mataram telah menarik minat beberapa sekolah untuk berkunjung. Setelah beberapa waktu lalu dikunjungi tim perpustakaan SMAN 1 Mataram, kali ini, Sabtu 9 November 2024, Tim Perpustakaan SMAN 5 Mataram yang datang. Rombongan dipimpin langsung Kepala SMAN 5 Mataram, Siti Nurhani, S.Pd. bersama Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Koordinator TIK, Kepala Perpustakaan, dan beberapa anggota rombongan lainnya.
Dalam acara penyambutan yang sederhana di ruang audio visual Perpustakaan SMAN 2 Mataram, Siti Nurhani menyampaikan tujuan utama kunjungan adalah untuk berdiskusi dengan pengelola perpustakaan dan mengambil pengalaman-pengalaman tentang pengelolaan perpustakaan. Beliau berharap pengelola perpustakaan Smanda dapat membagi pengalaman tentang berbagai hal misalnya tentang penataan ruang, pelayanan secara digital, atau hal lainnya yang dapat diterapan di SMAN 5 Mataram. Dalam sambutan balasan, Kepala SMAN 2 Mataram, Abdul Kadir Alaydrus, S.Pd., M.Pd. menyampaikan terima kasih dan penghargaan atas kunjungan yang akan memperkuat sinergi dan kolaborasi. Ditekankan, SMAN 2 Mataram dengan senang hati akan berbagi informasi dan pengalaman karena pada prinsipnya semua sekolah harus saling mendukung program untuk kemajuan bersama. Beliau juga meyakini bahwa perpustakaan SMAN 5 Mataram akan berkembang dengan cepat di bawah tim yang solid di bawah pimpinan yang berkomitmen membangun budaya literasi melalui perpustakaan.
Pada acara penyambutan tersebut, Kepala Perpustakaan SMAN 2 Mataram, Herliyana Hasyim, M.A. TESOL memaparkan upaya dan kerja keras tim perpustakaan sehingga dapat mencapai prestasi yang baik. Ia menjelaskan bahwa dalam mengelola perpustakaan diperlukan komitmen yang kuat dari tim perpustakaan dan dukungan penuh dari kepala sekolah sebagai pimpinan. Ia mengapresiasi kepala SMAN 2 Matarama yang selama ini menurutnya telah mendukung penuh program-program perpustakaan.
Setelah memberikan pelayanan pada tim perpustakaan SMAN 5 Mataram, Herliyana Hasyim mengemukakan bahwa dalam kunjungan studi tiru ini, tim pengelola perpustakaan SMAN 5 Mataram tidak hanya melihat dan mempelajari sistem tata letak dalam area perpustakaan, tetapi juga sistem layanan yang sesuai sengan standar nasional pengelolaan perpustakaan sekolah, termasuk pengelolaan secara digital.
Jenis koleksi bahan pustaka di Perpustakaan SMAN 2 Mataram yang berjumlah lebih dari 2000 eksemplar, juga menjadi perhatian tim pustakawan SMAN 5 Mataram terkait dengan tatacara pengadaan serta pengolahannya. Beberapa kerjasama yang sudah terjalin baik antara Perpustakaan SMAN 2 Mataram dengan beberapa instansi luar, menjadi salah satu hal penting yang akan segera dilakukan oleh tim pustawakan SMAN 5 Mataram. Karena melalui kegiatan kerjasama tersebut, pengelolaan perpustakaan sekolah akan menjadi lebih baik secara kualitas layanan maupun penyediaan sarana pendukung dan pengelolaan bahan pustaka.
Jumat, 8 November 2024, SMAN 2 di Mataram melaksanakan Simulasi Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB). Pelaksanaan simulasi di bawah arahan Instruktur Nasional SPAB, Dany Kurniawan dari lembaga kemanusiaan Human Initiative, Jakarta. SPAB sendiri merupakan upaya pencegahan dan penanggulangan dampak bencana pada satuan pendidikan. Penyelenggara program SPAB diatur melalui Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 33 tahun 2019.
