Memuat

Arsip 2026

27/04/ 2026
Workshop Pemanfaatan PMM dan Asesmen

Dalam rangka semakin menguatkan pelaksanaan Kurikulum Merdeka, SMA Negeri 2 Mataram terus melakukan upaya peningkatan kompetensi guru dan tenaga kependidikan. Kali ini dilakukan Workshop Pemanfaatan Platform Merdeka Mengajar dan Asesmen. Kegiatan ini dilakukan hari Senin-Rabu, 6-8 November 2023 setelah pelaksanaan pembelajaran efektif diikuti semua guru SMAN 2 Mataram dan pegawai ASN.

Kepala SMAN 2 Mataram, Abdul Kadir Alaydrus, S.P., M.Pd dalam sambutannya menyampaikan latar belakang pelaksanaan kegiatan ini. Ia menjelaskan bahwa kondisi nyata menuntut guru untuk selalu meningkatkan kompetensi. Data menunjukkan bahwa pemanfaatan PMM oleh guru Smanda belum maksimal. Di sisi lain, hasil tes psikologi juga belum menjadi acuan utama pelayanan pembelajaran siswa. Kondisi-kondisi tersebut mendorong pihak sekolah untuk memperbaiki kondisi dengan menyiapkan guru dan tenaga kependidikan dari aspek pengetahuan dan keterampilan.

Workshop kali ini dibuka oleh Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTB, Jaka Wahyana. Dalam sesi penyampaian materi, Jaka Wahyana, S.Pd. memberikan analogi menarik berkaitan dengan bagaimana guru harus menyesuaikan diri dengan kondisi siswa zaman sekarang. Dengan menganalogikan warga pendatang yang harus menyesuaikan diri dengan warga asli atau warga setempat, beliau menegaskan bahwa guru adalah pendatang poada masa kini dan siswalah yang menjadi pemiliki atau ‘penduduk asli’ zaman ini. Oleh karenanya, guru harus menyesuaikan diri dengan siswa dan zaman mereka. Di samping itu, ia menekankan pentingnya mendidik siswa mengikuti ‘manual atau buku panduan’ dari pencipta siswa atau manusia, yakni mendidik siswa berpedoman pada kitab suci agama-agama.

Terdapat tiga materi pokok dalam workshop yang dilaksanakan dengan pola in-on-in ini. Hari pertama diisi materi Pemanfaatan Platform Merdeka Mengajar (PMM). Narasumber materi ini adalah Samsul Fahrozi, Captain belajar.id Nusa Tenggara Barat. Narasumber menyampaiakn materi-materi pokok tentang pentingnya pemanfaatan berbagai fasilitas yang disiapkan pemerintah termasuk PMM, konten-konten PMM, serta cara pemanfaatannya. Peserta langsung mempraktikkan pemanfaatan PMM, misalnya cara mengunduh bahan ajar, cara memanfaatkan asesmen, cara memanfaatkan modul ajar, dan cara melaksanakan pelatihan mandiri. Hari kedua diisi dengan lanjutan materi PMM khususnya yang berkaitan dengan Pelatihan Mandiri. Materi kemudian dilanjutkan dengan Pengisian SKP yang dipandu koordinator PKG dan PKB SMAN 2 Mataram, Drs. H. Bambang Indrato. Materi ini penting karena sebagaian guru masih belum menyelesaikan pengisian SKP sampai bulan Oktober 2023. Di hari ketiga, workshop diisi materi pemanfaatan hasil asesmen bakat dan minat untuk pembelajaran. Materi disampaikan oleh Drs. Kristian Pake Seko, Pengawas SMA di Cabang Dinas Dikbud Mataram-Lombok Barat yang juga ahli dalam tes psikologi. Materi ini sangat menarik bagi peserta karena narasumber langsung menunjukkan data hasil tes psikologi siswa kelas X dengan berbagai variasi hasil tes yang menantang guru untuk mengelaborasi data tersebut. Guru mengaitkan hasil tes dengan kondisi siswa yang dilihat sehari-hari lalu membahasnya bersama narasumber.

Gunawan, M.Pd. selaku Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum selanjutnya memberikan penguatan tentang pemanfaatan hasil asesmen psikologi, bakat, dan minat untuk menentukan mata pelajaran pilihan siswa di fase F. Ia menjelaskan bahwa pemilihan mata pelajaran pada prinsipnya diserahkan sepenuhnya kepada minat siswa. Sekolah memfasilitasi minat siswa dengan memberikan pertimbangan-pertimbangan pada siswa termasuk hasil asesmen psikologi mereka. Guru Matematika ini juga mengemukakan permasalahan selama ini yang dihadapi dalam kaitannya dengan mata pelajaran pilihan dan ‘penjurusan atau pembagian kelas’. Persoalan utama yang dihadapi sekolah justru dalam kaitannya dengan keinginan orang tua. “Sebagian orang tua memiliki kecenderungan ‘memaksakan keinginan’ pada anak dan sekolah untuk mengikuti kelas atau jurusan yang menurut orang tua sesuai dengan kondisi anaknya. Padahal keinginan orang tua tersebut acapkali bertentangan dengan minat anak”, paparnya. Menghadapi situasi seperti ini, beliau menjelaskan bahwa untuk mengambil keputusan yang tidak merugikan anak, sekolah akan mengundang orang tua untuk membahasnya bersama guru BK, siswa, dan wali kelas.

Workshop selama tiga hari ini dirasakan manfaatnya oleh para guru. Salah seorang guru senior, Dra. Hasinah Martini, mengungkapkan bahwa materi kegiatan kali ini memberikan tambahan wawasan, misalnya tentang pemanfaatan PMM. “Sebelum workshop ini saya tidak begitu mendalami kurikulum merdeka termasuk PMM sebagai pendukungnya. Namun setelah kegiatan ini saya lebih memahami dan ingin memanfaatkan fasilitas PMM untuk mendalami kurikulum merdeka serta penerapan dan pelaksanaannya.” Berkaitan dengan pemanfaatan asesmen psikologi untuk mendukung pembelajaran, Wakasek Kesiswaan SMAN 2 Mataram, Lalu Iskandar, S.Pd. mengungkapkan bahwa hasil asesmen pasikologi yang ada semestinya dimanfaatkan secara tepat untuk melayani dan mengembangkan potensi-potensi siswa. “Elaborasi bersama narasumber menguatkan pemahaman kita bahwa siswa-siswi kita memiliki keunikan, kelebihan, potensi yang terkadang lepas dari pencermatan kita. Guru harus memanfaatkan data hasil asesmen psikologi untuk memaksimalkan pembelajaran berbasis murid”, ujar guru mapel Fisika ini.

27/04/ 2026
Smanda Tandatangani MoU dengan Kantor Bahasa NTB

SMAN 2 Mataram meneruskan kerja sama dengan Kantor Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat. Penandatanganan naskah kerja sama dilakukan oleh Kepala SMAN 2 Mataram, Abdul Kadir Alaydrus, S.P., M.Pd. dan Kepala Kantor Bahasa Nusa Tenggara Barat, Dr. Puji Retno Hardiningtyas, S.S., M.Hum hari Senin, 30 Oktober 2023 di Ruang Pertemuan SMAN 2 Mataram. Acara tersebut dihadiri oleh sekitar 20 guru Smanda, perwakilan siswa, dan 3 orang dari Kantor Bahasa NTB.

Dalam sambutannya, Abdul Kadir Alaydrus, S.P., M.Pd. menjelaskan bahwa kerja sama ini telah lama direncanakan karena SMAN 2 Mataram terus mengupayakan peningkatan literasi dan numerasi, baik untuk guru maupun siswa. Hal itu berkaitan dengan upaya peningkatan pengetahuan dan daya nalar sekaligus menunjang peningkatan nilai rapor pendidikan yang aspek-aspek penilaiannya berkaitan dengan literasi dan numerasi tersebut. Kerja sama ini juga secara khusus menyasar siswa program Twin School dan Insan Cendekia.