Sebelum pelaksanaan simulasi telah dilakukan beberapa persiapan. Ketua Tim Tanggap Bencana SMAN 2 Mataram, L. Iskandar, S.Pd. menjelaskan bahwa di SMAN 2 Mataram telah dibentuk Tim Tanggap Bencana yang melibatkan guru dan siswa. Tim inilah yang membantu menyiapkan simulasi serta menyiapkan berbagai bentuk respon jika bencana benar-benar terjadi. Saat persiapan simulasi, siswa juga diberikan informasi awal tentang pembagian tangga turun untuk siswa yang berada di kelas-kelas lantai dua serta titik kumpul yang harus menjadi arah berkumpul siswa saat simulasi maupun jika bencana benar-benar terjadi. Lebih lanjut, Wakasek Kesiswaan SMAN 2 Mataram ini menjelaskan tentang pelibatan organsasi kesiswaaan seperti OSIS, PMR, PKS, Pramuka, dan SJT dalam kegiatan simulasi.
Instruktur Nasional SPAB, Dany Kurniawan, pada pembekalan awal menyampaikan tentang mitigasi bencana. Mitigasi bencana sangat penting untuk mengantisipasi banyaknya korban. Dalam konteks respon terhadap kejadian bencana di sekolah, Dany Kurniawan memfokuskan simulasi kali ini pada bencana gempa. Hal umum yang harus menjadi perhatian jika terjadi gempa saat berada di sekolah adalah: (1) mengutamakan keselamatan diri sendiri dengan berlindung di bawah meja, (2) menjauh dari jendela kaca, (3) keluar kelas menuju titik kumpul yang sudah ditentukan, (4) warga sekolah yang berada di lantai atas harus tuun dari tangga-tangga yang sudah ditentukan agar tidak terjadi penumpukan di satu tangga tertentu. Dany juga menyiapkan guru dan pegawai sebagai sebuah tim simulasi tanggap bencana gempa yang meliputi Ketua Tim, Tim Keamanan, Tim Evakuasi, Tim Kesehatan, dan Tim Damkar.
Pelaksanaan simulasi ditandai dengan bunyi sirene pertama. Sirene ini sebagai informasi terjadinya gempa. Semua warga sekolah yang berada di ruangan segera menyelamatkan diri dengan berlindung di bawah meja dan menjauhi jendela kaca. Setelah situasi memungkinkan, ditandai dengan sirene kedua, mereka keluar dari ruangan dengan posisi tangan melindungi kepala menuju titik kumpul. Tim Keamanan segera menutup gerbang dan mematikan listrik, sementara Tim Evakuasi melakukan penyisiran untuk mencari kemungkinan adanya korban. Jika ada, korban dievakuasi ke Tim Kesehatan untuk mendapat perawatan. Tim Damkar juga menyisir lokasi untuk melihat ada atau tidaknya kebakaran.
Dengan posisi masih warga masih di titik kumpul, masing-masing tim melaporkan perkembangan kejadian sesuai dengan tugas-masing-masing kepada Ketua Tim. Setelah menerima laporan, Ketua Tim segera menyampaikan informasi terkini kepada penanggung jawab (Kepala Sekolah). Penaggung jawab kemudian menuju titik kumpul untuk menenangkan warga sekolah, memotivasi, dan menyampaikan langkah lanjutan yang harus menjadi perhatian bersama. Penyampaian kepala sekolah sebagai penaggung jawab ini mengakhiri simulasi.
Di akhir simulasi, Dany Kurniawan dan tim LAZ DASI NTB memberikan apresiasi atas kerjasama dan kekompakan warga SMAN 2 Mataram dalam melaksanakan simulasi. Sebaliknya, keluarga besar SMAN 2 Mataram menyampaikan terima kasih atas simulasi yang diberikan karena simulasi ini bermanfaat dalam menumbuhkan kesadaran tanggap bencana.
Sebagai bentuk kepedulian terhadap penderitaaan korban bencana di berbagai tempat, sebelum kegiatan simulasi dilakukan penggalangan donasi dari warga SMAN 2 Mataram. Donasi Pengumpulan donasi sebagai bentuk kontribusi terhadap korban bencana di berbagai tempat.
Menindaklanjuti kebijakan Pusat Asesmen Pendidikan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) RI, SMA Negeri 2 Mataram melaksanakan Asesmen Bakat Minat (ABM) 2024. Kegiatan ini berlangsung dalam dua hari yakni 29 dan 30 Oktober 2024. Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SMAN 2 Mataram, Gunawan, M.Pd. menjelaskan bahwa ABM bertujuan untuk memprediksi kemampuan siswa pada bidang-bidang khusus dan minat siswa berdasarkan ketertarikannya pada suatu jenis bidang, kegiatan, atau pekerjaan tertentu. “ABM diharapkan dapat menempatkan siswa pada bidang keahlian yang tepat sehingga menimbulkan motivasi dan kenyamanan dalam proses pembelajaran. Siswa menjawab soal berdasarkan daya nalar karena ABM disusun tidak berdasarkan silabus mata pelajaran tertentu,” ujarnya menjelaskan.
Berdasarkan jadwal yang sudah ditentukan dari pusat, seluruh siswa kelas XII SMAN 2 Mataram yang berjumlah 412 orang seharusnya dapat mengikuti ABM dalam dua hari, yakni tanggal 29-30 Oktober 2024. Asesmen terbagi ke dalam dua sesi per hari dan masing-masing sesi menggunakan tiga ruangan yakni ruang Lab. TIK, Lab. Bahasa, dan ruang pertemuan. Namun dalam pelaksanaannya penggunaan ruang pertemuan sebagai tempat pelaksanaan asesemen ternyata tidak dapat dilakukan karena ABM tidak dapat menggunakan perangkat HP Android. “Awalnya kita mendapat informasi bahwa ABM dapat dilaksanakan menggunakan HP Android, namun ternyata ada kendala. ABM hanya dapat dilakukan dengan PC atau laptop. Masalah lainnya adalah kendala teknis dari sistem pusat sehingga semua peserta pada sesi 1 hari pertama tidak bisa mengikuti kegiatan ABM,” ujarnya. Akibat kendala tersebut, 246 siswa mengikuti ABM susulan yang dilaksanakan pada tanggal hari Jumat – Sabtu, 1 – 2 November 2024. Sekretrais Panitia, Gusti Afifah, S.Pd. menjelaskan bahwa untuk mengatasi beberapa kendala teknis, khususnya terkait dengan tidak bisa digunakannya perangkat ponsel android, peserta yang memiliki laptop diminta untuk membawa laptop yang bisa digunakan untuk melaksanakan asesmen. “Alhamdulillah, cara ini cukup membantu mengatasi masalah keterbatasan ruang dan keterbatasan komputer yang ada di laboratorium TIK dan Bahasa,” imbuh guru Fisika ini yang juga menambahkan bahwa ada beberapa siswa yang tidak dapat mengikuti ABM karena sakit yang memerlukan beberapa hari perawatan.
Siswa yang telah mengikuti ABM menyampaikan komentarnya tentang asesmen yang diikuti. Fadhil Azzam, siswa kelas XII Sains 1 menyatakan bahwa soal ABM tidak sulit untuk diselesaikan karena jenis dan model soal ABM sudah cukup familiar karena pernah dikenal, misalnya saat ujicoba soal kedinasan. Calistania Salwa Primadi, juga siswa kelas XII Sains 1, mengatakan bahwa menyelesaian soal-soal dalam ABM melatih siswa untuk fokus dan melatih siswa menyelesaikan masalah secara cepat, tepat, dan dalam waktu yang sudah ditentukan. Hal itu membuat siswa lebih terlatih dalam bernalar.
Siswa lainnya, Nabil Mulya Wardana, memberikan saran dan harapan yakni agar asesmen berikutnya lebih baik menggunakan android agar lebih memudahkan semua siswa untuk mengakses. Ia juga menekankan bahwa asesmen bakat dan minat ini memang penting karena dapat membantu siswa mengenal bakat dan minatnya secara lebih baik.