Kepala Kantor Bahasa Nusa Tenggara Barat, Dr. Puji Retno Hardiningtyas, S.S., M.Hum menyambut baik kerja sama dalam bidang kebahasaan dan kesastraan ini. Ia mengatakan bahwa Kantor Bahasa memiliki kewajiban untuk memfasilitasi peningkatan kesadaran, pemahaman, dan penggunaan Bahasa Indonesia di semua kalangan, termasuk kalangan siswa. Secara khusus, beliau menekankan persiapan pelatihan Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing  (BIPA) yang nanti akan didalami bersama siswa program Twin School. Ia juga menyampaikan program inovasi Mandalika-Desa Wisata Literasi (Mandalika-Dewisali) yaitu Desa Wisata Jeruk Manis, Sikur, Kabupaten Lombok Timur dan Desa Wisata Bonjeruk  Kabupaten Lombok Tengah. Dalam mendukung desa wisata literasi ini Kantor Bahasa yang akan memfasilitasi pelatihan penggunaan Bahasa Indonesia dan bahasa asing untuk melayani wisatawan asing yang datang ke desa tersebut. Berkaitan dengan layanan UKBI, Puji Retno Hardiningtyas mengatakan bahwa UKBI dilaksanakan gratis untuk siswa, sedangkan untuk guru dalam jumlah terbatas akan ada UKBI gratis saat Hari Guru.

Dalam naskah kerja sama yang ditandatangani tercantum kesepakatan melakukan kerja sama dalam pelaksanaan TOEFL Preparation Class, Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI) Adaptif Merdeka, Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) di Desa Wisata, dan dukungan kegiatan pengembangan literasi didasari asas manfaat bagi kedua belah pihak.

27/04/ 2026
Hari Sumpah Pemuda: DW Smanda Adakan Lomba Masak Antarkelas

Memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-95, 28 Oktober 2023, Darma Wanita UP SMAN 2 Mataram mengadakan kegiatan terbilang unik, yakni Lomba Memasak Antarkelas. Dikatakan unik karena pemuda-pemudi (baca: siwa-siswa) sebagai milenal pada saat ini mungkin jarang yang menggeluti ‘dunia masak-memasak’. Gagasan DW Smanda melaksnakan kegiatan ini bukan tanpa alasan. Ketua DW Smanda, Ny. Syarifah Wahidah Alaydrus menjelaskan bahwa lomba ini dihajatkan sebagai pelaksanaan program pemerintah provinsi NTB mengatasi stunting. “Darma Wanita diminta oleh pemerintah NTB melalui Dinas Dikbud untuk perperan aktif membantu pemerintah mengatasi stunting. Kegiatan Lomba Memasak hanya salah satu di antara beberapa program Darma Wanita Smanda menunjang program tersebut. Kebetulan ini perbarengan dengan perayaan Hari Sumpah Pemuda dan Kompetisi Literasi (KompLit) Smanda 2023, sehingga kita kaitkan lomba ini dengan perayaan tersebut”, imbuh beliau.

Ny. Syarifah Wahidah Alaydrus mengapresiasi antusisme siswa mengikuti lomba ini. Beliau mengatakan tidak menduga bahwa siswa sangat bersemangat dan bergembira dalam lomba memasak. Hal ini nampak dari kerja sama siswa: mereka bahu membahu menyiapkan segala sesuatu yang dibutuhkan, menunjukkan karakter kerja sama dan bertanggung jawab. “Luar biasa semangat mereka. Saya sangat menikmati suasana lomba ini. Mereka antusis. Bahkan ada yang mearik, yakni anggota tim semuanya siswa laki-laki”, ungkapnya. Selanjutnya, beliau menambahkan bahwa masakan itu kemudian dinikmati siswa bersama teman-teman sekelas siswa. Walaupun sebenarnya panitia lomba membatasi biaya untuk lomba, namun ada kelas yang memasak dalam jumlah banyak agar dinikmati bersama. Hal ini juga baik karena masih ada siswa kita yang belum proporsional antara usia dan berat badan mereka.

Koordinator loma memasak yang juga pengurus DW Smanda, Dra. Karsinah menjelaskan beberapa kriteria penilaian lomba, diantaranya berbahan ikan atau telur, maksimal biaya adalah seratus ribu rupiah, tiap tim kelas diwakili 3 siswa, dan peserta harus menuliskan bahan, proses dan deskripsi hasilnya. “Ini sekaligus melatih siswa membuat laporan berdasarkan kegiatan nyata yang dilakukan. Aspek literasi jadi masuk juga selain melatih siswa untuk mandiri dalam memasak”, ujar guru mata pelajaran Sejarah ini.

Lomba menjadi lebih meriah karena juga dihadiri oleh Kepala Cabang Dinas Dikbud Mataram-Lomba Barat beserta beberapa pengurus Darma Wanita Malomba. Mereka hadir langsung untuk menyaksikan model penerapan program kerja DW Smanda dalam mengatasi stunting sekaligus ikut memberikan penilaian terhadap hasil masakan siswa Smanda.

27/04/ 2026
MAULID NABI: RASULULLAH TELADAN KAUM MILENIAL

Jumat, 6 Oktober 2023, SMAN 2 Mataram memperingati Kelahiran atau Maulid Nabi Muhammad SAW. Kegiatan Maulid tahun ini terasa berbeda karena untuk pertama kalinya, SMAN 2 Mataram mengaitkannya dengan tradisi perayaan yang biasa dilaksanakan masyarakat Sasak di Lombok yakni dengan membawa “dulang penamat”. Kepala SMAN 2 Mataram, Abdul Kadir Alaydrus, S.P., M.Pd. menjelaskan bahwa perayaan dengan mengaitkan dengan tradisi Islami ini dimaksudkan untuk menumbuhkan kecintaan pada Nabi sekaligus mengenalkan dan memperkuat tradisi Islami yang telah ada dan mendarah daging dalam masyarakat.

Peringatan Maulid menghadirkan dua narasumber, yakni L. Ibrahim, S.Pd., M.H. (Kepala Bidang Kebudayaan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTB) serta Prof. Dr. TGH. Maimun Zubair, M.Pd. (dosen dan Guru Besar Fakultas Ushuluddin UIN Mataram). Kabid Kebudayaan Dikbud NTB dalam sambutannya menekankan pentingnya siswa mengenal adat dan tadisi, misalnya adat budaya Sasak. “Adat berkaitan dengan nilai-nilai positif dalam budaya dan tradisi, sehingga orang yang beradat akan selalu bersikap baik, memperhatikan etika, dan akan selalu saling menghargai”, ujarnya. Beliau memberi contoh, Gendang Beleq sebagai adat yang bila dilakukan dengan memperhatikan ketertiban umum akan menjadi adat yang baik. Di sisi lain, Kecimol yang dilakukan di jalan raya dan mengganggu ketertiban umum, bukanlah adat, melainkan perbuatan yang tidak menghargai kepentingan masyarakat. Beliau juga memberikan contoh bagaimana adat dalam keluarga yang harus diperhatikan dan ditumbuhkan agar keluarga tetap utuh, harmonis, dan penuh kebahagiaan. Dalam kaitannya dengan tradisi Maulid di Lombok, ditekankan bahwa tradisi Maulid ini adalah tradisi yang baik, tradisi Islami yang menjadi milik masyarakat Islam dan harus terus dipelihara.