Bulan Bahasa 2024 di SMA Negeri 2 Mataram diperingati dan dimeriahkan dengan Kompetisi Literasi (KompLit) 2024. Pembukaan KompLit 2024 dilakukan di panggung pojok literasi Smanda, Sabtu, 26 Oktober 2024. Dalam sambutan pembukaan, Kepala SMAN 2 Mataram, Abdul Kadir Alaydrus, S.P., M.Pd. menyampaikan pentingnya kegiatan literasi terus dilakukan, dihidupkan, dan digalakkan oleh siswa dan guru SMAN 2 Mataram. “Dengan pelaksanaan KompLit 2024 ini, saya berharap semua peserta kompetisi dapat menyadari pentingnya literasi dan menularkan kebiasaan dan kemampuan literasi kepada rekan-rekan kalian, siswa dan siswi lainnya. Kegiatan literasi sangat penting untuk masa depan siswa dan masa depan bangsa. Alhamdulillah, di sekolah kita kegitan literasi sudah terlaksana dengan cukup baik, terbukti misalnya dengan raihan Juara 2 Perpustakaan Terbaik Nasional 2024 dan kedatangan Duta Baca Indonesia, Gol A Gong, ke sekolah kita, Jumat, 25 Oktober 2024 kemarin. Kita akan tingkatkan terus berbagai kegiatan literasi ini secara bersama-sama,” ujar beliau.
Ketua Panitia KompLit 2024, Herliyana Hasyim, M.A.TESOL menjelaskan bahwa KompLit 2024 merupakan kegiatan yang ke-4 atau pelaksanaan di tahun ke-4. “KompLit dulu diawali tahun 2021 dengan gagasan awal ‘Klinik Literasi’. Gagasan ini kemudian kita implementasikan dalam bentuk kompetisi agar siswa termotivasi untuk bersaing secara positif dan penuh semangat untuk berliterasi,” ujar Kepala Perpustakaan Smanda Mataram ini. Ia juga menambahkan bahwa di tahun kedua (2022), KompLit pernah dilaksanakan dalam skala provinsi atau mengundang peserta dari SMA-SMA se-NTB sebagai peserta. Terakhir, salah seorang penggerak literasi SMAN 2 Mataram ini menyampaikan bahwa pada tahun 2024 ini, peringatan Bulan Bahasa juga disertai dengan pemberian penghargaan untuk guru dan siswa pemustaka terbaik. “Guru dan siswa pemustaka terbaik dipilih berdasarkan intensitas kunjungan dan pemanfaatan perpustakaan sebagai tempat dan sumber belajar,” tuturnya.
Berkaitan dengan jenis mata lomba KompLit 2024, Sekretaris Panitia, Rike Budiati, S.Pd. menjelaskan bahwa mata lomba pada tahun ini lebih sedikit dari tahun-tahun sebelumnya. “Kita menyesuaikan dengan kondisi yang ada sehingga tahun ini kita hanya melaksanakan 5 mata lomba yakni, pidato (bahasa Indonesia), speech (pidato bahasa Inggris), membaca nyaring (membaca cerpen), story telling, dan Debat Bahasa Indonesia. Walaupun hanya 5 mata lomba, saya yakin hal ini tidak akan mengurangi hakikat pelaksanaan lomba ini dan tidak akan mengurangi semangat peserta untuk berkompetisi literasi,” tutur Guru Bahasa Indonesia Smanda ini.
KompLit 2024 memang terlaksana dengan antusiasme tinggi dari semua peserta. Para peserta mempersiapkan diri secara optimal sejak beberapa hari sebelum pelaksanaan lomba. Untuk memudahkan pelaksaan kompetisi, panitia menjadikan beberapa lokasi sebagi tempat lomba. Lomba pidato dilaksanakan di panggung literasi dengan juri Maskanah, S.Pd. dan Haeruddin, M.Pd. Taman literasi menjadi tempat pelaksanaan kompetisi speech dengan juri H.M. Arsyad, M.A. dan Yulita Ratna Widyanti. Lomba membaca cerpen diadakan di ruang audio visual dengan juri Baiq Kurniati, S.Pd. dan Yulidar Annisa Fitri, S.Pd.. Ruang baca lesehan perpustakaan menjadi tepat lomba story telling dengan juri Herliyana Hasyim, M.A.TESOL dan Palupi Maya Sari, S.Pd.. Debat Bahasa Indonesia dilaksanakan di rung pertemuan dengan juri Rike Budiati, S.Pd., Sri Fitri Mandasari, S.Pd., Baiq Kurniati, S.Pd., Haeruddin, M.Pd., dan Leyli Setyawati, S.Pd.
Di akhir kompetisi, para juri memutuskan para juara sebagai berikut.
Kompetisi Pidato:
Juara I : Ni Kadek Pirda Nia Putri
Juara II : Gusti Raditya Swara Dharma
Juara III : Putu Sari Devi Wagiantini Putri
Kompetisi Speech:
Juara I : Baiq Jasmine Rahmadiani
Juara II : Muhammad Sultan Firaaz
Juara III : Nasywa Feby Fazhita Putri
Kompetisi Membaca Cerpen:
Juara I : Dinda Sarah Alfiana
Juara II : Putu Witari Ardini Sapantja
Juara III : Karen Olivia Situngkir
Kompetisi Story Telling:
Juara I : Anya Mirabelina Sulistiyadevy
Juara II : Najiyyah Luthfia Ahmad
Juara III : Ida Bagus Aditya Krisna Pradnyan Jaya
Kompetisi Debat Bahasa Indonesia:
Juara I : Kelas XII Sains 5 (Sammy Vinsson, Kadek Feby Trisna Ningsih, Silvia Putri Rahmadani)
Juara II : Kelas XI Sains 1 (M. Trisna Agung Rizki, Dini Ayriza Putri Wardoyo, Ni Putu Sista Anatasya)
Juara III : Kelas XI Sains 2 (Tedyar Rafif Persada, Valencia M.F. Pelletimu, Ni Made Meivi Karina Nindyta)
Juara IV: Kelas X (Aditia Arya Maulana, Annisa Lestari, Qiandra Ibnaty Waidaturrabi)
Pembicara Terbaik (Best Speaker) Debat:
Pembicara Terbaik I : Valencia Mizzliannthechalystha Flamanda Pelletimu
Pembicara Terbaik II : Ni Made Meivi Karina Nindyta
Pembicara Terbaik III : Qiandra Ibnaty Waidaturrabi
Siswa Pemustaka Terbaik:
Terbaik I : Biroe Citra Dewanto
Terbaik II : Desak Ayu Wulan Cantika Dewi
Terbaik III : Adina rafaya
Guru Pemustaka Terbaik:
Terbaik I : Yuliatin Artikayanti, S.Pd.
Terbaik II : Eka Martha Rahayu, S.Pd.
Bulan Bahasa 2024 di SMA Negeri 2 Mataram diperingati dan dimeriahkan dengan Kompetisi Literasi (KompLit) 2024. Pembukaan KompLit 2024 dilakukan di panggung pojok literasi Smanda, Sabtu, 26 Oktober 2024. Dalam sambutan pembukaan, Kepala SMAN 2 Mataram, Abdul Kadir Alaydrus, S.P., M.Pd. menyampaikan pentingnya kegiatan literasi terus dilakukan, dihidupkan, dan digalakkan oleh siswa dan guru SMAN 2 Mataram. “Dengan pelaksanaan KompLit 2024 ini, saya berharap semua peserta kompetisi dapat menyadari pentingnya literasi dan menularkan kebiasaan dan kemampuan literasi kepada rekan-rekan kalian, siswa dan siswi lainnya. Kegiatan literasi sangat penting untuk masa depan siswa dan masa depan bangsa. Alhamdulillah, di sekolah kita kegitan literasi sudah terlaksana dengan cukup baik, terbukti misalnya dengan raihan Juara 2 Perpustakaan Terbaik Nasional 2024 dan kedatangan Duta Baca Indonesia, Gol A Gong, ke sekolah kita, Jumat, 25 Oktober 2024 kemarin. Kita akan tingkatkan terus berbagai kegiatan literasi ini secara bersama-sama,” ujar beliau.