Prof. Dr. TGH. Maimun Zubair, M.Pd, dalam ceramahnya menekankan dua hal, yakni pentingnya bersholawat kepada Nabi dan tantangan kaum milineal yang harus dihadapi dengan meneladani Nabi Muhammad SAW sebagai solusi. Guru Besar UIN Mataram ini menjelaskan bahwa Allah dan para malaikat bersholawat kepada Nabi, padahal derajat Allah SWT yang Maha Pencipta, jauh lebih tinggi daripada Nabi SAW. Kalau Allah SWT saja bersholat pada Nabi Muhammad, maka mestinya kita sebagai umat beliau, yang derajat kita jauh di bawah Nabi, sangat wajar untuk bersholawat  kepada Nabi Muhammmad SAW. Kecintaan kepada Nabi harus dimulai dari hati, sehinnga untuk mencintai Nabi ‘tidak perlu dalil’, cukup dengan mencintai dengan hati sepenuh hati. Bersholawat pada Nabi akan dapat mengantarkan seseorang untuk masuk syurga Allah SWT.

Dalam konteks kekinian, Prof. Maimun menjelaskan empat fenomena yang harus diwaspadai siswa sebagai kaum milenial.  Pertama, show off yakni sikap atau perilaku pamer, yang selalu ingin menunjukkan atau memamerkan diri ke publik terutama melalaui media sosial. Sikap ini menjadi berbahaya karena kaum milineal selalu ingin mendapat perhatian dan pujian dan seolah tidak lagi ingin punya privacy. Hal yng diinginkan adalah terkenal, tanpa memedulikan cara yang ditempuh untuk terkenal.  Kedua, nomophobia (no mobile phobia), yaitu ketakutan untuk beraktivitas sehari-hari tanpa gadget atau berada jauh dari ponselnya. Kaum milinela memiliki ketergantungan yang sangat besar pada ponsel dan media sosial sehingga kaum melilenial merasa rugi kalua jauh dari ponsel. Ketiga, phubbing yakni sikap kaum milenial yang asyik denganm ponsel atau gadget dan mengabaikan orang lain atau lingkungan di sekitanya. Keempat adalah adanya efek keyakinan bahwa di ponsel semua informasi yang dibutuhkan dapat diperoleh dengan sangat mudah. Hal ini membuat kaum mileal menjadi malas berliterasi, malas membaca, malas mendapatkan informasi-informasi dari sumber-sumber lain.

Rasulullah SAW memebrikan solusi untuk menghadapi empat masalah tersebut  yang pada pokoknya adalah membatasi diri dan mengatur penggunaan ponsel dengan penuh kesadaran. Dalam konteks keislaman, mendekatkan diri pada keraian majelis taklim adalah solusi dan menyepi dengan melakukan sholat malam adalah solusi lainnya. Membaca Al-Quran secara teratur dan istiqomah juga menjadi salah satu alternatif.

Peringatan Maulid Nabi yang dipusatkan di halaman tengah Smanda tersebut juga dirangkai dengan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) tema 1 “Bangunlah Jiwa dan Raga”. Karakter sehat jiwa dalam menghayati nilai-nilai keagamaan serta kolaborasi dan gotong royong dalam tim kelas merupakan karakter-karalter yang ingin diperkuat dalam kegiatan ini, selain karakter religius.

27/04/ 2026
FIELD STUDY 2024: Belajar di Luar Kelas Jilid 1

SMA Negeri 2 Mataram – Sabtu, 24 Februari 2024, tepat pukul 08.00 WITA, 38 siswa the Twin School Class (TSC) dan 5 guru pendamping SMAN 2 Mataram dilepas oleh Wakil Kepala Sekolah bidang Kesiswaan, Lalu Iskandar, S.Pd., menuju lokasi Field Study Tahun 2024. Kegiatan Field Study adalah kegiatan lapangan di mana peserta program TSC mengaplikasikan hasil belajar mereka di luar kelas khususnya keterampilan Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia Bagi Penutur Asing termasuk observasi lingkungan belajar, interview dan interaksi dengan masyarakat sekitar, mengambil data, dan melaporkan hasil temuan mereka di lapangan.

Pada tahun 2024 ini, TSC bekerjasama dengan Kantor Bahasa Provinsi NTB mengunjungi sebuah desa wisata yang merupakan mitra Kantor Bahasa dalam pengembangan implementasi Bahasa Indonesia untuk Penutur Bahasa Asing, yaitu Desa Wisata Bilebante Kediri , Lombok Barat. Hal ini sejalan dengan salah satu tujuan program TSC yaitu pertukaran jangka pendek (short-term program) di mana siswa sekolah kembar SMAN 2 Mataram, Christian College Geelong Victoria Australia, akan tinggal dan belajar budaya dan Bahasa Indonesia bersama siswa SMAN 2 Mataram/TSC. Kegiatan Field Study kali ini dirancang sebagai evaluasi awal kegiatan pembelajaran di kelas dan sebagai pra-aktivitas dan gladi/latihan sebelum siswa TSC menerima kunjungan saudara kembar mereka dari Australia.

Dalam kegiatan ini, peserta program dibagi menjadi 3 kelompok terdiri dari 12-13 orang. Setibanya di lokasi, peserta langsung mendapat welcome drink dan snacks berupa kopi/teh, jamu dan jajanan tardisional khas Lombok, kue serabi. Makanan, jami dan minuman ini adalah hasil produksi warga desa Bilebante. Setelah menikmati kudapan, peserta langsung melakukan kegiatan ice-breaking bersama pengelola desa Wisata Bilebante. Grup C yang diketua Muhammad Faiq, berhasil membawa Timnya Juara dalam kegiatan tersebut.

Setelah itu, peserta dibagi Kembali ke dalam 2 kegiatan; pertama, mengitari keindahan desa Bilebante dengan cidomo, sepeda dan ATV, dan kedua, wisata desa berjalan kaki melihat peternakan sapi, tanaman traditional yang digunakan untuk obat-obatan dan sayur-mayur serta melihat kebun herbal. Peserta yang berjalan kaki tiba lebih dahulu di Desa Pancingan yang memiliki area pemancingan, danau, panggung pertunjukkan, beberapa beruga dan pohon besar yang membuat suasan lebih alami.

Peserta kemudian melanjutkan kegiatan di kebun herbal. Di sini, peserta diperlihatkan beraneka ragam jenis tanaman yang dirawat dan dimanfaatkan sebagai tanaman obat. Pesertapun antusias bertanya mengenai jenis dan khasiat tiap-tiap tanaman. Menutup kunjungan di kebun herbal, peserta diberikan tantangan menanam benih pohon yang telah disediakan pengelola di sekitar area kebun. Grup A, B dan C berlomba-lomba menanam benih pohon sebanyak-banyaknya.

Tepat pukul 10.30 WITA, seluruh peserta berkumpul di area beruga desa Pancingan. Kali ini mereka mendapat ilmu membuat wadah kue tradisional, cerorot. Ketiga grup ditantang membuat wadah dengan cepat, tepat dan rapih. 3 warga desa menemani setiap grup menyelesaikan tugas mereka. Setelah wadah selesai, mereka mendapat ilmu membuat kue cerorot. Peserta sangat antusias melihat dan mencoba langsung proses pembuatan kue cerorot.

Tak terasa waktu makan siangpun tiba. Peserta menikmati suasana hutan yang masih alami dan menikmati santap siang di area berkumpul. Sebagian peserta menunaikan ibadah sholat Dzuhur. Tepat pukul 13.30 Wita, peserta beramai-ramai menikmati cerorot hasil masakan mereka sambil menikmati hiburan lagu-lagu dari salah satu siswa TSC, Ni Made Meivi Karina N., yang memiliki suara yang sangat merdu.