Ketua Panitia KompLit 2024, Herliyana Hasyim, M.A.TESOL menjelaskan bahwa KompLit 2024 merupakan kegiatan yang ke-4 atau pelaksanaan di tahun ke-4. “KompLit dulu diawali tahun 2021 dengan gagasan awal ‘Klinik Literasi’. Gagasan ini kemudian kita implementasikan dalam bentuk kompetisi agar siswa termotivasi untuk bersaing secara positif dan penuh semangat untuk berliterasi,” ujar Kepala Perpustakaan Smanda Mataram ini. Ia juga menambahkan bahwa di tahun kedua (2022), KompLit pernah dilaksanakan dalam skala provinsi atau mengundang peserta dari SMA-SMA se-NTB sebagai peserta. Terakhir, salah seorang penggerak literasi SMAN 2 Mataram ini menyampaikan bahwa pada tahun 2024 ini, peringatan Bulan Bahasa juga disertai dengan pemberian penghargaan untuk guru dan siswa pemustaka terbaik. “Guru dan siswa pemustaka terbaik dipilih berdasarkan intensitas kunjungan dan pemanfaatan perpustakaan sebagai tempat dan sumber belajar,” tuturnya.
Berkaitan dengan jenis mata lomba KompLit 2024, Sekretrais Panitia, Rike Budiati, S.Pd. menjelaskan bahwa mata lomba pada tahun ini lebih sedikit dari tahun-tahun sebelumnya. “Kita menyesuaikan dengan kondisi yang ada sehingga tahun ini kita hanya melaksanakan 5 mata lomba yakni, pidato (bahasa Indonesia), speech (pidato bahasa Inggris), membaca nyaring (membaca cerpen), story telling, dan Debat Bahasa Indonesia. Walaupun hanya 5 mata lomba, saya yakin hal ini tidak akan mengurangi hakikat pelaksanaan lomba ini dan tidak akan mengurangi semangat peserta untuk berkompetisi literasi,” tutur Guru Bahasa Indonesia Smanda ini.
KompLit 2024 memang terlaksana dengan antusiasme tinggi dari semua peserta. Para peserta mempersiapkan diri secara optimal sejak beberapa hari sebelum pelaksanaan lomba. Untuk memudahkan pelaksaan kompetisi, panitia menjadikan beberapa lokasi sebagi tempat lomba. Lomba pidato dilaksanakan di panggung literasi dengan juri Maskanah, S.Pd. dan Haeruddin, M.Pd. Taman literasi menjadi tempat pelaksanaan kompetisi speech dengan juri H.M. Arsyad, M.A. dan Yulita Ratna Widyanti. Lomba membaca cerpen diadakan di ruang audio visual dengan juri Baiq Kurniati, S.Pd. dan Yulidar Annisa Fitri, S.Pd.. Ruang baca lesehan perpustakaan menjadi tepat lomba story telling dengan juri Herliyana Hasyim, M.A.TESOL dan Palupi Maya Sari, S.Pd.. Debat Bahasa Indonesia dilaksanakan di rung pertemuan dengan juri Rike Budiati, S.Pd., Sri Fitri Mandasari, S.Pd., Baiq Kurniati, S.Pd., Haeruddin, M.Pd., dan Leyli Setyawati, S.Pd.
Di akhir kompetisi, para juri memutuskan para juara sebagai berikut.