Kegiatan di Bilebantepun diakhiri tepat pukul 14.00 WITA. Peserta berkumpul di aula desa dan melakukan sesi foto bersama. Ketua Program Twin School, Ihdzar Azizi, mengatakan kegiatan hari ini sangat bermanfaat dan bermakna bagi siswa TSC. Mereka bisa belajar dan langsung mempraktekkan penggunakaan Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia Bagi Penutur Asing kepada warga dan salah satu sukarelawan asal Prancis yang mengajar Bahasa Inggris di sana. Dia menambahkan, kegiatan serupa akan dilaksanakan pada bulan Maret 2024 dengan membawa saudara kembar dari CCG Australia. “Siswa TSC nanti akan menjadi pemandu bagi saudara-saudaranya dari Australia dan akan berbagi infromasi mengenai bahasa dan budaya, khususnya di Bilebante Lombok Barat.”

Rombongan pesertapun menikmati sisa waktu akhir pekan yang indah menuju kawasan Ekonomi Kreatif Kuta Mandalika. Disana siswa mendapaat kegiatan outbound yang dipimpin Bapak Herman. Kegiatan pun dilanjutkan dengan penyerahan hadiah bagi grup pemenang lomba dan tantangan selama kegiatan Field Study berlangsung. Grup A dinyatakan sebagai pemenang, sementara grup C dab B meraih juara 2 dan tiga. Selamat ya Farrel dan kawan-kawan!

Sebelum bertolak Kembali ke Mataram, peserta mampir untuk menunaikan sholat Azhar di Masjid Agung Nurul Bilad. Peserta dan guru pendampingpun tiba tepat pukul 18.00 WITA di SMA Negeri 2 Mataram. Di akhir kegiatan, peserta diinggatkan Kembali untuk membuat laporan kegiatan Field Study kali ini secara digital dalam bentuk digital wall-magazine dua Bahasa yang akan menceritakan seluruh keseruan kegiatan yang telah mereka lalui!

27/04/ 2026
Smanda Mataram Sukseskan IECA Fest 2024

Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat, melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Nusa Tenggara Barat menyelenggarakan Indonesia Education Career Festival (IECA FEST) 2024. Kegiatan ini dimaksudkan untuk membagikan informasi dan memberikan wawasan kepada para siswa kelas XII untuk memilih perguruan tinggi sesuai dengan minat mereka. Hal ini dimungkinkan karena IECA Fest memberikan kesempatan kepada 20 perguruan tinggi untuk memaparkan berbagai program unggulan lembaga mereka.

SMAN 2 Mataram menjadi salah satu di anatara 5 lokasi penyelenggaraan di Pulau Lombok. Kepala Dinas Dikbud NTB, Dr. H. Aidy Furqan, M.Pd.  dalam pembukaan kegiatan menyampaikan agar semua peserta memanfaatkan kesempatan ini untuk mempertimbangkan pilihan perguruan tinggi yang akan dimasuki. Kegiatan ini harus maksimal dimanfaatkan untuk mendapatkan informasi lengkap tentang perguruan tinggi yang diinginkan. Beliau juga menyampaikan agar setelah kegiatan ini, siswa  mengomunikasikan dengan orang tua tentang pilihan perguruan tinggi dan jurusan yang dimasuki agar ketika mengikuti pendidikan tinggi  tersebut akan dapat berjalan dengan sukses.

Sementara itu, Kepala SMAN 2 Mataram, Abdul Kadir Alaydrus, S.P., M.Pd., menyampaikan bahwa seluruh siswa kelas XII SMAN 2 Mataram mengikuti kegiatan ini. “Alhamdulillah, siswa-siswi kita antusis mengikuti kegiatan ini, bukan hanya karena informasi yang diterima dalam IECA Fest ini penting, melainkan juga karena mereka dapat bertemu dan membersamai siswa-siswa dari sekolah lain di Lombok Barat yang hadir di SMAN 2 Mataram”, tutur beliau. Memang, kegiatan di SMAN 2 Mataram ini diikuti lebih dari 1000 siswa dari SMAN 2 Mataram (432 siswa)dan SMA-SMA lain dari Kabupaten Lombok Barat, yakni SMAN 1 Lembar (85), SMAN 3 Lembar (30), SMAN 1 Sekotong (50), SMAN 1 Gerung (100), SMAN 2 Gerung (30), SMAN 1 Kuripan (85), SMAN 1 Kediri (30), SMAN 1 Lingsar (100), SMAN 1 Labuapi (50), dan SMAN 2 Labuapi (50).

Koordinator kegiatan di SMAN 2 Mataram, Lalu Iskandar, S.Pd. menjelaskan persiapan dan pelaksanaan kegiatan. Ia menuturkan bahwa sejak ditunjuk oleh Dinas Dikbud NTB sebagai pelaksana IECA Fest, SMAN 2 Mataram mempersiapkan berbagai hal untuk menyukseskan kegiatan. “Kami menyiapkan 18 ruangan dan lokasi pameran agar dapat memfasilitasi kegiatan ini sampai sukses. Kami bertekad mendukung kegiatan yang memang bermanfaat untuk anak-anak kita dan anak-anak NTB untuk mendapat pendidikan jenjang tinggi.”

Para peserta festival menyambut baik kegiatan ini. Mereka mengatakan mendapatkan informasi yang lebih lengkap mengenai beberapa perguruan tinggi. Namun demikian, terselip harapan besar agar di tahun mendatang Dikbud NTB mengundang perguruan tinggi ternama. Siswa kelas XII Mipa-1 SMAN 2 Mataram, Muhammad  Firqie Putra Priambodo, misalnya menyampaikan harapan agar PTN-PTN ternama dapat diundang dalam kegiatan di tahun mendatang, misalnya Univesitas Indonesia, Universitas Gadjah Mada, ITB, IPB, Airlangga, juga Universitas Mataram.

Rangkaian kegiatan IECA Fest diakhiri di Hotel Vaganza Mataram, Sabtu 20 Januari 2024. Siswa kelas XII juga menghadiri kegiatan tersebut didampingi para wali kelas XII serta Kepala SMAN 2 Mataram, Abdul Kadir Alaydrus, S.P., M.Pd.

27/04/ 2026
Smanda Mataram Apel Pagi Antinarkoba Bersama BNN NTB

Narkoba dan kekerasan adalah musuh bersama yang harus dijauhi. Hal itulah yang terus disuarakan dari, oleh, dan kepada warga SMAN 2 Mataram. Oleh karena itu pulalah, SMAN 2 Mataram memberi kesempatan kepada siapaun atau pihak manapun yang ingin memberikan kontribusi bagi tercapainya tujuan dan tekad selalu menjauhkan warga Smanda dari ancaman narkoba dan tindak kekerasan.

Pada pertengahan November 2023, BNN Provinsi NTB melalui Bapak Irfan M. Noor, mendatangi SMAN 2 Mataram untuk menyampaikan program Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba Berbasis Sekolah. Setelah komunikasi intensif disepakati waktu dan bentuk kegiatan yang akan dilakukan di sekolah, yakni Apel Pagi Smanda Antinarkoba dan Antikekerasan. Senin, 20 November 2023, SMAN 2 Mataram kegiatan tersebut diwujudkan. Barat. Tim BNN Provinsi Nusa Tenggara Barat dipimpin oleh Kepala Bidang Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat, Drs. H. Nur Rachmat, Apt. mewakili Kepala BNN NTB. Apelpagi pun dilaksanakan. Acara inti apel pagi tersebut adalah: (1) Pembacaan Ikrar Pelajar NTB Antinarkoba dan Antikekerasan, (2) Amanat Pembina Apel tentang sikap antinarkoba, dan (3)  menyanyikan Mars BNN secara bersama-sama.

Pembacaan Ikrar Pelajar NTB Antinarkoba dan Antikekerasan dilakukan oleh Alfian Ananta Asis, Siswa SMAN 2 Mataram yang menjadi Duta Pelajar Nusa Tenggara Barat 2023. Pembacaan ikrar kemudian diikuti seluruh siswa Smanda yang berjumlah 1.320 orang. Pembacaan ikrar ini menunjukkan tekad seluruh siswa SMAN 2 Mataram untuk menjauhi narkoba dan tindak kekerasan, baik di sekolah maupun luar sekolah.

Sebagai Pembina Apel, Drs. H. Nur Rachmat, Apt. mengawali amanat dengan menjelaskan latar belakang pentingnya kehadiran BNN ke sekolah-sekolah, yakni kasus terbaru narkoba yang melibatkan 19 siswa di sebuah SMA negeri di NTB. Mereka, berdasarkan pemeriksaan BNN, positif menggunakan narkoba. Drs. H. Nur Rachmat, Apt.  menekankan agar kasus seperti ini jangan sampai terjadi lagi. Oleh karenanya beliau menggarisbawahi dan menekankan beberapa hal yang harus dilakukan oleh sekolah dan siswa untuk mencegah dan menjauhkan siswa dari narkoba, menjadi sekolah yang bebas dari narkoba. “Sekolah harus mendengarkan keluhan-keluhan masalah siswa. Suara siswa harus didengar. Selanjutnya, OSIS dan ekstrakurikulerharys difasilitasi untuk dapat melakukan kegiatan positif. Sekolah juga harus melakukan kolaborasi dengan berbagai pihak untuk bergerak bersama mencegah penyalahgunaan narkoba”, ujarnya.

Selanjutnya, Kepala Bidang Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat BNN NTB ini menekan tiga hal yang harus dilakukan siswa. Pertama, mengembangkan self regulation, yakni regulasi diri yang memungkinkan siswa mengontrol diri, mengendalikan emosi, sera menyalurkan emosi dan potensi pada aktivitas-aktivitas positif. Self regulation sangat penting dimiliki siswa karena dengan memiliki sikap ini jika suatu saat siswa menghadapi masalah, siswa tidak akan lari kepada narkobakarena mereka tahu bahwamenggunakan narkoba bukanlah jalan keluar, melainkan malah akan mendatangkan masalah baru. Kedua, mengembangkan self-awareness yakni  kemampuan individu untuk bisa mengidentifikasi dan memahami dirinya secara utuh, baik dari sifat, karakter, emosi, perasaan, pikiran dan cara adaptasi dengan lingkungan. Sifat ini akan berkaitan dengan assertiveness yakni  kemampuan siswa untuk mengutarakan secara langsung apa yang diinginkan dan tidak diinginkan kepada orang lain secara tegas. Kata kuncinya adalah bagaimana mengkomunikasikan kebutuhan pribadi dengan tegas namun tetap menghargai orang lain. Sikap ini akan memungkinkan siswa menolak secara tegas jika ada yang mencoba menawarinya narkoba. Ketiga mengembangkan  reaching out yakni kemampuan untuk meningkatkan ‘keterhubungan’ dengan orang lain. Jika siswa menghadapi ada tekanan yang menyebabkan dorongan untuk mencoba narkoba, siswa harus memanfaatkan komunikasi dengan orang yang dipercaya untuk berbagi dan bercerita, misalnya dengan guru, guru BK, orang tua, dan sahabat yang selalu berpikir positif.

Menyanyikan Mars BNN merupakan rangkaian berikutnya dari apel pagi tersebut. Dengan mengikuti Tim Padus Smanda, semua siswa bersama-sama menyanyikan mars tersebut dengan penuh semangat. Acara diakhiri dengan pemberian kenangan atau bingkisan dari BNN NTB kepada keluarga besar Smanda.

Kepala SMAN 2 Mataram, Abdul Kadir Alaydrus, S.P., M.Pd., menyampaikan apresiasi tinggi kepada BNN Provinsi NTB yang telah memberikan eduksi kepada semua siswa. “Program BNN NTB dengan masuk ke sekolah-sekolah kita rasakan memberikan dampak positif dalam upaya menumbuhkan kesadara siswa untuk menjauhkan diri dari narkoba. Sekolah memang tidak bisa berjalan sendiri. Sangat perlu adanya kolaborasi dan dukungan pihak lain untuk membangun kesadaran siswa untuk menjga keselamatan dirinya dari bahaya narkoba, karena narkoba bukanlah masalah kecil dan local melainkan maslaah besar dan global. Jadi, sekali lagi, terima kasih kepada BNN Provnsi NTB. Saya berharap BNN NTB juga nanti akan masuk ke sekolah-sekolah lain sehingga NTB akan aman dari narkoba karena generasi mudanya sadar akan bahaya zat aditif tersebut,” pungkas beliau.

27/04/ 2026
ABM: Mendeteksi Bakat dan Minat Siswa Smanda

“Salah satu inti Kurikulum Merdeka adalah pembelajaran yang berbasis pada siswa. Hal itu bermakna keseluruhan proses pendidikan hendaknya perpusat pada kebutuhan siswa. Untuk memahami kebutuhan dan potensi siswa, sangat penting untuk terlebih dahulu mengetahui bakat dan minat mereka.” Demikian ungkap Kepala SMAN 2 Mataram, Abdul Kadir Alaysdrus, S.P., M.Pd. ketika sekolah ini akan menyertakan siswanya dalam Asesmen Bakat dan Minat (ABM) yang dilaksanakan oleh Balai Pengelolaan Pengujian Pendidikan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (BP3 Kemendikbud Ristek). Beliau kemudian menjelaskan bahwa Asesmen Bakat dan Minat adalah tes yang mengukur potensi setiap peserta didik untuk memprediksi kemampuan dan ketertarikannya di bidang-bidang tertentu. Potensi yang dimaksud berkaitan dengan bidang pendidikan maupun pekerjaan. “Kita menginginkan sekolah, orang tua, dan siswa sendiri benar-benar memahami bakat dan mintanya, sehingga pendidikan yang dilaluinya sesuai dengan bakat dan minat tersebut, dan hal itu akan berkaitan dengan bagaimana mereka menyiapkan masa depan mereka,” imbuh beliau.

Wakil Kepala Sekolah Bisang Kurikulum SMAN 2 Mataram, Gunawan, S.Pd., M.Pd. menjelaskan secara teknis pelaksanaan Asesmen Bakat dan Minat. “Sekolah kita telah meyiapkan diri setelah mendapatkan informasi dari kementerian. Kita mengambil waktu periode kedua tanggal 13-16 November 2023, dan tanggal tersebut kita juga telah melaksanakan sosialisasi dan simulasi.” Berkaitan persiapan dan pelaksanaan, Gunawan menjelaskan bahwa oleh karena  ABM 2023 dilaksanakan dengan tes berbasis komputer secara online (CBT Online) maka sekolah menyiapkan sarana dan prasarana pendukung serta tim kecil pelaksana kegiatan. ABM 2023 di SMAN 2 Mataram dilakukan dalam beberapa sesi setiap harinya. Hal itu berkaitan dengan ketersediaan ruangan dan juga untuk memberikan kesempatan kepada semua siswa kelas 12 mengikuti tes ini.

Selanjutnya, senada dengan kepala sekolah, Gunawan menjabarkan bahwa Asesmen Bakat Minat merupakan tes yang berfungsi mendeteksi bakat yang dimiliki seseorang dan kecenderungan minatnya. Bakat dan minat peserta didik ini akan dipetakan berdasarkan sejumlah aspek yang terukur. ABM tidak sama dengan tes prestasi yang mengukur level kemampuan akademik. Sebab, Asesmen Bakat Minat tidak dirancang mengikuti silabus mata pelajaran tertentu. Kualitas jawaban dalam ABM akan bergantung pada daya nalar peserta tes.