Kompetisi Pidato:
Juara I : Ni Kadek Pirda Nia Putri
Juara II : Gusti Raditya Swara Dharma
Juara III : Putu Sari Devi Wagiantini Putri
Kompetisi Speech:
Juara I : Baiq Jasmine Rahmadiani
Juara II : Muhammad Sultan Firaaz
Juara III : Nasywa Feby Fazhita Putri
Kompetisi Membaca Cerpen:
Juara I : Dinda Sarah Alfiana
Juara II : Putu Witari Ardini Sapantja
Juara III : Karen Olivia Situngkir
Kompetisi Story Telling:
Juara I : Anya Mirabelina Sulistiyadevy
Juara II : Najiyyah Luthfia Ahmad
Juara III : Ida Bagus Aditya Krisna Pradnyan Jaya
Kompetisi Debat Bahasa Indonesia:
Juara I : Kelas XII Sains 5 (Sammy Vinsson, Kadek Feby Trisna Ningsih, Silvia Putri Rahmadani)
Juara II : Kelas XI Sains 1 (M. Trisna Agung Rizki, Dini Ayriza Putri Wardoyo, Ni Putu Sista Anatasya)
Juara III : Kelas XI Sains 2 (Tedyar Rafif Persada, Valencia M.F. Pelletimu, Ni Made Meivi Karina Nindyta)
Juara IV: Kelas X (Aditia Arya Maulana, Annisa Lestari, Qiandra Ibnaty Waidaturrabi)
Pembicara Terbaik (Best Speaker) Debat:
Pembicara Terbaik I : Valencia Mizzliannthechalystha Flamanda Pelletimu
Pembicara Terbaik II : Ni Made Meivi Karina Nindyta
Pembicara Terbaik III : Qiandra Ibnaty Waidaturrabi
Siswa Pemustaka Terbaik:
Terbaik I : Biroe Citra Dewanto
Terbaik II : Desak Ayu Wulan Cantika Dewi
Terbaik III : Adina rafaya
Guru Pemustaka Terbaik:
Terbaik I : Yuliatin Artikayanti, S.Pd.
Terbaik II : Eka Martha Rahayu, S.Pd.
Juara 2 Lomba Perpustakaan Terbaik Tingkat Nasional menjadi raihan Perpustakaan SMA Negeri 2 Mataram tahun ini. Pengumuman para juara tingkat nasional disampaikan hari Jumat tanggal 20 September 2024 di Perpustakaan Nasional RI, Jakarta. Penyampaian pengumuman itu juga menandai berakhirnya rangkaian kegiatan Lomba Perpustakaan Terbaik Tingkat Nasional tahun 2024. Sebelum penentuan juara, para peserta sebagai nominator dari seluruh Indonesia menyampaikan presentasi sebagai penilaian akhir. Presentasi disampaikan oleh kepala-kepala perpustakaan didampingi kepala sekolah.
Perpustakaan SMAN 2 Mataram bersaing dengan lima sekolah lainnya dalam klaster III. Semua nominator melalui tahapan penilaian dokumen secara online, visitasi oleh juri nasional, dan presentasi di Perpustakaan Nasional. Setelah melalui semua tahap tersebut, berdasarkan nilai akhir, Perpustakaan SMAN 2 Mataram meraih juara II.
Kepala SMAN 2 Mataram, Herliyana Hasyim, M.A. TESOL mengungkapkan kegembiraan atas prestasi ini. “Alhamdulillah, ini adalah prestasi kita bersama. Saya tidak bekerja sendiri, kita bekerja dalam tim yang solid,” ujarnya sambil menyampaikan terima kasih pada tim perpustakaan, kepala sekolah, pustakasis Smanda, guru, dan siswa-siswa yang selama ini mendukung dalam kerja dan memanfaatkan perpustakaan sebagai tempat dan sumber belajar. Ia juga menambahkan bahwa hasil ini akan menjadi pemicu, baik bagi dirinya sendiri sebagai kepala perpustakaan maupun bagi para pegawai perpustakaan SMAN 2 Mataram untuk memberikan pelayanan lebih optimal kepada pengunjung perpustakaan.
Kepala SMAN 2 Mataram, Abdul Kadir Alaydrus, S.Pd., M.Pd. juga mengungkapkan rasa gembira atas hasil yang dicapai. “Sebagai pimpinan, saya akan terus mendukung pengembangan perpustakaan. Kita akan terus memperbaiki kekurangan yang masih ada dan mengembangkan program-program perpustakaan. Saya sudah menyampaikan kepada kepala perpustakaan untuk terus berinovasi dalam pelayanan, dan sekolah akan mendukung semua itu dalam berbagai bentuk,” tuturnya. Ia menambahkan bahwa beberapa sekolah telah menyatakan keinginan untuk menjadikan perpustakaan SMAN 2 Mataram sebagai contoh dan akan datang untuk menimba pengetahuan dan pengalaman.