Memperhatikan Juknis Asesmen Bakat Minat 2023, Asesmen Bakat Minat 2023 dipilah menjadi dua macam tes yakini tes bakat dan tes minat. Tes bakat terdiri atas 140 butir soal yang harus dikerjakan maksimal selama 120 menit. Terdapat 7 subtes dalam asesmen bakat, yakni verbal, kuantitatif, penalaran, figural, mekanikal, penggunaan bahasa, dan klerikal. Selanjutnya, tes minat tersaji dengan 108 butir soal yang harus dikerjakan paling lama 30 menit. Tes ini setidaknya terbagi menjadi 3 aspek, yakni minat dasar, minat metodis, dan minat praktis.

Asesmen Bakat Minat (ABM) kelas 12 merupakan program Kemdikbudristek. Pelaksanaan ABM melibatkan Balai Pengelolaan Pengujian Pendidikan Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan. Tujuan Asesmen Bakat dan Minat (ABM) adalah mengumpulkan informasi tentang potensi murid di bidang-bidang tertentu berdasarkan sejumlah aspek yang terukur. Informasi tadi akan disampaikan kepada murid, sekolah, dan orang tua/wali sehingga bisa menjadi petunjuk untuk pengembangan diri setiap peserta didik. Dengan adanya petunjuk yang jelas, proses pengembangan diri peserta didik akan lebih terarah dan terencana. Hasil Asesmen Bakat dan Minat dapat membantu peserta didik saat akan memilih jenjang pendidikan yang lebih tinggi (semisal kuliah) atau mengembangkan potensi di lingkungan dan situasi baru.

Dimintai komentarnya tentang kreikutsertaan dalam Asesmen Bakat dan Minat, salah seorang siswa, Cheryl Nathania Salsabila mengatakan bahwa ia mendapatkan pengalaman baru berkiatan dengan model tes minat yang diikuti. “Model tes minat berbeda dengan yang kami kenal selama ini. Barangkali karena memang bukan dimaksudkan untuk mengetes kemampuan kademik siswa.” Siswa kelas XII Mipa-1 ini juga menyatakan tes bakat maupun minat ini akan membantu siswa menentukan pilihan ke perguruan tinggi. Alasannya, selama ini banyak siswa yang tidak memahami atau belum menyadari bakat dan minat mereka yang sebenarnya. Dengan mengetahui hasil tes ini, siswa akan terbantu menentukan pilihan jurusan di jenjang pendidikan selanjutnya.

27/04/ 2026
SMANDA MENGINTERNALISASI NILAI KEMERDEKAAN REPUBLIK INDONESIA

Semangat SMAN 2 Mataram (Smanda Mataram) untuk menginternalisasi tema Peringatan Hari Kemerdekaan ke-78 Republik Indonesia tahun 2023 yakni ‘Terus melaju untuk Indonesia maju’ tampak dari keikutsertaan Smanda mengikuti rangkaian kegiatan perayaan momen bersejarah tersebut. Memasuki bulan Agsutus 2023 berbagai kegiatan diikuti seluruh keluarga besar Smanda, baik yang dilaksanakan oleh Kantor Gubernur NTB melalui Dinas Dikbud NTB, Kantor Cabang Dinas Dikbud Mataram-Lombok Barat, maupun yang dilaksanakan dalam lingkungan internal Smanda. Kepala SMAN 2 Mataram, Abdul Kadir Alaydrus, S.P., M.Pd. menjelaskan bahwa peristiwa kemerdekaan Republik Indonesia merupakan peristiwa monumental yang harus terus diingat, dipatri dalam hati, dan nilai-nilainya harus terus diinternalisasi dalam diri setiap generasi. Momen tersebut harus menjadi penyemangat seluruh aktivitas warga SMAN 2 Mataram.

Beberapa kegiatan dilakukan Keluarga Besar Smanda dalam Peringatan Hari Kemerdekaan Ke-78 Republik Indonesia tahun ini.

  1. Upacara Peringatan Hari Kemerdekaan Ke-78 Republik Indonesia

Upacara Peringatan Hari Kemerdekaan Ke-78 Republik Indonesia merupakan puncak dari seluruh rangkaian acara perayaan Kemerdekaan Indonesia tahun 2023. Upacara dilaksanakan dengan hikmad di halaman SMAN 2 Mataram, diikuti seluruh warga Smanda. Selaku Pembina Upacara adalah L. Iskandar, S.Pd. (Wakasek Kesiswaan), menggantikan Kepala Sekolah yang mengikuti upacara di Kantor Gubernur Nusa Tenggara Barat. Dalam kesempatan ini, L. Iskandar membacakan Teks Pidato Gubernur NTB yang antara lain menekankan pada ajakan untuk melaju bersama menggelorakan semangat perjuangan, memberikan kontribusi sesuai bidang masing-masing untuk daerah dan negara, serta memupuk optimisme serta kolaborasi membangun masa depan gemilang bagi Nusa Tenggara Barat. Pelaksana upacara sepenuhnya oleh Paskib Smanda yang dibina Dra. Nuraini. Sedangkan lagu-lagu kebangsaan dan nasional dilantunkan dengan merdu bersemangat oleh Tim Paduan Suara Darma Wanita SMAN 2 Mataram.

  1. Menjadi Bagian Petugas Pelaksanaan Upacara Bendera di Kantor Gubernur NTB, Kantor Walikota Mataram, dan Kantor Dikbud NTB

Paduan Suara SMAN 2 Mataram yang dibina oleh Dra. Hj. Nurlaila dan Drs. Petrus Lexy mendapat kepercayaan sebagai regu penyanyi dalam Upacara Peringatan Hari Kemerdekaan Ke-78 Republik Indonesia di Kantor Gubernur Nusa Tenggara Barat. Kepercayaan yang diberikan Pemerintah Provinsi NTB ini tidal lepas dari penampilan tim padus yang sangat apik dan baik selama ini. Sementara itu, 4 siswa anggota Paskib mendapat kehormatan mengibarkan bendera di Kantor Walikota Mataram, serta 3 lainnya di Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Nusa Tenggara Barat. Menurut Pembina Paskib Smanda, Dra. Nuraini, terpilihnya anggota Paskib tersebut merupakan sebuah kebangaan, kehormatan, dan juga merupakan hasil dari latihan keras dan rutin yang dilakukan anggota Paskib Smanda selama ini.

  1. Lomba-Lomba di Sekolah

Kemeriahan perayaan Hari Kemerdekaan ditandai pula dengan aneka lomba yang diikuti siswa, guru, dan pegawai Smanda. Aneka lomba yang dilaksanakan untuk siswa antara lain lomba makan kerupuk, estafet paku sedotan, estafet balon kerupuk, tarik tambang, dan lomba fotografi antarkelas bertema kecintaan pada Indonesia. Selain lomba meriah gembira tersebut, dilaksanakan pula lomba yang mengasah ketajaman berpikir dan berargumen logis, yakni Lomba Debat Bahasa Indonesia. Lomba dibuka secara remsi oleh KepalaSMAN 2 Mataram, Abdul Kadir Alaydrus, S.P., M.Pd, yang ditandai pemukulan gong pada tanggal 16 Agustus 2023.

  1. Mengikuti Lomba Gerak Jalan

Semangat Smanda sangat tampak pada Lomba Gerak Jalan yang dilaksanakan KCD Dikbud Mataram Lombok Barat, hari Ahad, 13 Agustus 2023. Dalam lomba yang mengambil rute Islamic Centre – Halaman Kantor Gubernur NTB tersebut Smanda menyertakan grup Darma Wanita UP Smanda yang bergabung dengan DW beberapa sekolah, grup guru dan pegawai  (puteri) Smanda, serta grup siswa putera dan puteri. Aneka variasi gerak menarik diperagakan semua grup dan menarik perhatian para penonton serta juri. Latihan yang hanya beberapa hari tidak menyurutkan semangat mereka untuk tampil maksimal. “Demi Indonesia!”, kata mereka.

  1. Mengikuti Gerak Jalan Santai

Gerak jalan santai juga menjadi bagian perayaan HUT Kemerdekaan yang diikuti lebih dari 200 siswa Smanda yang didampingi beberapa kepala sekolah, wali kelas, dan tim kesiswaan. Kegiatan yang dilaksanakan hari Jumat, 11 Desember 2023 tersebut juga diinisiasi oleh KCD Dikbud Mataram Lombok Barat.

Rangkaian kegiatan yang diikuti tersebut menunjukan semangat Keluarga Besar SMAN 2 Mataram untuk menjadikan peringatan Hari Kemerdekaan RI sebagai momentum untuk menumbuhkan semangat mengoptimalkan pelayanan pendidikan, mewujudkan visi dan misi untuk mencapai tujuan pendidikan. Internalisasi nilai-nilai perjuangan dan kemerdekaan akan menjadi sumber energi positif untuk melaju menuju Smanda Unggul, NTB Gemilang, dan Indonesia Maju.

27/04/ 2026
Orang Tua Siswa Dukung Penuh Program IC Smanda

Menindaklanjuti hasil pertemuan dengan semua orang tua siswa kelas X SMAN 2 Mataram tahun pelajaran 2023/2024 yang telah dilaksanakan  pada Rabu, 30 Agustus 2023, Pengelola Program Insan Cendekia (IC) SMAN 2 Mataram mengundang 40 orang tua siswa yang putera puterinya dinyatakan lulus dalam seleksi penerimaan siswa program tersebut. Pertemuan khusus ini dilksanakan pada Sabtu, 2 September 2023 bertempat di Ruang Pertemuan Smanda.

Dalam pertemuan tersebut, Kepala SMAN 2 Mataram, Abdul Kadir Alaydrus, S.P., M.Pd. kembali menekankan arah pendidikan siswa SMA yakni melanjutkan perguruan tinggi. Untuk itu, SMAN 2 Mataram melakukan berbagai upaya untuk mengantar siswa agar sebanyak-banyaknya bisa melnajutkan ke jenjang pendidikan tinggi. “Program Insan Cendekia merupakan salah satu program prioritas untuk mengantar anak-anak kita mencapai kesusksesan masuk perguruan tinggi sesuai dengan arah, keinginan, dan cita-cita mereka. Di program IC, anak-anak kita akan digodok sedemikian rupa agar bisa masuk perguruan tinggi negeri. Target utama tentu bisa masuk perguruan tinggi melalui jalur prestasi atau Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP). Namun jika karena persaingan yang memang sangat ketat di jalur tersebut anak-anak kita tidak lolos, kita semaksimal mungkin akan menyiapkan mereka untuk bisa masuk lewat jalur tes atau SNBT”, tegasnya.  Beliau juga menambahkan bahwa siswa-siswi di IC juga disiapkan untuk memperoleh prestasi-prestasi akademik misalnya dalam olimpiade dan lomba-lomba lainnya. Oleh karena itu, Abdul Kadir Alaydrus mengharapkan terjadinya kerja sama dan kolaborasi intensif antara orang tua dan sekolah, dan menekankan adanya perhatian serius orang tua pada anak-anak, khususnya komunikasi berkaitan dengan arah dan keinginan anak-anak mereka ke perguruan tinggi. Hal tersebut harus dibangun sejak awal sehingga sekolah dapat mendukung melalui proses pendidikan selama tiga tahun ke depan.

Bagaimana IC akan memfasilitasi siswa dan siswi Smanda dijelaskan secara rinci oleh Koordinator IC, Gusti Afifah, S.Pd. Pada awal pemaparannya, Bu Afifah, demikian beliau sering dipanggil, menyebutkan sejarah singkat pembentukan IC tahun 2012. Program ini terus dilaksanakan dan sempat jeda satu tahun pada masa covid-19. Pasca covid, IC bergulir kembali dan tahun ini telah menerima 40 siswa terseleksi. “Putera dan puteri Bapak dan Ibulah yang terseleksi tersebut, dan mereka akan berkesempatan mendapatkan pelayanan belajar tambahan yang akan mendukung cita-cita mereka”, ujarnya.

Selanjutnya, Gusti Afifah merinci program IC di hadapan 38 orang tua yang berkesempatan hadir. Ia menjelaskan bahwa tujuan Program Insan Cendekia adalah: (1) meningkatkan kualitas akademik, nonakademik, serta lifeskill lainnya, (2) mempersiapkan peserta didik dalam lomba-lomba akademik dan nonakademik, (3) mempersiapkan peserta didik dalam perolehan hasil maksimal pada ujian sekolah, (4) meningkatkan kualitas output dan outcome peserta didik sehingga dapat kompetitif untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya, dan (5) mewujudkan jati diri SMA Negeri 2 Mataram sebagai lembaga pendidikan yang unggul dan berkualitas. Peserta didik dalam program ini merupakan peserta didik terbaik di kelas/tingkat sebelumnya yang memiliki kemampuan akademik yang dipersyaratkan berdasarkan hasil tes potensi akademik dan nilai rapor, lulus seleksi yang diselenggarakan sekolah, memiliki minat dan motivasi belajar tinggi, serta didukung oleh orang tua/wali siswa. Proses rekrukmen siswa kelas X dilakukan melalui seleksi  nilai raport  SMP, tes tertulis tiga mata pelajaran (Matematika, IPA, dan Bahasa Inggris), pengisian angket, dan wawancara.

Lebih lanjut, Gusti Afifah menjelaskan tentang pelaksanaan pembelajaran bagi siswa yang mengikuti program ini, yakni pembelajaran di kelas lebih  memperhatikan tingkat kemampuan dan kebutuhan peserta didik (esensialitas, eskalasi, enrichment dan penguatan teori maupun praktek), pemberian tambahan waktu belajar di luar jam tatap muka formal (sore hari) 60 menit per satu mata pelajaran, pemberian jam tambahan 3-4 hari dalam seminggu, serta pembelajaran  dengan modul/LKS. Di samping pemberian pembelajaran tambahan, siswa program IC juga berkesempatan melaksanakan out bond MQ (Manajemen Qolbu), studi wisata, English Speaking, pembinaan Karya Tulis Remaja, kegiatan belajar tambahan menjelang Penilaian Harian Bersama (PHB) dan Penilaian Akhir Tahun (PAT), pengenalan pola baru SNMPTN/SNBP dan SBMPTN/SNBT dan pengenalan model tes, serta layanan  psikologi  untuk memotivasi dan meningkatkan komitmen belajar peserta didik.

Pemaparan program IC mendapat sambutan hangat dan antusis dari para orang tua. Berbagai respon berupa pertanyaan, tanggapan, dan harapan disampaikan mereka dalam sesi tanya jawab. Secara umum, para orang tua menyatakan bahwa program IC sangat positif untuk menunjang cita-cita anak dan mendukung harapan orang tau yang menginginkan kesuksesan anak-anak mereka. Orang tua kemudian menyampai beberapa hal, misalnya berkaitan dengan peluang anak-anak untuk masuk perguruan tinggi negeri jalur SNBP jika nilai mereka relatif sama, fasilitas belajar yang dapat membuat siswa nyaman karena mereka belajar tambahan siang sampai sore hari, hingga bagaimana menentukan kegiatan ekstrakurikuler yang diikuti siswa IC. Respon orang tua tersebut kemudian ditanggapi kembali oleh kepala sekolah, kordinator IC, serta diperkuat oleh Wakil kepala Sekolah Bidang Kurikulum, Gunawan, S.Pd., M.Pd.

27/04/ 2026
Kajian DW Smanda: Menjadi Wanita Syurga

Darma Wanita UP SMAN 2 Mataram terus bergerak dan menggerakkan anggotanya dalam berbagai aktivitas yang menguatkan nilai-nilai kehidupan. Setelah beberapa waktu lalu melakukan kegiatan yang menyentuh kepekaan sosial melalui kunjungan ke panti sosial, kali ini dengan DW Smanda menebalkan aspek religiusitas dengan menggelar pengajian bertajuk ‘Wanita Surga’. Pengajian yang digagas Ketua Darma Wanita Smanda, Ny. Syarifah Wahidah Alaydrus  dilaksanakan hari Jumat, 1 September 2023, sore hari di Masjid As-Syakirin SMAN 2 Mataram.

Pengajian diikuti sekitar 24 anggota Darma Wanita. Hadir sebagai narasumber adalah Ustadzh Rahmah. Cara penyampaian narasumber yang tidak kaku mampu menciptakan suasana yang hidup namun hikmat.

Pengajian diawali dengan pembacaan shalawat dan lantunan ayat suci oleh Ibu Desy Wahyuni yang langsung dilanjutkan dengan materi kajian oleh Ustadzah Rahmah.

Kisah istri Nabi Luth dan istri Nabi Nuh yang mengingkari dan mengkhianati perjuangan  suami dalam mendakwahkan ketaatan pada Allah SWT menjadi pembuka kajian. Pengingkaran kedua istri tersebut berbanding terbalik dengan Asiyah, istri dari Fir’aun.  Asiyah adalah istri yang sangat beriman pada Allah. Setiap mendapat ujian berupa kelakuan keras dari suami yang melarangnya taat pada Allah SWT, Asiyah hanya berdoa “Ya Allah, tunjukkan hamba rumah di syurga.” Asiyah, meskipun sering mendapat deraan dari suaminya, tidak pernah berpaling dari Allah SWT.

Ada dua kategori wanita syurga, yaitu bidadari yg memang sudah ada di syurga dan wanita di dunia yang beriman. Adapun empat wanita yang bisa diteladani dan diberi predikat wanita syurga adalah: (1) Siti Khadijah, istri Rasulullah, (2) Siti Fatimah, puteri Rasulullah, (3) Asiyah, istri Fir’aun, dan (4) Siti Maryam, ibunda Nabi Isa alaihissalam. Kebaikan dan suri tauladan keempat wanita tersebut bisa membawa muslimah dan para istri untuk menempati salah satu rumah di syurga.

Ustadzah Rahmah selanjutnya menyampaikan beberapa tips untuk menempuh jalan menjadi wanita syurga, antara lain dengan berusaha untuk selalu menyenangkan hati suami misalnya berdandan di hadapan suami, mengurangi celotehan-celotehan yang sebenarnya tidak perlu, serta selalu bersikap menyenangkan hati suami.

Pendalaman materi dilakukan dalam sesi tanya jawab. Sesi ini dimanfaatkan Dra. Hj. Nuraini dan Ibu Rike Budiati, S.Pd. Kedua penanya mencoba mendalami masalah pahala dan dosa dalam rumah tangga, juga cara menghindari diri dari terjebaknya dalam putaran gibah dalam lingkungan kerja. Menaggapi pertanyaan ini, Ustadzah Rahmah menyampaikan bahwa hal yang terpenting adalah bahwa wanita sudah berniat melakukan kebaikan dan menjalankannya dengan baik, kalaupun masih ada kekurangan setiap wanita harus berusaha memperbaikinya. Berkaitan dengan gibah, narasumber menyampaikan bahwa ketika wanita masuk dalam percakapan yang kira-kira akan mengarah pada gibah, sebaiknya segera menghindar atau segera mengalihkan pembicaraan ke topik lain yang lebih bermanfaat. Hal yang juga sangat penting sebagai pengingat adalah bahwa kalau wanita bergibah maka sesungguhnya sama dengan ia sedang memakan bangkai saudara muslimnya dan dosa-dosa orang yang digibahi akan berpindah ke orang yang menggibahi. Dengan mengingat akibat ini, mestinya setiap wanita  dan istri akan menghindari gibah.

Pengajian ditutup dengan doa yang dipimpin langsung oleh Ustadzah Rahmah.

Selepas pengajian, salah seorang anggota DW yang hadir, Ibu Yulita Ratna Widiyanti, S.Pd. menyampaikan bahwa pengajian ini memberikan manfaat sekaligus sebagai penyegaran pemahaman tentang penerapan nilai-nilai keagaamaan dalam praktik kehidupan, khususnya sebagai wanita dan istri. “Saya jadi harus kembali mengintrospeksi diri, baik sebagai wanita maupun sebagai istri. Kadang-kadang kita merasa sudah melakukan kebaikan-kebaikan, namun setelah dingatkan melaui kajian-kajian seperti ini ternyata yang sudah kita lakukan itu masih ada kekurangannya,” tutur guru Bahasa Inggris ini, seraya mengharapkan agar pengajian seperti ini dijadikan sebagai program rutin, paling tidak sekali dalam sebulan.

27/04/ 2026
SMAN 2 MATARAM LAKSANAKAN ANBK 2023

Pusat Asesmen Kemendikbudristek menjadwalkan ANBK secara nasional dilaksanakan tanggal 28 s.d 31 Agustus 2023 untuk tingkat SMA/SMK Setara. Mengikuti jadwal tersebut, SMAN 2 Mataram melaksanakannya mulai hari Senin, 28 Agustus 2023 dan akan berlangsung selama empat hari.

Pada hari pertama tersebut, sebelum mulai pelaksanaan ANBK, Kepala SMAN 2 Mataram, Abdul Kadir Alaydrus, S.P., M.Pd. berkesempatan memberikan motivasi kepada siswa kelas XI yang menjadi peserta. Beliau menyampaikan bahwa siswa yang terpilih oleh Kemendikbudristek sebagai peserta ANBK merupakan wakil dari sekolah, merupakan duta SMAN 2 Mataram yang akan menentukan potret sekolah secara nasional. “Kesungguhan dan keseriusan anak-anakku dalam kegiatan ANBK ini akan memberikan gambaran tentang kualitas sekolah kita, akan menunjukan kompetensi kalian dan teman-teman kalian, kompetensi Smanda kita tercinta”, tutur beliau. Oleh karenanya, beliau menekankan agar peserta mengikuti ANBK dengan penuh semangat dan fokus dalam menyelesaikan soal-soal yang ada.

Sementara itu, Wakil Kepala Sekolah Bidang kurikulum, Gunawan, M.Pd. menjelaskan bahwa sebelum pelaksanaan ANBK 2023  hari ini, telah dilakukan simulasi dan gladi. “Di SMAN 2 Mataram, Simulasi ANBK dilaksanakan tanggal 1 Agustus 2023, sedangkan Gladi dilaksanakan tanggal 23 dan 24 Agustus 2023”, ujar guru Matematika ini. Ia pun menambahkan bahwa tahun ini pelaksanaan ANBK di SMAN 2 Mataram hanya menggunakan satu ruangan sehingga dilaksanakan selama 4 hari yang dimulai pukul 07.30 sampai 12.25 Wita dengan jumlah peserta 50 orang siswa yang terdiri atas 45 peserta utama dan 5 orang peserta cadangan.

ANBK adalah program evaluasi yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) dengan tujuan untuk meningkatkan mutu pendidikan dengan memotret input, proses, dan output pembelajaran di seluruh satuan pendidikan.

Asesmen Nasional dilaksanakan dengan tiga instrumen, yaitu Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) Literasi dan Numerasi, Survei Karakter, dan Survei Lingkungan Belajar. AKM berfungsi untuk mengukur literasi membaca dan literasi matematika atau numerasi murid. Survei Karakter mengukur sikap, nilai, keyakinan, dan kebiasaan yang mencerminkan karakter murid. Sedangkan Survei Lingkungan Belajar mengukur kualitas berbagai aspek input dan proses belajar-mengajar di kelas maupun di tingkat satuan pendidikan.

Themes by WordPress